Masalahnya Return saham belum tentu bisa >100% kalau masuk bursanya sebelum 
crash th 2008, Kalau masuknya setelah crash 2008 maka tentunya lebih mudah 
untuk mendapat return > 100%, betul tidak?
http://www.facebook.com/hakie1
http://www.tviexpress.com/andyelia1
  ----- Original Message ----- 
  From: ladyfabia 
  To: [email protected] 
  Sent: Sunday, May 29, 2011 5:05 PM
  Subject: [saham] Re: Pertanyaan tentang saham..


    
  Feeling saya kok banyakan saham ya naiknya dibanding properti.
  Setidaknya 3 tahun ini saya merasakannya begitu.

  2008 saya beli rumah di Gading Serpong Tangerang harga 350 juta.
  2011 ini harga pasaran rumah saya sekitar 600 juta.
  Kenaikannya sekitar 71.5%

  2008-2011 nilai portfolio saya di saham sudah bertumbuh > 100%

  Saya lihat table yang dibuat oleh Bang IAN, saya bandingkan dengan nilai 
rumah ayah saya yang dibeli sekitar 15 tahun yang lalu di Kelapa Gading Jakarta 
juga masih lebih besar return saham.

  Harga rumahnya thn 1997 sekitar 200 juta, sekarang mungkin sekitar 1 milyar. 
Kenaikannya 5 kali.
  Harga ASII dari tahun 2000 - 2011 saja sudah naik > 20 kali.

  Jadi in long term sih saya masih yakin gain saham lebih besar daripada 
properti.

  --- In [email protected], "PH" <vaulstrad@...> wrote:
  >
  > Kenapa kelihatan nya pemikiran untuk long term mendingan property daripada 
saham yah... 
  > 
  > Kalau long term mana liat lagi pergerakan saham yang naik turun. Biarin aja 
kali. Rela nya maksudnya apa? Hehe.. 
  > 
  > Liat aja sendiri property dan saham naik nya banyakan mana untuk long 
term... 



  

Kirim email ke