Pak untuk beli saham long term tentu kita yang penting bukan hanya murah di saat sekarang. Tapi juga prospek ke depannya.
Bisa saja bapak berinvestasikan ke 2 jenis saham. Lalu bapak evaluasi saja laporan keuangan nya setiap 3 bulan. Dan juga evaluasi prospek bisnis tersebut. Pakai logika saja kalau misalnya bapak sendiri yang menjalankan perusahaan tersebut. Simple2 saja.. Cara evaluasi yah kita liat growth perusahaan nya. Apakah setiap tahun / per 3 bulan pendapatan bertambah? Net profit bagaimana? Cost? Dan juga ratio utang jangan terlalu besar. Kalau merasa sudah kurang bagus lagi ganti kesaham lain :) dan invest setiap saat lagi di saham yang baru. Enak nya beli saham tuh gampang bgt kita jual dan beli lagi. Kalau property yah jelas ga semudah ini. Cari perusahaan yang rajin beri dividen. Tanda nya perusahaan cukup sehat karena mampu memberikan dividen. Tp ga selalu begitu. Harus dilihat juga agar dividen yg di berikan adalah hasil dari operasi bukan jualan asset. Banyak tuh yg setiap tahun harga saham naik dan rajin kasi dividen. Coba liat saham mining/banking etc. Beli bluechip saja yang sudah berhasil melewati masa masa krisis dan belajar dari nya. Jangan beli saham2 dari management yang kurang bagus juga (atau shareholder). -----Original Message----- From: Hendra Prasetyo <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 30 May 2011 11:29:05 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Pertanyaan ttg saham. Terima kasih atas tanggapan rekan2 milis semuanya atas pertanyaan saya sebelumnya. Mengingat tujuan investasi ini untuk tujuan jangka panjang ( > 10 tahun - rencana untuk biaya pendidikan anak). dan terus terang saya tidak ada dana yang besar untuk investasi di tanah/rumah. Saya ada beberapa pertanyaan lagi : 1. Apakah berinvestasi di saham bisa menerapkan sistem Cost Averaging (DCA) ? Rencana saya hanya fokus untuk 1 atau 2 saham saja, dimana saya setiap bulan-nya secara rutin membeli saham tersebut selama > 5 thn. 2. Apakah ada training/tutorial untuk mengetahui saham2 yang secara fundamental baik (emiten/perusahaan tidak mungkin bangkrut) ? Analisa untuk mengetahui apakah nilai saham A masih terlalu tinggi atau ga ? fyi : Saya mendapatkan pendidikan formal mengenai financial management, sehingga saya mengetahui berinvestasi di saham mempunyai resiko yang sangat tinggi (High risk High return) dan suatu perusahaan menginginkan nilai saham-nya meningkat setiap tahun karena mana ada suatu perusahaan yang mau rugi dan salah satu indikator performance kinerja suatu perusahaan dilihat dari nilai saham-nya yang meningkat setiap tahun-nya. Tapi saya belum pernah berinvestasi langsung disaham dan saya baru ingin mencoba investasi di saham. Saya telah melakukan investasi rutin di reksadana. CMIIW Regards, Hendra
