Saya masuk di saham bukan tahun 2008 pak. Tahun 2008 itu jadi fulltime trader. 
Masuk di saham tahun 1997 ( baru belajar) modal saya hampir habis saat krismon 
1998 gara gara beli saham gorengan plus group lippo dan bellum mengenal cut 
loss.tapi itu pengalaman yang berharga.setelah itu agak trauma juga dan cuman 
sesekali main saham . Untung dari ipo saham bca tahun 2002 4 x lipat pada saat 
itu. Hasil untungnya mulai saya pakai buat trading tahun 2005 dan saat itu 
masih kerja.saat itu modal saya 20 x lipat gaji bulanan saya. Baru tahun 2008 
saya jadi fulltime trader . Dan saat itu modal saya sudah 200x lipat gaji 
bulanan saya.saat crash saya justru banyak untung karena disiplin cut loss dan 
memanfaatkan fluktuasi harga saham yg tinggi.saat itu rebound saham juga 
tinggi. Jadi cut loss adalah teman sehari hAri. Yang penting kan overall 
untung. Menururt saya kalau mau trading for living yg paling penting disiplin 
.kecuali kalau main saham cuman iseng hanya pake sebagian kecil dari aset 
nyangkut juga masih bisa makan hehehe.. Trading for living bukan hanya sekedar 
membicarakan target profit yang paling penting adalah bagaimana bertahan 
apabila market crash. Jadi salah satu langkah antisipasi adalah disiplin cut 
loss karena kita tidak tahu kapan crash akan datang. Kalau bicara untung di 
saat market bullish orang yang baru main saham aja bisa untung lebih banyak 
dari trader yg sudah pengalaman. Karena tidak ada damage cost yang di keluarkan 
mereka, soalnya kan hold terus hehe. Kalau trader mungkin kumpulinnya tiap hari 
dikit dikit tapi kalau hitungan bulanannya ya lebih cukup lah buat hidup. Kalau 
lagi market tidak kondusif paling rugi beberapa persen dan bisa di tutupin dari 
keuntungan sebelumnya.cukup banyak kok orang yang survive dari crash dan 
biasanya org tersebut fulltime trader. Di milis ini juga banyak kok fulltime 
trader yang selamat dari crash dan malah mengambil keuntungan dari crash. 
Biasanya yang sakti sakti cuman monitor aja dan jarang mau komentar sehingga 
kelihatannya fulltime trader itu hal yang mustahil alias org mimpi di siang 
bolong. Iya gak? Hehhee Hanya itu yang bisa saya sharing :) 
Powered by Merseyside BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Thu, 2 Jun 2011 03:12:21 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?

Hehehe,

Iya pak, saya br bangun, liat milis mulai ribut2 lagi. Trus langsung tertarik 
baca komennya pak Tungcuan. Kalo yg nge flame di sini mah skr saya anggap 
kompor mleduk yg ngotor2in tangan saya aja kl sy bales.

Pak coba di sharing pengalamannya lbh detail lagi, pasti rekan2 disini byk yg 
mau baca. Apalg bpk masuk waktu 2008, saya waktu itu jg mau masuk tapi ga brani 
karna temen ada yg nyangkut banyak.

Misal dari capital bpk skr dibanding dl sdh brp %?kcukupan modal brp x biaya 
hidup bpk?tips trading ketika market crash?

Ga usah exact number, cukup rasio2nya saja pak.

Itu kalo bpk berkenan, thx
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "TungCuan" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 2 Jun 2011 02:30:55 
To: saham<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?

Bro bronis,Saya awalnya juga kerja karena modal kecil . Jadi kerja sambil main 
saham.setelah terkumpul modal yang lumayan dari untung main saham dan percaya 
diri bisa hidup dari saham karena sudah untung. Kemudian baru pada tahun 2008 
saya trading for living. Karena keuntungan yang saya peroleh sudah jauh lebih 
banyak dari gaji saya dan juga dengan full time trader lebih banyak waktu untuk 
mencari keuntungan di trading. Jadi kalau diri kita tidak bisa belum tentu org 
lain juga.
Powered by Merseyside BlackBerry®

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Thu, 2 Jun 2011 02:05:16 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?

Pak Tung, 
Tenang saja pak, saya juga pernah waktu nanya di milis ini suatu prospek saham 
dijawab dgn " don't dream bro", saya hanya reply dgn menyeringai saja :D. 
Nyatanya saham yaƞg saya tanya teutep ngasi profit ke saya.

Drpd ngurusin para dream killer itu, sy lebih sangat tertarik mendengar atau 
membaca tepatnya, sharing perjalanan bpk sampai bisa trading for living pak. 
Pasti byk yg lebih tertarik.

Kalau bisa tolong disharing pak ceritanya? 

Thx
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "TungCuan" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 1 Jun 2011 18:03:34 
To: saham<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?

Komentar pak harry sangat tidak sopan.. Betull seperti kata pak lukman.. Pak 
harry gak bisa belum tentu orang lain gak bisa.. Saya juga murni hidup dari 
trading saham dan awalnya juga mulai dari modal kecil.. Dan banyak juga teman 
teman seprofesi yang hidup dari trading saham dari kecil sekarang menjadi 
besar.. Jadi jangan menghina profesi orang lain.. Karena bagi saya trading 
saham adalah profesi saya.. 
Powered by Merseyside BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Lukman jkt <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 2 Jun 2011 00:38:50 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?

Pak Harry Moerdani.

Awal nya topik ini , adalah buat di diskusi .  di milis ini .
sedangkan bila di rasa memungkin kan kedepan akan di lakukan oleh anak ku .

Sedangkan bila menurut bapak, dan bapak sendiri  tidak dapat me lakukan / di
wujudkan ?
Itu tidak bisa di jadi kan asumsi bahwa semua orang akan sama dengan bapak .



Bukan kan lebih baik bapak membantu saya dengan memberikan data ?

Berapakah persen kah ? ,  keuntungan nya dari total modal yg pantes  dalam
setahun nya .

sedangkan untuk ke kecupan modal nya tergantung berapakah biaya hidup
perbulan nya yg di perlukan ?



Mohon dengan sangat . setelah saya berikan perhitungan nya itu pun . kan
masih belum terlambat  untuk mengatakan hal itu adalah mimpi ?

dari pada bila nanti nya . perhitungan yg saya berikan cukup masuk di akal
.  apakah bapak juga bersedia meminta maaf ?


Salam

Lukman













---------- Forwarded message ----------
From: Harry Moerdani <[email protected]>
Date: 2011/6/2
Subject: Re: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?
To: Lukman jkt <[email protected]>


hanya orang-orang malas yang punya pikiran macam kau



2011/6/1 Lukman jkt <[email protected]>

> Jangan pesimis dulu , kawan ku
>
> Bila bapak belum tau apa yg saya rencanakan , bagaimana kah bapak sudah
> dapat mengambil  kesimpulan demikian ?
>
>
>
> Salam diskusi .
>
>
> Lukman
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> 2011/6/1 Harry Moerdani <[email protected]>
>
>> KERJA YANG RAJIN, JANGAN MIMPI !
>
>
>
>
> --
> Lukman
>
>



-- 
Lukman

Kirim email ke