Rupanya 2008 benar2 pukulan berat buat abang ya, makanya super hati-hati
seperti sekarang. hehe...

:)

2011/7/4 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>

> **
>
>
> Kasus krisis 2008 yg lalu, harga emas dalam rupiah tergerus 26%. Sementara
> harga emas internasional tergerus 31%. USD menguat 35%. Bisa dilihat
> tabelnya di:
>
> http://info-saham.com/files/Tabel%20Krisis%202008.jpg
>
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
> 2011/7/4 Eddy Jusuf <[email protected]>
>
>> **
>>
>>
>> Bang Ian,
>>
>> Mau tanya jugan kalau untuk hedging mengapa tidak masuk di logam mulia?
>> Lagipula likuiditasnya lumayan likuid, cuma memang ( maaf nih :) ) kalau
>> sampai krisis seperti tahun '98 hijrah ke negeri orang lain untuk sementara
>> waktu, harganya tidak sama dengan harga jual di negeri sendiri.
>> Kalo bolrh di share pertimbangannya.
>>
>> Тђāήƙѕ
>>
>> Eddy
>>
>> Powered by Berryberry☺
>> ------------------------------
>> *From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>> *Sender: * [email protected]
>> *Date: *Mon, 4 Jul 2011 14:09:38 +0700
>> *To: *<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Subject: *Re: [saham] IHSG berpeluang ke 4000 minggu ini.
>>
>>
>>
>> Untuk dana investasi, saya pisahkan account nya dari trading.  Dana
>> investasi saya menganut prinsip konservatif karena time frame nya yg
>> tahunan. Saat ini saya taruh 50% di pasar uang (reksadana yg placingnya di
>> SBI). Saya tidak tertarik di deposito, karena returnnya masih lebih tinggi
>> di pasar uang ketimbang di deposito, selain juga di deposito kena penalti
>> kalau dicairkan sebelum jatuh tempo, sementara di pasar uang tidak ada
>> penalti dan bisa dicairkan kapan saja (dana tersedia T+3 setelah perintah
>> jual). Sifatnya pasar uang sama seperti deposito, yaitu hanya mengandalkan
>> bunga yg bisa terlihat dengan pertambahan tiap harinya. Jadi, tidak naik
>> turun seperti reksadana fixed income yg nilai hariannya tergantung dari
>> harga obligasi. Untuk 50% lagi saya taruh di USD (tabungan dolar). Tidak
>> mengharapkan bunga karena kecil sekali, hanya mengharapkan selisih kurs.
>> Untuk jaga2 bila terjadi krisis. Semacam hedging. Sehingga bila terjadi
>> krisis, nilai rupiah saya atau daya beli rupiah saya di investasi tetap bisa
>> terjaga. Karena berdasarkan pengalaman 2008, nilai USD menguat 35% dalam 5
>> bulan.
>>
>> Tidak banyak orang yg berpikiran kalau pegang cash itu sebenarnya juga
>> termasuk salah satu bagian dari investasi. Setidaknya, bila terjadi krisis,
>> aset tidak tergerus. Dan kalau terjadi krisis, saya bisa beli reksadana
>> equity justru di harga yg jauh lebih murah sehingga jumlah unit yg dibeli
>> jadi bisa lebih banyak selain potensi profit juga jadi jauh lebih besar
>> secara prosentasi.
>>
>> Bagaimana bila ternyata tidak terjadi krisis?
>> Kalau tidak terjadi krisis, tidak masalah, saya bisa masukan kembali ke
>> reksadana equity walau dengan harga lebih tinggi dari harga terakhir
>> menjualnya, dan saya masih berpeluang dapat profit yg lumayan karena krisis
>> tidak terjadi.
>>
>> Apakah saya merugi?
>> Saya merasa tidak merugi dengan tidak mendapatkan keuntungan. Karena
>> prioritas pertama saya adalah pengamanan aset dulu, baru memikirkan masalah
>> akselerasi atau pertumbuhan aset.
>> Di reksadana equity, kita sulit untuk buy and sell seperti di saham
>> mengingat ada besaran fee yg harus dibayarkan yg besarannya jauh lebih besar
>> dari trading di saham. Selain itu harga yg didapat adalah harga NAB
>> berdasarkan closing hari itu bila kita membelinya sebelum jam 1 siang.
>>
>>
>> jabat erat,
>> Irwan Ariston Napitupulu
>>
>> 2011/7/4 ahmad saharjo <[email protected]>
>>
>>>
>>>
>>> Bang Ian, kalau begitu sesuai dengan teori money management berarti yang
>>> dimainkan untuk trading adalah porsi dana untuk tujuan trading kan?,
>>> sedangkan dana yang untuk invest dibiarkan idle atau ditaro di deposito,
