Goldman Sachs Meleset Prediksi Ekonomi RI

  Prediksi lembaga keuangan bergengsi Goldman Sachs soal ekonomi Indonesia
dinilai meleset karena terlalu konservatif.

Yang terjadi, perkembangan ekonomi Indonesia melebihi perkiraan awal Goldman
Sachs.

Goldmans Sachs dalam laporan "Next11: Not Just an Acronyim" yang dirilis
pada 2007 menyebutkan Produk Domestik Bruto ekonomi Indonesia diperkirakan
akan mencapai US$419 miliar pada 2010. "Faktanya, sekarang PDB Indonesia
sudah di atas US$700 miliar," kata ekonom Cyrillus Harinowo kepada VIVAnews
di Jakarta, 3 November 2010.

Ini sama dengan prediksi Goldman Sachs soal ekonomi China. Dalam laporan
"Dreaming with BRICs: The Path to 2050" yang dipublikasikan 2003, lembaga
keuangan ternama ini semula memperkirakan ekonomi China akan mengalahkan
Jerman dalam beberapa tahun ke depan, Jepang pada 2015 dan Amerika Serikat
pada 2041.

Faktanya, ekonomi China mengalahkan Jerman pada 2007 dan menyisihkan Jepang
pada Juli 2010. Sekarang, Goldman Sachs memperkirakan ekonomi China akan
menggeser Amerika Serikat pada 2027.

Goldman Sachs adalah konsultan keuangan yang mempopulerkan BRIC, akronim
yang merujuk pada empat negara calon kekuatan ekonomi baru dunia pada 2020.
BRIC kepanjangan dari Brazil, Rusia, India dan China. Total produk domestik
bruto (PDB) BRIC diperkirakan mencapai US$30,2 triliun atau melampaui PDB
tujuh negara industri maju (G-7) pada 2027. Bahkan, BRIC akan menjadi
kekuatan ekonomi paling dominan pada 2050.

Kemudian, Goldman Sachs mempopulerkan potensi kekuatan ekonomi baru lainnya,
yang disebutnya dengan istilah Next11. Ini mencakup Indonesia, Turki, Korea
Selatan, Meksiko, Iran, Nigeria, Mesir, Filipina, Pakistan, Vietnam dan
Bangladesh. Dalam prediksinya, Goldman Sachs memperkirakan Indonesia akan
menjadi kekuatan ekonomi nomor tujuh pada 2050.

Namun, melihat perkembangan yang terjadi, Harinowo jauh lebih optimistis
dari perkiraan Goldman Sachs. "Buktinya, prediksi Goldman Sachs dikalahkan
oleh realitas yang lebih baik," kata dia. "Jadi, bisa saja nanti Goldman
Sachs akan merevisi lagi proyeksi ekonomi tentang Indonesia."

Saat ini, kata dia, dari sisi volume ekonomi dengan PDB US$700 miliar,
Indonesia menempati urutan ke-18 di dunia. Tahun depan, diperkirakan
Indonesia akan melewati Turki di posisi ke-17.

Dengan PDB semakin besar, berarti pendapatan per kapita penduduk Indonesia
juga semakin besar.

Saat ini saja, pendapatan per kapita Indonesia sudah menembus US$3000.
"Karena itu, bangsa Indonesia harus optimistis menatap kemakmuran yang akan
lebih baik di masa mendatang," kata mantan Deputi Gubernur BI ini

Kirim email ke