Waduh saya ikut deh..asal minimalnya sama dgn minimalnya olt ya hehee :) Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
-----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sat, 4 Jun 2011 02:36:02 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Hidup Bergantung Pada Usaha Restoran, Mungkinkah? Dulu banget seingat saya bang Ian pernah menyampaikan dimilis ini mau mengelola dana bagi siapa yang mau bekerjasama dengan perjanjian. Entah sekarang masih berlaku atau tidak. Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sat, 4 Jun 2011 02:27:35 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Hidup Bergantung Pada Usaha Restoran, Mungkinkah? bro ian buka franchise saham aja deh Pasti ane join deh drpd pusing2. Pasti banyak yg mau join deh Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: lie cin <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 4 Jun 2011 10:24:11 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Hidup Bergantung Pada Usaha Restoran, Mungkinkah? saya tambahin dikit y bang.. dalam setiap memulai usaha,mau usaha real maupun di saham semuanya butuh biaya/waktu,"TIDAK LANGSUNG BISA". seperti yg di kemukakan bang Ian "Kalau kita beruntung karena bakmi dorong kita enak, maka bisa saja laku 50 mangkok sehari." sebenarnya kata beruntung nya kurang cocok penempatan nya, untuk bakmi yg enak, dibutuhkan ekperimen / proses belajar lagi, seperti penambahan bumbu atau pun cara memasak... karena tidak setiap orang yg langsung memiliki "KEMAMPUAN" tanpa proses nya. nah klo sudah bisa membuat bakmi enak,disini baru membutuhkan KEBERUNTUNGAN, bukan kah demikian bang Ian??? seperti di dunia saham,tidak ada yg langsung bisa... kecuali di titip ke broker, itupun kita harus mengetahui kinerja sang broker... mohon maaf bila ada kata-kata yg kurang...ini hanya pendapat spontan saja... ________________________________ From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sat, June 4, 2011 12:16:03 AM Subject: Re: [saham] Hidup Bergantung Pada Usaha Restoran, Mungkinkah? Jawabannya bisa dijawab dengan pertanyaan juga, bisakan kira2 dengan modal 10-50 juta hidup bergantung dari usaha lain? Jawabannya atas pertanyaan itu bisa ya bisa tidak. Tergantung dari berapa besar biaya hidup bulanannya. Tapi setahu saya, Pak Lukman bertanyanya justru, berapa modal yg dibutuhkan untuk bisa hidup dari saham :) Poin yg ingin saya sampaikan adalah mengajak kita semua untuk realistis saja dalam hidup. Jangan sampai besar pasak dari pada tiang. Dan jangan membuat target yg terlalu muluk2 :) Dengan modal 10 juta, kita bisa jualan bakmi gerobak dorong. Kalau kita beruntung karena bakmi dorong kita enak, maka bisa saja laku 50 mangkok sehari. Kalau setiap satu mangkok bakmi yg kita jual dengan harga 8000, kita untung bersih 4000, maka sehari kita bisa untung 200 ribu. Kalau sebelum kita hanya jualan 20 hari, maka sebulan kita dapat penghasilan bersih 4 juta. Kalau penghasilan bersih kita sekitar 4 juta, maka kalau pengeluaran rutin bulanan kita 10 juta, maka jelas kita akan tergerogoti modalnya. Kalau pengeluaran rutin kita 5 juta, juga masih tergerogoti modal kita. Kalau pengeluaran rutin kita 4 juta, maka impas2an, tapi jadi beresiko manakala suatu saat bakmi kita pas kurang laku, mungkin karena hujan lebat atau hal lain. Tapi, kalau pengeluaran kita per bulan bisa ditekan jadi hanya 1 juta, maka ada sisa 3 juta per bulan untuk ditabung, untuk jaga2 bila terjadi sesuatu diluar perkiraan. Kasus yang berbeda, bisa membuat kesimpulang yang berbeda, maupun masukan/usulan tindakan yang berbeda pula. Semakin jelas dan detil kondisi dan batasan2 yg diberikan, maka akan semakin fokus jawaban/kemungkinan solusi yang dapat diberikan oleh penjawab. :) Coba tanyakan lagi ke Pak Lukman, apakah memang yang ditanyakan beliau memang demikian? :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/6/3 Ferry Wachjudi <[email protected]> > >Bang Ian, > >Mungkin maksudnya Pak Lukman dengan modal yg kecil (katakanlah 10jt-50jt) >bisakah hidup bergantung dari saham? > >Rgds, > > > >2011/6/2 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > > >>Untuk membuka wawasan kita agar bisa lebih memahami arti dari >>pertanyaan posting Pak Lukman dengan subyek "Hidup bergantung pada >>saham . mungkin kah ?", maka saya ingin melontarkan pertanyaan yang >>senada yang saya buat sebagai subyek posting ini yaitu "Hidup >>Bergantung Pada Usaha Restoran, Mungkinkah?" >> >>Kata "usaha restoran" bisa dirubah jadi usaha2 lainnya seperti "usaha >>salon", "usaha minimarket", "usaha toko roti", "usaha cafe", dst. >> >>Bila anda/kita mengatakan bisa, lalu mulailah berhitung, kira2 butuh >>biaya berapa besarkah untuk investasi awal menjalankan usaha itu agar >>hasilnya bisa untuk membiayai hidup kita. >> >>Selain itu, bila ternyata diawal usaha, ternyata tidak berjalan >>seperti yang diharapkan, bagaimana kita meresponnya karena biaya hidup >>bulanan harus jalan terus. Apakah akan mengambil modal kerja usaha >>tersebut ataukah seperti apa? >> >>Bila ternyata usaha di sektor riil nya kurang berhasil seperti yang >>diharapkan karena pendapatan yg didapat dikurangi biaya2, ternyata >>keuntungannya belum cukup menutupi biaya hidup, lalu apa yang harus >>dilakukan? >> >>Mungkin segitu saja dulu saya lontarkan beberapa pertanyaan yg bisa >>mengarahkan menemukan jawaban akhir dari pertanyaan yang sesungguhnya >>mungkin ada dibenak para sahabat di sini, termasuk mungkin Pak Lukman >>:) >> >>jabat erat, >>Irwan Ariston Napitupulu >> > > >
