like this pak Tung
________________________________ From: TungCuan <[email protected]> To: saham <[email protected]> Sent: Thu, June 2, 2011 10:56:29 AM Subject: Re: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ? Saya masuk di saham bukan tahun 2008 pak. Tahun 2008 itu jadi fulltime trader. Masuk di saham tahun 1997 ( baru belajar) modal saya hampir habis saat krismon 1998 gara gara beli saham gorengan plus group lippo dan bellum mengenal cut loss.tapi itu pengalaman yang berharga.setelah itu agak trauma juga dan cuman sesekali main saham . Untung dari ipo saham bca tahun 2002 4 x lipat pada saat itu. Hasil untungnya mulai saya pakai buat trading tahun 2005 dan saat itu masih kerja.saat itu modal saya 20 x lipat gaji bulanan saya. Baru tahun 2008 saya jadi fulltime trader . Dan saat itu modal saya sudah 200x lipat gaji bulanan saya.saat crash saya justru banyak untung karena disiplin cut loss dan memanfaatkan fluktuasi harga saham yg tinggi.saat itu rebound saham juga tinggi. Jadi cut loss adalah teman sehari hAri. Yang penting kan overall untung. Menururt saya kalau mau trading for living yg paling penting disiplin .kecuali kalau main saham cuman iseng hanya pake sebagian kecil dari aset nyangkut juga masih bisa makan hehehe.. Trading for living bukan hanya sekedar membicarakan target profit yang paling penting adalah bagaimana bertahan apabila market crash. Jadi salah satu langkah antisipasi adalah disiplin cut loss karena kita tidak tahu kapan crash akan datang. Kalau bicara untung di saat market bullish orang yang baru main saham aja bisa untung lebih banyak dari trader yg sudah pengalaman. Karena tidak ada damage cost yang di keluarkan mereka, soalnya kan hold terus hehe. Kalau trader mungkin kumpulinnya tiap hari dikit dikit tapi kalau hitungan bulanannya ya lebih cukup lah buat hidup. Kalau lagi market tidak kondusif paling rugi beberapa persen dan bisa di tutupin dari keuntungan sebelumnya.cukup banyak kok orang yang survive dari crash dan biasanya org tersebut fulltime trader. Di milis ini juga banyak kok fulltime trader yang selamat dari crash dan malah mengambil keuntungan dari crash. Biasanya yang sakti sakti cuman monitor aja dan jarang mau komentar sehingga kelihatannya fulltime trader itu hal yang mustahil alias org mimpi di siang bolong. Iya gak? Hehhee Hanya itu yang bisa saya sharing :) Powered by Merseyside BlackBerry® ________________________________ From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Thu, 2 Jun 2011 03:12:21 +0000 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ? Hehehe, Iya pak, saya br bangun, liat milis mulai ribut2 lagi. Trus langsung tertarik baca komennya pak Tungcuan. Kalo yg nge flame di sini mah skr saya anggap kompor mleduk yg ngotor2in tangan saya aja kl sy bales. Pak coba di sharing pengalamannya lbh detail lagi, pasti rekan2 disini byk yg mau baca. Apalg bpk masuk waktu 2008, saya waktu itu jg mau masuk tapi ga brani karna temen ada yg nyangkut banyak. Misal dari capital bpk skr dibanding dl sdh brp %?kcukupan modal brp x biaya hidup bpk?tips trading ketika market crash? Ga usah exact number, cukup rasio2nya saja pak. Itu kalo bpk berkenan, thx Powered by Telkomsel BlackBerry® ________________________________ From: "TungCuan" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 2 Jun 2011 02:30:55 +0000 To: saham<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ? Bro bronis,Saya awalnya juga kerja karena modal kecil . Jadi kerja sambil main saham.setelah terkumpul modal yang lumayan dari untung main saham dan percaya diri bisa hidup dari saham karena sudah untung. Kemudian baru pada tahun 2008 saya trading for living. Karena keuntungan yang saya peroleh sudah jauh lebih banyak dari gaji saya dan juga dengan full time trader lebih banyak waktu untuk mencari keuntungan di trading. Jadi kalau diri kita tidak bisa belum tentu org lain juga. Powered by Merseyside BlackBerry® ________________________________ From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Thu, 2 Jun 2011 02:05:16 +0000 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ? Pak Tung, Tenang saja pak, saya juga pernah waktu nanya di milis ini suatu prospek saham dijawab dgn " don't dream bro", saya hanya reply dgn menyeringai saja :D. Nyatanya saham yaƞg saya tanya teutep ngasi profit ke saya. Drpd ngurusin para dream killer itu, sy lebih sangat tertarik mendengar atau membaca tepatnya, sharing perjalanan bpk sampai bisa trading for living pak. Pasti byk yg lebih tertarik. Kalau bisa tolong disharing pak ceritanya? Thx Powered by Telkomsel BlackBerry® ________________________________ From: "TungCuan" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 1 Jun 2011 18:03:34 +0000 To: saham<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ? Komentar pak harry sangat tidak sopan.. Betull seperti kata pak lukman.. Pak harry gak bisa belum tentu orang lain gak bisa.. Saya juga murni hidup dari trading saham dan awalnya juga mulai dari modal kecil.. Dan banyak juga teman teman seprofesi yang hidup dari trading saham dari kecil sekarang menjadi besar.. Jadi jangan menghina profesi orang lain.. Karena bagi saya trading saham adalah profesi saya.. Powered by Merseyside BlackBerry® ________________________________ From: Lukman jkt <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 2 Jun 2011 00:38:50 +0700 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: [saham] Fwd: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ? Pak Harry Moerdani. Awal nya topik ini , adalah buat di diskusi . di milis ini . sedangkan bila di rasa memungkin kan kedepan akan di lakukan oleh anak ku . Sedangkan bila menurut bapak, dan bapak sendiri tidak dapat me lakukan / di wujudkan ? Itu tidak bisa di jadi kan asumsi bahwa semua orang akan sama dengan bapak . Bukan kan lebih baik bapak membantu saya dengan memberikan data ? Berapakah persen kah ? , keuntungan nya dari total modal yg pantes dalam setahun nya . sedangkan untuk ke kecupan modal nya tergantung berapakah biaya hidup perbulan nya yg di perlukan ? Mohon dengan sangat . setelah saya berikan perhitungan nya itu pun . kan masih belum terlambat untuk mengatakan hal itu adalah mimpi ? dari pada bila nanti nya . perhitungan yg saya berikan cukup masuk di akal . apakah bapak juga bersedia meminta maaf ? Salam Lukman ---------- Forwarded message ---------- From: Harry Moerdani <[email protected]> Date: 2011/6/2 Subject: Re: Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ? To: Lukman jkt <[email protected]> hanya orang-orang malas yang punya pikiran macam kau 2011/6/1 Lukman jkt <[email protected]> Jangan pesimis dulu , kawan ku > >Bila bapak belum tau apa yg saya rencanakan , bagaimana kah bapak sudah dapat >mengambil kesimpulan demikian ? > > > > >Salam diskusi . > > >Lukman > > > > > > > > > > > >2011/6/1 Harry Moerdani <[email protected]> > >KERJA YANG RAJIN, JANGAN MIMPI ! > > >-- >Lukman > > -- Lukman
