Jawabannya bisa dijawab dengan pertanyaan juga, bisakan kira2 dengan modal
10-50 juta hidup bergantung dari usaha lain?
Jawabannya atas pertanyaan itu bisa ya bisa tidak.
Tergantung dari berapa besar biaya hidup bulanannya.
Tapi setahu saya, Pak Lukman bertanyanya justru, berapa modal yg dibutuhkan
untuk bisa hidup dari saham :)

Poin yg ingin saya sampaikan adalah mengajak kita semua untuk realistis saja
dalam hidup.
Jangan sampai besar pasak dari pada tiang. Dan jangan membuat target yg
terlalu muluk2 :)

Dengan modal 10 juta, kita bisa jualan bakmi gerobak dorong.
Kalau kita beruntung karena bakmi dorong kita enak, maka bisa saja laku 50
mangkok sehari.
Kalau setiap satu mangkok bakmi yg kita jual dengan harga 8000, kita untung
bersih 4000, maka sehari kita bisa untung 200 ribu. Kalau sebelum kita hanya
jualan 20 hari, maka sebulan kita dapat penghasilan bersih 4 juta.
Kalau penghasilan bersih kita sekitar 4 juta, maka kalau pengeluaran rutin
bulanan kita 10 juta, maka jelas kita akan tergerogoti modalnya. Kalau
pengeluaran rutin kita 5 juta, juga masih tergerogoti modal kita.
Kalau pengeluaran rutin kita 4 juta, maka impas2an, tapi jadi beresiko
manakala suatu saat bakmi kita pas kurang laku, mungkin karena hujan lebat
atau hal lain.
Tapi, kalau pengeluaran kita per bulan bisa ditekan jadi hanya 1 juta, maka
ada sisa 3 juta per bulan untuk ditabung, untuk jaga2 bila terjadi sesuatu
diluar perkiraan.

Kasus yang berbeda, bisa membuat kesimpulang yang berbeda, maupun
masukan/usulan tindakan yang berbeda pula. Semakin jelas dan detil kondisi
dan batasan2 yg diberikan, maka akan semakin fokus jawaban/kemungkinan
solusi yang dapat diberikan oleh penjawab. :)

Coba tanyakan lagi ke Pak Lukman, apakah memang yang ditanyakan beliau
memang demikian? :)


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/6/3 Ferry Wachjudi <[email protected]>

>
>
> Bang Ian,
>
> Mungkin maksudnya Pak Lukman dengan modal yg kecil (katakanlah 10jt-50jt)
> bisakah hidup bergantung dari saham?
>
> Rgds,
>
>
> 2011/6/2 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>
>>
>>
>> Untuk membuka wawasan kita agar bisa lebih memahami arti dari
>> pertanyaan posting Pak Lukman dengan subyek "Hidup bergantung pada
>> saham . mungkin kah ?", maka saya ingin melontarkan pertanyaan yang
>> senada yang saya buat sebagai subyek posting ini yaitu "Hidup
>> Bergantung Pada Usaha Restoran, Mungkinkah?"
>>
>> Kata "usaha restoran" bisa dirubah jadi usaha2 lainnya seperti "usaha
>> salon", "usaha minimarket", "usaha toko roti", "usaha cafe", dst.
>>
>> Bila anda/kita mengatakan bisa, lalu mulailah berhitung, kira2 butuh
>> biaya berapa besarkah untuk investasi awal menjalankan usaha itu agar
>> hasilnya bisa untuk membiayai hidup kita.
>>
>> Selain itu, bila ternyata diawal usaha, ternyata tidak berjalan
>> seperti yang diharapkan, bagaimana kita meresponnya karena biaya hidup
>> bulanan harus jalan terus. Apakah akan mengambil modal kerja usaha
>> tersebut ataukah seperti apa?
>>
>> Bila ternyata usaha di sektor riil nya kurang berhasil seperti yang
>> diharapkan karena pendapatan yg didapat dikurangi biaya2, ternyata
>> keuntungannya belum cukup menutupi biaya hidup, lalu apa yang harus
>> dilakukan?
>>
>> Mungkin segitu saja dulu saya lontarkan beberapa pertanyaan yg bisa
>> mengarahkan menemukan jawaban akhir dari pertanyaan yang sesungguhnya
>> mungkin ada dibenak para sahabat di sini, termasuk mungkin Pak Lukman
>> :)
>>
>> jabat erat,
>> Irwan Ariston Napitupulu
>>
>
>
>
> 

Kirim email ke