Wah situ di kasih cerita langsung ingat bumi ya? Hehehe. Saya uda say gudbay dng bumi
Powered by Shortsell -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Wed, 13 Apr 2011 01:51:52 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] OOT: Renungan Bagus sekali sangat membumi, Bang Ian bukunya beli dimana? -----Original Message----- From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 13 Apr 2011 08:52:29 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] OOT: Renungan Pagi ini saya mendapat sebuah renungan yang sangat inspiratif dan membuka pikiran saya. Bisa diterapkan dalam kehidupan sehari2, dan juga dalam membaca grafik (hari Sabtu 16 April nanti saya jelaskan, kaitannya apa ke grafik). Selamat membaca, dan semoga bermanfaat. :) Renungan: Seorang tukang bangunan mendirikan sebuah tembok dengan batu bata. Satu persatu batu bata itu dipasang. Sebulan kemudian, berdirilah sebuah tembok setinggi 4 meter di hadapannya. Tukang bangunan itu berdiri di depan tembok sambil memandang mengagumi hasil karyanya. Tapi tiba-tiba matanya tertuju melihat ada 2 bata yang telah keliru menyusunnya, Semua batu bata sudah lurus, tetapi 2 batu bata tsb tampak miring. Mereka terlihat jelek sekali. Saat itu, semennya sudah terlanjur keras utk mencabut 2 batu bata tersebut. Tukang bangunan itu menjadi kesal. Sejak saat itu dia sangat membenci melihat tembok tersebut. Dia melihat 2 batu bata yang miring tersebut telah mempengaruhi keseluruhan tembok tersebut sehingga menjadi jelek dimatanya. Sampai suatu hari, ada seorang melewati tembok tersebut dan berkomentar "Itu tembok yg indah". Tukang bangunan itu menjawab dengan terkejut, "Pak, apakah penglihatan anda terganggu? Tidakkah anda melihat 2 batu bata jelek yang merusak pandangan keseluruhan tembok itu?" Orang itu berkata, "Ya, saya melihat 2 batu bata jelek itu, Namun saya juga melihat 998 batu bata yang bagus di sekeliling 2 batu bata yang jelek adalah batubata-batubata yang bagus dan sempurna." Dalam kehidupan ini kita sering memutuskan suatu masalah dengan hanya memvonis/melihat kesalahan, dan mengabaikan kebaikan-kebaikan yang pernah ada, Mata kita hanya terfokus pada kekeliruan yang di perbuat orang tersebut, Teman yang telah puluhan tahun, menjadi musuh hanya karena perdebatan sehari, Kekasih yang sudah tahunan pacaran berpisah hanya karena bertengkar sehari. Kita hanya melihat 2 batu bata yang jelek, Pada kenyataannya, ada jauh lebih banyak batu bata yang bagus. Begitu kita melihatnya, semua akan tampak tak terlalu buruk lagi. Maafkanlah sesama, meski kadang tidak sepaham. Memberi damai pada orang, berarti juga memberi kedamaian untuk diri kita sendiri, Termasuk dengan kesalahan-kesalahan yang pernah dibuat. Dikutip dari buku berjudul "Si cacing dan kotoran kesayangannya" (Ajahn Brahm). jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu
