siapa dulu dong presidennya ?...uuuupppps :) On 7/3/11, Susanto Salim <[email protected]> wrote: > saya kira minimal kalo mau cabut subsidi (ngambil duit dari tangan rakyat) > pemerintah ya harus fair lah, kurangin lah fasilitas2 mewah yang ada...ane > sih taunya cuman mobil dinas nya mewah...tuh pembuat hukum (DPR) juga > kurangin anggarannya jangan jalan2 bawa keluarga ato rapat di hotel mewah. > At least jangan cuman rakyatnya yang harus berkorban (dikorbankan). > > ps: > kalo berharao korupsi berkurang ya masih susahlah, sistem nya harus > diperbaiki, jangan berharap orang suci tahan godaan yang jadi pejabat, tapi > harus punya sistem yang membuat iblis pun sulit korupsi. > ----------- > *A man is incapable of comprehending any argument that interferes with his > revenue. > -- René Descartes* > > > 2011/7/2 <[email protected]> > >> ** >> >> >> ** Ya, subsidinya mending buat ningkatin intelejensia rakyat via program2 >> pendidikan. >> >> indahnya berbagi >> ------------------------------ >> *From: * positif01 <[email protected]> >> *Sender: * [email protected] >> *Date: *Sat, 2 Jul 2011 14:27:47 +0700 >> *ReplyTo: * [email protected] >> *Subject: *[saham] Kurtubi: Lebih Baik Naikkan BBM >> >> >> >> Daripada Fatwa Haram, Lebih Baik Naikkan BBM >> "Kalau sekarang difatwakan sebagai yang haram, sulit diterima oleh nalar >> yang sehat." >> >> '+' >> >> >> http://bisnis.vivanews.com/news/read/229957-naikkan-harga-bbm-lebih-baik-dibanding-fatwa >> >> VIVAnews- Pengamat perminyakan Kurtubi menilai tak perlu ada fatwa dari >> Majelis Ulama Indonesia yang menyatakan orang mampu haram membeli bahan >> bakar minyak bersubsidi. Pemerintah lebih baik menaikkan harga BBM agar >> perbedaan harga dengan BBM non subsidi lebih kecil. >> >> Kurtubi berpendapat dibanding opsi pembatasan BBM bersubsidi hanya untuk >> rakyat tak mampu, ia lebih memilih kebijakan menaikkan harga BBM. Kenaikan >> harga BBM itu akan mengurangi jumlah subsidi BBM dan memperkecil perbedaan >> harga nonsubsidi. >> >> "Namun pemerintah harus menjelaskan kepada rakyat bahwa dana yang dihemat >> dari kenaikan BBM ini akan dipakai untuk infrastruktur atau program >> pemerintah lainnya" ujar Kurtubi ketika dihubungi VIVAnews di Jakarta, >> Rabu, >> 29 Juni 2011. >> >> Jika APBN hampir jebol, pemerintah bisa menaikkan harga BBM bersubsidi >> Rp1.000 dari Rp4.500 menjadi Rp5.500. Namun opsi pembatasan bagi orang >> mampu >> pelaksanaannya lebih sulit dan pengawasannya lemah. >> >> Menurut di, masalah subsidi BBM sudah ada sejak 30 tahun lalu. "Kalau >> sekarang difatwakan sebagai yang haram, sulit diterima oleh nalar yang >> sehat." >> >> Meski APBN hampir jebol, namun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral >> belum juga menetapkan kebijakan pengaturan BBM bersubsidi. Padahal >> Kementerian Keuangan mendesak pembatasan bahan bakar minyak bersubsidi >> secepatnya dilakukan, atau paling lambat tahun ini agar defisit APBN tak >> lebih dari 2,1 persen. Hal itu disebabkan tren konsumsi BBM bersubsidi >> sudah >> lebih tinggi dibanding biasanya. >> >> Awalnya, pemerintah mematok defisit sebesar 1,8 persen dalam APBN 2011. >> Target defisit itu terkait perubahan harga minyak mentah Indonesia, >> lifting, >> dan nilai tukar rupiah, sehingga terjadi perubahan subsidi listrik dan >> BBM. >> >> >> >
------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
