all, 
terlalu ekstrim data bang Irwan bahwa 90% small bisnis bangkrut di AS, padahal 
China  dan India menjadi raksasa ekonomi dunia karena UKM mereka, saya 
kebetulan pernah beberapa kali ke China dan menyaksikan benar bagaimana 
hebatnya UKM mereka!

Menurut saya bukan hanya small bisnis yang bisa bangkrut, bisnis saham pun bisa 
habis duitnya, jadi risiko nya sama saja dengan bisnis riil, hanya saja kalau 
bisnis riil sudah jalan seperti saya maka tentunya pilihan prioritas pasti di 
bisnis riil + income tambahan dari saham
Kalau ada contoh bisnis kecil berhasil, banyak teman2 saya yang mulai dari NOL 
sekarang sudah punya omset miliaran, meskipun yang gagal juga ada
Jadi bisnis apapun (termasuk saham) jika dikuasai pasti berhasil, tapi jika 
tanggung2 itu akan habis, kuncinya PROFESIONAL dan ULET

Mungkin itu pendapat saya

salam
--- Pada Jum, 3/6/11, Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> menulis:

Dari: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Judul: Re: [saham] Hidup Bergantung Pada Usaha Restoran, Mungkinkah?
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 3 Juni, 2011, 5:23 PM















 
 



  


    
      
      
      Fakta statistik di AS menunjukkan, small business ketika memulai 
usahanya, 90% dalam 5 tahun akan bangkrut.

Silakan sebutkan satu usaha real atau sektor real atau apapun istilah yang 
ingin digunakan untuk sebagai contoh. Lalu kita lihat, butuh modal berapa besar 
untuk memulainya. Berapa perkiraan keuntungannya dalam setahun dari omzet 
berapa besar.

Nanti saya tunjukan resiko2 kemungkinan kegagalan dari usaha tersebut.

Silakan dipilih asumsi untuk memenuhi kebutuhan hidup 1 juta per bulan, atau 5 
juta per bulan, atau 10 juta perbulan. Dengan bicara lebih detil, mudah2an 
banyak diantara kita mendapatkan persepsi yang benar akan usaha real dilapangan 
vs usaha real di trading saham. Masing2 memiliki resikonya sendiri, dan masing2 
juga memiliki potensinya sendiri2. :)


Dengan bicara contoh langsung, maka akan makin jelas yang bisa dibahas. Silakan 
Pak Lukman bila ingin memberikan contoh usaha real yang dilapangan.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu


2011/6/3 Lukman jkt <[email protected]>







        

















Hidup bergantung pada usaha real :  

Kelebihan nya :
Ini lebih menjanjikan keuntungan yg relatif lebih stabil.


Bahkan sebagian di beri pinjaman dengan bunga sebesar sekitar 3% sebulan pun 
masih sanggup. (BRI)
Persentase dari pengembalian modal nya  cukup besar. 
Bahkan ada yg bisa mencapai  ratusan persen dalam sebulan bila di bandingkan 
dengan total asset nya. 


Modal yang di butuh kan pun,  relatif lebih kecil dari pada di saham. 
Rata rata sudah sejak kecil mengenal nya. 
Tidak memerlukan pendidikan yg tinggi , bahkan sebagian pelaku nya ada yg cuma 
lulusan SD nya





Kekurangan nya :
Ada keterbatasan  di skala yg dapat di kelola. 
Sering nya . penambahan modal , belum tentu akan dapat meningkatkan laba nya. 


Memerlukan jiwa wiraswata yg cukup tinggi , di sampin keuletan dalam menghadapi 
persaingan. 




Masih ada beberapa hal . yg saat ini belum terpikirkan oleh ku.

Alangkah baik nya , bila ada yg bersedia menyempurnakan atau  meralat nya . 




Salam 

Lukman 


 
















2011/6/2 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>


Untuk membuka wawasan kita agar bisa lebih memahami arti dari

pertanyaan posting Pak Lukman dengan subyek "Hidup bergantung pada

saham . mungkin kah ?", maka saya ingin melontarkan pertanyaan yang

senada yang saya buat sebagai subyek posting ini yaitu "Hidup

Bergantung Pada Usaha Restoran, Mungkinkah?"



Kata "usaha restoran" bisa dirubah jadi usaha2 lainnya seperti "usaha

salon", "usaha minimarket", "usaha toko roti", "usaha cafe", dst.



Bila anda/kita mengatakan bisa, lalu mulailah berhitung, kira2 butuh

biaya berapa besarkah untuk investasi awal menjalankan usaha itu agar

hasilnya bisa untuk membiayai hidup kita.



Selain itu, bila ternyata diawal usaha, ternyata tidak berjalan

seperti yang diharapkan, bagaimana kita meresponnya karena biaya hidup

bulanan harus jalan terus. Apakah akan mengambil modal kerja usaha

tersebut ataukah seperti apa?



Bila ternyata usaha di sektor riil nya kurang berhasil seperti yang

diharapkan karena pendapatan yg didapat dikurangi biaya2, ternyata

keuntungannya belum cukup menutupi biaya hidup, lalu apa yang harus

dilakukan?



Mungkin segitu saja dulu saya lontarkan beberapa pertanyaan yg bisa

mengarahkan menemukan jawaban akhir dari pertanyaan yang sesungguhnya

mungkin ada dibenak para sahabat di sini, termasuk mungkin Pak Lukman

:)



jabat erat,

Irwan Ariston Napitupulu





------------------------------------



Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.



SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.





[email protected] untuk berhenti dari milis saham

[email protected] untuk bergabung ke milis saham

Yahoo! Groups Links



    http://groups.yahoo.com/group/saham/



    Individual Email | Traditional



    http://groups.yahoo.com/group/saham/join

    (Yahoo! ID required)



    [email protected]

    [email protected]



    [email protected]



    http://docs.yahoo.com/info/terms/






-- 
Lukman












    
    














    
     

    
    


 



  








Kirim email ke