Ada tuh di twitter. tinggal berani atau tidak. Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: lie cin <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 4 Jul 2011 12:30:28 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] IHSG berpeluang ke 4000 minggu ini. nah klo ada pertanyaan begini,apa sudi bang ian kasih contekan mangsa nyaa?? hehhehee atau kembali ke twiter nya saja y??? ________________________________ From: "[email protected]" <[email protected]> To: [email protected] Sent: Mon, July 4, 2011 11:08:28 AM Subject: Re: [saham] IHSG berpeluang ke 4000 minggu ini. Bang, minta masukan dong mangsa apa yg bisa direkomendasikan utk dikoyak2? I like gaya bahasanya.... Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT ________________________________ From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 4 Jul 2011 11:03:00 +0700 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] IHSG berpeluang ke 4000 minggu ini. Kalau saya perhatikan, beberapa orang masih suka kecampur2 antara urusan trading vs investasi. Trading dan investasi bagi saya adalah dua hal yg berbeda. Untuk trading, saya fokus di grafik. Untuk investasi, saya fokus di valuasi dengan mengacu pada kondisi ekonomi makro dunia. Ada orang yang mengartikan kalau masuk ke saham otomatis dilihat sebagai investasi di saham. Beli saham = investasi di saham. Boleh2 saja mengartikan demikian, hanya saja saya pribadi membedakan pengertian investasi vs trading. Jadi, ketika saya masuk untuk trading, dibacanya atau dilihatnya adalah dalam konteks pengertian trading yg saya suka gunakan. Market untuk trading, saya bedakan dalam beberapa situasi dan kondisi. Ada market bearish, ada market sideways, ada market bullish. Ada bearish jangka pendek, bearish jangka menengah, bearish jangka panjang. Demikian juga untuk bullish, ada bullish jangka pendek, bullish jangka menengah, bullish jangka panjang. Dalam trading, saya ini bisa dibilang bergaya seperti buaya. Terkadang saya tenang memperhatikan calon mangsa (saham) sehingga tradingnya cenderung konservatif alias kalem saja. Money management pun cenderung konservatif. Terkadang disituasi tertentu saya berubah jadi buas, langsung menyerang calon mangsa dengan ganas, mengoyak2 mangsa dan menikmati dagingnya setelah tidur saya tertidur pulas karena perut kekenyangan. Jadi, dalam situasi tertentu, saya bisa melakukan money management untuk trading secara agresif ketika melihat suatu peluang yg jarang bisa ditemukan. Beberapa orang yg tahu hal tersebut, menyebut saya dengan istilah edan dan nekad. Tapi saya pribadi sudah mengukur kekuatan calon mangsa layaknya buaya yg mengintai dan mengukur kekuatan mangsanya. Jadi, istilah "bermain aman" ditulis dalam tanda petik sudah tepat. Karena bermain aman bukan selalu konservatif dan tidak agresif. Dalam situasi tertentu, saya bisa sangat agresif dalam ambil posisi trading. Saya suka memperhitungkan antara probabilita dan risk/reward nya. Ketika probabilitanya untuk naik besar, dan resiko loss nya cenderung kecil, maka saya akan berubah jadi sangat agresif karena memang kondisi demikian bisa dibilang jarang muncul. :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2011/7/4 lie cin <[email protected]> > > >trims masukan nya bang ian, bisa di terima dengan baik kok... >setiap orang punya trading plan masing-masing,bagi saya cara bang ian >adalah "bermain aman" / "Safety Play/Trading" > >"Misalkan bisa saja hari ini saya 100% cash lagi, lalu 3 hari lagi 100% saham >lagi, lalu minggu depan 100% cash lagi" dan "Saya hanya pedagang saja, beli >jual >saham, cari cuan sekedarnya saja, cukup untuk makan siang dan makan malam :)" > >jadi klo ada analisis yg kasih prediksi / analisa baik itu IHSG atau pun >emiten >tertentu, >semuanya jangan