Ganti topik donk... Bosen....jgn putar disini aja... Masih banyak yg bisa di bahas...ini seperti bahas telor dulu atau ayam dulu .. Semua ada pro n kontra... Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!
-----Original Message----- From: Sam A <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 6 Jun 2011 14:54:38 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Hidup Bergantung Pada Usaha Restoran, Mungkinkah? all, terlalu ekstrim data bang Irwan bahwa 90% small bisnis bangkrut di AS, padahal China dan India menjadi raksasa ekonomi dunia karena UKM mereka, saya kebetulan pernah beberapa kali ke China dan menyaksikan benar bagaimana hebatnya UKM mereka! Menurut saya bukan hanya small bisnis yang bisa bangkrut, bisnis saham pun bisa habis duitnya, jadi risiko nya sama saja dengan bisnis riil, hanya saja kalau bisnis riil sudah jalan seperti saya maka tentunya pilihan prioritas pasti di bisnis riil + income tambahan dari saham Kalau ada contoh bisnis kecil berhasil, banyak teman2 saya yang mulai dari NOL sekarang sudah punya omset miliaran, meskipun yang gagal juga ada Jadi bisnis apapun (termasuk saham) jika dikuasai pasti berhasil, tapi jika tanggung2 itu akan habis, kuncinya PROFESIONAL dan ULET Mungkin itu pendapat saya salam --- Pada Jum, 3/6/11, Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> menulis: Dari: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Judul: Re: [saham] Hidup Bergantung Pada Usaha Restoran, Mungkinkah? Kepada: [email protected] Tanggal: Jumat, 3 Juni, 2011, 5:23 PM Fakta statistik di AS menunjukkan, small business ketika memulai usahanya, 90% dalam 5 tahun akan bangkrut. Silakan sebutkan satu usaha real atau sektor real atau apapun istilah yang ingin digunakan untuk sebagai contoh. Lalu kita lihat, butuh modal berapa besar untuk memulainya. Berapa perkiraan keuntungannya dalam setahun dari omzet berapa besar. Nanti saya tunjukan resiko2 kemungkinan kegagalan dari usaha tersebut. Silakan dipilih asumsi untuk memenuhi kebutuhan hidup 1 juta per bulan, atau 5 juta per bulan, atau 10 juta perbulan. Dengan bicara lebih detil, mudah2an banyak diantara kita mendapatkan persepsi yang benar akan usaha real dilapangan vs usaha real di trading saham. Masing2 memiliki resikonya sendiri, dan masing2 juga memiliki potensinya sendiri2. :) Dengan bicara contoh langsung, maka akan makin jelas yang bisa dibahas. Silakan Pak Lukman bila ingin memberikan contoh usaha real yang dilapangan. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/6/3 Lukman jkt <[email protected]> Hidup bergantung pada usaha real : Kelebihan nya : Ini lebih menjanjikan keuntungan yg relatif lebih stabil. Bahkan sebagian di beri pinjaman dengan bunga sebesar sekitar 3% sebulan pun masih sanggup. (BRI) Persentase dari pengembalian modal nya cukup besar. Bahkan ada yg bisa mencapai ratusan persen dalam sebulan bila di bandingkan dengan total asset nya. Modal yang di butuh kan pun, relatif lebih kecil dari pada di saham. Rata rata sudah sejak kecil mengenal nya. Tidak memerlukan pendidikan yg tinggi , bahkan sebagian pelaku nya ada yg cuma lulusan SD nya Kekurangan nya : Ada keterbatasan di skala yg dapat di kelola. Sering nya . penambahan modal , belum tentu akan dapat meningkatkan laba nya. Memerlukan jiwa wiraswata yg cukup tinggi , di sampin keuletan dalam menghadapi persaingan. Masih ada beberapa hal . yg saat ini belum terpikirkan oleh ku. Alangkah baik nya , bila ada yg bersedia menyempurnakan atau meralat nya . Salam Lukman 2011/6/2 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Untuk membuka wawasan kita agar bisa lebih memahami arti dari pertanyaan posting Pak Lukman dengan subyek "Hidup bergantung pada saham . mungkin kah ?", maka saya ingin melontarkan pertanyaan yang senada yang saya buat sebagai subyek posting ini yaitu "Hidup Bergantung Pada Usaha Restoran, Mungkinkah?" Kata "usaha restoran" bisa dirubah jadi usaha2 lainnya seperti "usaha salon", "usaha minimarket", "usaha toko roti", "usaha cafe", dst. Bila anda/kita mengatakan bisa, lalu mulailah berhitung, kira2 butuh biaya berapa besarkah untuk investasi awal menjalankan usaha itu agar hasilnya bisa untuk membiayai hidup kita. Selain itu, bila ternyata diawal usaha, ternyata tidak berjalan seperti yang diharapkan, bagaimana kita meresponnya karena biaya hidup bulanan harus jalan terus. Apakah akan mengambil modal kerja usaha tersebut ataukah seperti apa? Bila ternyata usaha di sektor riil nya kurang berhasil seperti yang diharapkan karena pendapatan yg didapat dikurangi biaya2, ternyata keuntungannya belum cukup menutupi biaya hidup, lalu apa yang harus dilakukan? Mungkin segitu saja dulu saya lontarkan beberapa pertanyaan yg bisa mengarahkan menemukan jawaban akhir dari pertanyaan yang sesungguhnya mungkin ada dibenak para sahabat di sini, termasuk mungkin Pak Lukman :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links http://groups.yahoo.com/group/saham/ Individual Email | Traditional http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) [email protected] [email protected] [email protected] http://docs.yahoo.com/info/terms/ -- Lukman
