Jadi ada pilihan buat yg memilih utk tidak terlalu aktif dan bg yg sudah 
berkali trading msh aja gagal

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Purcahyadi - <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 4 Jun 2011 05:33:12 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Hidup Bergantung Pada Usaha Restoran, Mungkinkah?

Bisa aja ide-nya bro.....






2011/6/4 <[email protected]>

>
>
> bro ian buka franchise saham aja deh
> Pasti ane join deh
> drpd pusing2.
>
> Pasti banyak yg mau join deh
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> ------------------------------
> *From: * lie cin <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Sat, 4 Jun 2011 10:24:11 +0800 (SGT)
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [saham] Hidup Bergantung Pada Usaha Restoran, Mungkinkah?
>
>
>
> saya tambahin dikit y bang..
> dalam setiap memulai usaha,mau usaha real maupun di saham
> semuanya butuh biaya/waktu,"TIDAK LANGSUNG BISA".
>
> seperti yg di kemukakan bang Ian
> "Kalau kita beruntung karena bakmi dorong kita enak,
> maka bisa saja laku 50 mangkok sehari."
>
> sebenarnya kata beruntung nya kurang cocok penempatan nya,
> untuk bakmi yg enak, dibutuhkan ekperimen / proses belajar lagi,
> seperti penambahan bumbu atau pun cara memasak...
> karena tidak setiap orang yg langsung memiliki "KEMAMPUAN" tanpa proses
> nya.
>
> nah klo sudah bisa membuat bakmi enak,disini baru membutuhkan
> KEBERUNTUNGAN,
> bukan kah demikian bang Ian???
>
> seperti di dunia saham,tidak ada yg langsung bisa...
> kecuali di titip ke broker, itupun kita harus mengetahui kinerja sang
> broker...
>
> mohon maaf bila ada kata-kata yg kurang...ini hanya pendapat spontan
> saja...
>
> ------------------------------
> *From:* Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Sat, June 4, 2011 12:16:03 AM
> *Subject:* Re: [saham] Hidup Bergantung Pada Usaha Restoran, Mungkinkah?
>
>
>
> Jawabannya bisa dijawab dengan pertanyaan juga, bisakan kira2 dengan modal
> 10-50 juta hidup bergantung dari usaha lain?
> Jawabannya atas pertanyaan itu bisa ya bisa tidak.
> Tergantung dari berapa besar biaya hidup bulanannya.
> Tapi setahu saya, Pak Lukman bertanyanya justru, berapa modal yg dibutuhkan
> untuk bisa hidup dari saham :)
>
> Poin yg ingin saya sampaikan adalah mengajak kita semua untuk realistis
> saja dalam hidup.
> Jangan sampai besar pasak dari pada tiang. Dan jangan membuat target yg
> terlalu muluk2 :)
>
> Dengan modal 10 juta, kita bisa jualan bakmi gerobak dorong.
> Kalau kita beruntung karena bakmi dorong kita enak, maka bisa saja laku 50
> mangkok sehari.
> Kalau setiap satu mangkok bakmi yg kita jual dengan harga 8000, kita untung
> bersih 4000, maka sehari kita bisa untung 200 ribu. Kalau sebelum kita hanya
> jualan 20 hari, maka sebulan kita dapat penghasilan bersih 4 juta.
> Kalau penghasilan bersih kita sekitar 4 juta, maka kalau pengeluaran rutin
> bulanan kita 10 juta, maka jelas kita akan tergerogoti modalnya. Kalau
> pengeluaran rutin kita 5 juta, juga masih tergerogoti modal kita.
> Kalau pengeluaran rutin kita 4 juta, maka impas2an, tapi jadi beresiko
> manakala suatu saat bakmi kita pas kurang laku, mungkin karena hujan lebat
> atau hal lain.
> Tapi, kalau pengeluaran kita per bulan bisa ditekan jadi hanya 1 juta, maka
> ada sisa 3 juta per bulan untuk ditabung, untuk jaga2 bila terjadi sesuatu
> diluar perkiraan.
>
> Kasus yang berbeda, bisa membuat kesimpulang yang berbeda, maupun
> masukan/usulan tindakan yang berbeda pula. Semakin jelas dan detil kondisi
> dan batasan2 yg diberikan, maka akan semakin fokus jawaban/kemungkinan
> solusi yang dapat diberikan oleh penjawab. :)
>
> Coba tanyakan lagi ke Pak Lukman, apakah memang yang ditanyakan beliau
> memang demikian? :)
>
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
> 2011/6/3 Ferry Wachjudi <[email protected]>
>
>>
>>
>> Bang Ian,
>>
>> Mungkin maksudnya Pak Lukman dengan modal yg kecil (katakanlah 10jt-50jt)
>> bisakah hidup bergantung dari saham?
>>
>> Rgds,
>>
>>
>> 2011/6/2 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>>
>>>
>>>
>>> Untuk membuka wawasan kita agar bisa lebih memahami arti dari
>>> pertanyaan posting Pak Lukman dengan subyek "Hidup bergantung pada
>>> saham . mungkin kah ?", maka saya ingin melontarkan pertanyaan yang
>>> senada yang saya buat sebagai subyek posting ini yaitu "Hidup
>>> Bergantung Pada Usaha Restoran, Mungkinkah?"
>>>
>>> Kata "usaha restoran" bisa dirubah jadi usaha2 lainnya seperti "usaha
>>> salon", "usaha minimarket", "usaha toko roti", "usaha cafe", dst.
>>>
>>> Bila anda/kita mengatakan bisa, lalu mulailah berhitung, kira2 butuh
>>> biaya berapa besarkah untuk investasi awal menjalankan usaha itu agar
>>> hasilnya bisa untuk membiayai hidup kita.
>>>
>>> Selain itu, bila ternyata diawal usaha, ternyata tidak berjalan
>>> seperti yang diharapkan, bagaimana kita meresponnya karena biaya hidup
>>> bulanan harus jalan terus. Apakah akan mengambil modal kerja usaha
>>> tersebut ataukah seperti apa?
>>>
>>> Bila ternyata usaha di sektor riil nya kurang berhasil seperti yang
>>> diharapkan karena pendapatan yg didapat dikurangi biaya2, ternyata
>>> keuntungannya belum cukup menutupi biaya hidup, lalu apa yang harus
>>> dilakukan?
>>>
>>> Mungkin segitu saja dulu saya lontarkan beberapa pertanyaan yg bisa
>>> mengarahkan menemukan jawaban akhir dari pertanyaan yang sesungguhnya
>>> mungkin ada dibenak para sahabat di sini, termasuk mungkin Pak Lukman
>>> :)
>>>
>>> jabat erat,
>>> Irwan Ariston Napitupulu
>>>
>>
>>
>>
>>
>    
>

Kirim email ke