di telan bulat-bulat,bukankah demikian maksudnya??? > >kadang ada beberapa anggota milis yg menanggapi nya secara "OVER", > >bagi saya secara pribadi,setiap ada yg posting analisa nya, >menjadi contekan saya untuk mereview analisa tersebut, >apabila tidak masuk dalam kategori / menghasilkan cuan,saya abaikan... > > > > > > ________________________________ From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Mon, July 4, 2011 10:11:58 AM >Subject: Re: [saham] IHSG berpeluang ke 4000 minggu ini. > > > >Saya memang tidak memosting di milis saham. Saya menyebutkan IHSG berpeluang >membuat new high yg baru dengan target 3900 dalam waktu dekat pada tanggal 23 >Juni 2011 di Indovision channel 95 secara live. Rekaman videonya bisa dilihat >kembali di youtube. > >Pernyataan saya di Indovision tanggal 23 Juni 2011 bagi saya sudah cukup >jelas >memberikan sinyal bahwa saya sudah terjun lagi untuk trading, sudah masuk dan >keluar lagi di saham setiap saat setelah 2-3 minggu saya istirahat dari dunia >trading saham. > >Yang ingin saya sampaikan soal 100% di saham itu dalam konteks bahwa trading >itu >tidak harus tiap hari buy and sell. Terkadang istirahat 2-3 minggu seperti yg >saya lakukan dengan 100% cash beberapa waktu lalu (anggap saja cuti trading), >kemudian masuk kembali setelah merasa situasi untuk trading sudah lumayan aman >dan berpeluang kasih profit, sebenarnya bisa menghasilkan cuan yg tidak kecil >seperti yg saya lakukan, 13-14% dalam kurun waktu 23 Juni sampai 1 Juli 2011. >Kesabaran dalam trading, sebenarnya tidak terlalu mengecewakan hasilnya. >Prioritas utama saya dalam trading dan investasi adalah memproteksi aset saya. >Saya belajar dari kasus 2008 lalu. Setelah itu baru memikirkan akselerasi >ataupun pertumbuhan dari aset saya. > >Kalau soal keluar masuk di account trading, sejak 3-4 Juni 2011 lalu suka saya >sebutkan bahwa untuk trading, saya bisa masuk keluar kapanpun sementara untuk >investasi saya masih bersabar menunggu kejelasan kondisi makro dunia yg mana >akan saya review (setidaknya untuk pribadi) sekitar lebaran nanti. > >Saya menggunakan chart untuk keputusan trading di saham. Sementara untuk >keputusan investasi, saya menggunakan data2 makro ekonomi dunia untuk >mendapatkan iklim investasi karena bersifat jangka panjang (tahunan). > >Untuk trading sekarang pun, setiap saat saya bisa 100% cash lagi. Misalkan >bisa >saja hari ini saya 100% cash lagi, lalu 3 hari lagi 100% saham lagi, lalu >minggu >depan 100% cash lagi. Tentunya saya tidak berencana melaporkan secara detil >dan >rinci untuk urusan trading spt itu. Tapi setidaknya, saat ini saya ingin >menyampaikan bagi saya saat ini (sejak 23 Juni 2011), situasi sudah cukup >nyaman >lagi untuk trading dengan tetap waspada dan fokus pada sinyal2 di grafik. > >Ketika suatu saham terasa sudah terlalu tinggi naiknya secara grafik, dan ada >peluang koreksi sehat, maka saya bisa realisasikan profit yg ada, pindah ke >saham lain yg punya potensi lumayan untuk naik. Lalu setelah naiknya mulai >jenuh, saya pindah lagi ke saham lain. Begitu saja seterusnya, pindah2 saham, >karena memang dalam dunia trading, tidak saya tidak mengenal loyalitas ke >saham2 >tertentu. Saya hanya pedagang saja, beli jual saham, cari cuan sekedarnya >saja, >cukup untuk makan siang dan makan malam :) > >jabat erat, >Irwan Ariston Napitupulu > > >2011/7/4 ihsg <[email protected]> > > >> >> >>Sepertinya Pak Irwan belum pernah posting mengenai 100% saham di account >>trading >>di tgl 23 Juni yah? Atau mungkin saya yang ketinggalan postingannya pak. >> >> >> >> >> >> >> >>From:[email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Irwan >>Ariston Napitupulu >>Sent: 04 Juli 2011 8:57 >>To: [email protected] >>Subject: [saham] IHSG berpeluang ke 4000 minggu ini. >> >> >>Secara grafik, IHSG berpeluang ke 4000 minggu ini. >> >>Untuk saham2, silakan lihat di twitter saya, @irwanariston >> >>Hari Rabu 23 Juni 2011, di Indovision channel 95, saya sudah memperkirakan >>IHSG >>ke 3900 dalam waktu dekat berikut dengan alasannya. Silakan dilihat >>rekamannya >>di >> >> >>http://www.youtube.com/watch?v=yYkP_fWkaH4 >> >>Untuk account trading, sejak 23 Juni 2011 itu pun saya sudah 100% di saham. >>Seperti sejak awal saya sebutkan ketika saya 100% cash di account trading dan >>100% cash di account investasi, untuk account trading, saya bisa masuk dan >>keluar kapanpun. Dan saya sempat menganggur tidak trading alias 100% cash >>selama >>sekitar 3 minggu sebelum akhirnya 100% saham di tanggal 23 Juni tersebut. >>Dengan >>kesabaran menunggu arah lebih jelas untuk trading, ternyata hasilnya juga >>tidak >>terlalu mengecewakan, aset meningkat sekitar 13-14% dalam kurun waktu sejak >>23 >>Juni 2011 sampai penutupan Jumat 1 Juli 2011. >> >>Yang ingin saya tunjukan adalah trading membutuhkan kesabaran. Tidak selalu >>harus 100% saham selamanya, dan juga tidak harus 100% cash selamanya. Trading >>ibarat dagang. Trading saat market rally, lebih gampang dibanding trading >>saat >>market sedang turun atau tidak jelas. Sama seperti dagang buah kurma, lebih >>mudah dagang buah kurma saat bulan puasa ketimbang dagang buah kurma di luar >>bulan puasa. :) >> >>Sesuaikanlah dengan toleransi resiko masing2, karena setiap orang bisa >>memiliki >>toleransi resiko yang berbeda. >> >>Untuk account investasi, saya masih di 50% rupiah dan 50% USD. Belum akan >>dirubah sampai di review sekitar lebaran nanti seperti yang sudah saya >>katakan >>sejak awal. Hal ini karena untuk account investasi, time frame nya adalah >>tahunan, bukan harian atau pun bulanan. Untuk investasi, saya akan kembali >>masuk >>ketika merasa situasi makro sudah kondusif lagi. Saat ini ancaman krisis di >>Yunani dan Eropa belum pudar. Data ISM Manufacturing Index di AS yg keluar >>tanggal 1 Juli 2011, angka kenaikannya positif dalam pengertian di atas >>perkiraan analis secara signifikan. Kebalikan dari tanggal 1 Juni 2011 ketika >>terjadi penurunan signifikan, jauh dibawah perkiraan analis sehingga saya >>mengambil sikap untuk bearish. >> >> >>Kalau diukur dengan tingkat kewaspadaan, ibaratnya peristiwa tanggal 1 Juni >>2011 >>baik di AS dan di Eropa serta di Indonesia itu masuk kategori siaga 3. Sejak >>tanggal 23 Juni 2011, siaga 2. Dan sejak 1 Juli 2011, menjadi siaga 1. Yang >>perlu disiagakan saat ini adalah mengenai harga BBM, apakah akan dinaikan >>oleh >>pemerintah atau tidak. Belakangan mulai marak di bicarakan di media massa. >>Ada >>yg memberi perkiraan ke 6000, ada yang memberi perkiraan ke 5500, dst. Yang >>perlu diwaspadai besaran kenaikannya dan bagaimana masyarakat meresponnya, >>dan >>tentunya bagaimana pelaku pasar modal merespon hal tersebut. Kewaspadaan >>tetap >>perlu, demi terjaganya aset masing2. >> >>Untuk krisis di Eropa, biasanya setelah keluar bantuan seperti itu, dampaknya >>ke >>sektor riil bisa dilihat dalam 3-6 bulan ke depan. Bila dalam 3-6 bulan ke >>depan >>data makro kurang menunjukkan hasil seperti yg diharapkan (seperti di AS >>paska >>QE2 diluncurkan akhir tahun 2010), maka bisa jadi pasar akan bereaksi negatif >>kembali. >> >>Jadi, untuk masalah investasi atau trading, kita bukan bicara soal benar atau >>salah, tapi lebih kepada permasalahan perlindungan aset dari ancaman tergerus >>(prioritas utama), baru kemudian memikirkan soal pertumbuhan aset alias cuan. >>Ini prinsip saya yang bisa jadi berbeda dengan orang lain. Tidak aturan >>khusus >>karena setiap orang bisa berbeda toleransi dalam menerima resiko. >> >>jabat erat, >>Irwan Ariston Napitupulu >> >> > > >