>>> atau gimana ya bang?, mhn maaf kalau pertanyaan saya ini terlalu jauh, tapi
>>> saya butuh info ini untuk menyesuaikan knowledge saya tentang money
>>> management, makasih ya bang...
>>>
>>> ------------------------------
>>> *From:* Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>>> *To:* [email protected]
>>> *Sent:* Monday, July 4, 2011 10:11 AM
>>> *Subject:* Re: [saham] IHSG berpeluang ke 4000 minggu ini.
>>>
>>>
>>> Saya memang tidak memosting di milis saham. Saya menyebutkan IHSG
>>> berpeluang membuat new high yg baru dengan target 3900 dalam waktu dekat
>>> pada tanggal 23 Juni 2011 di Indovision channel 95 secara live. Rekaman
>>> videonya bisa dilihat kembali di youtube.
>>>
>>> Pernyataan saya di Indovision tanggal 23 Juni 2011 bagi saya sudah cukup
>>> jelas memberikan sinyal bahwa saya sudah terjun lagi untuk trading, sudah
>>> masuk dan keluar lagi di saham setiap saat setelah 2-3 minggu saya istirahat
>>> dari dunia trading saham.
>>>
>>> Yang ingin saya sampaikan soal 100% di saham itu dalam konteks bahwa
>>> trading itu tidak harus tiap hari buy and sell. Terkadang istirahat 2-3
>>> minggu seperti yg saya lakukan dengan 100% cash beberapa waktu lalu (anggap
>>> saja cuti trading), kemudian masuk kembali setelah merasa situasi untuk
>>> trading sudah lumayan aman dan berpeluang kasih profit, sebenarnya bisa
>>> menghasilkan cuan yg tidak kecil seperti yg saya lakukan, 13-14% dalam kurun
>>> waktu 23 Juni sampai 1 Juli 2011. Kesabaran dalam trading, sebenarnya tidak
>>> terlalu mengecewakan hasilnya. Prioritas utama saya dalam trading dan
>>> investasi adalah memproteksi aset saya. Saya belajar dari kasus 2008 lalu.
>>> Setelah itu baru memikirkan akselerasi ataupun pertumbuhan dari aset saya.
>>>
>>> Kalau soal keluar masuk di account trading, sejak 3-4 Juni 2011 lalu suka
>>> saya sebutkan bahwa untuk trading, saya bisa masuk keluar kapanpun sementara
>>> untuk investasi saya masih bersabar menunggu kejelasan kondisi makro dunia
>>> yg mana akan saya review (setidaknya untuk pribadi) sekitar lebaran nanti.
>>>
>>> Saya menggunakan chart untuk keputusan trading di saham. Sementara untuk
>>> keputusan investasi, saya menggunakan data2 makro ekonomi dunia untuk
>>> mendapatkan iklim investasi karena bersifat jangka panjang (tahunan).
>>>
>>> Untuk trading sekarang pun, setiap saat saya bisa 100% cash lagi.
>>> Misalkan bisa saja hari ini saya 100% cash lagi, lalu 3 hari lagi 100% saham
>>> lagi, lalu minggu depan 100% cash lagi. Tentunya saya tidak berencana
>>> melaporkan secara detil dan rinci untuk urusan trading spt itu. Tapi
>>> setidaknya, saat ini saya ingin menyampaikan bagi saya saat ini (sejak 23
>>> Juni 2011), situasi sudah cukup nyaman lagi untuk trading dengan tetap
>>> waspada dan fokus pada sinyal2 di grafik.
>>>
>>> Ketika suatu saham terasa sudah terlalu tinggi naiknya secara grafik, dan
>>> ada peluang koreksi sehat, maka saya bisa realisasikan profit yg ada, pindah
>>> ke saham lain yg punya potensi lumayan untuk naik. Lalu setelah naiknya
>>> mulai jenuh, saya pindah lagi ke saham lain. Begitu saja seterusnya, pindah2
>>> saham, karena memang dalam dunia trading, tidak saya tidak mengenal
>>> loyalitas ke saham2 tertentu. Saya hanya pedagang saja, beli jual saham,
>>> cari cuan sekedarnya saja, cukup untuk makan siang dan makan malam :)
>>>
>>> jabat erat,
>>> Irwan Ariston Napitupulu
>>>
>>> 2011/7/4 ihsg <[email protected]>
>>>
>>>
>>>
>>> Sepertinya Pak Irwan belum pernah posting mengenai 100% saham di account
>>> trading di tgl 23 Juni yah? Atau mungkin saya yang ketinggalan postingannya
>>> pak.****
>>> ** **
>>> ** **
>>> ** **
>>> ** **
>>> ** **
>>> ** **
>>> ** **
>>> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On Behalf
>>> Of *Irwan Ariston Napitupulu
>>> *Sent:* 04 Juli 2011 8:57
>>> *To:* [email protected]
>>> *Subject:* [saham] IHSG berpeluang ke 4000 minggu ini.****
>>>  ** **
>>>   ****
>>> Secara grafik, IHSG berpeluang ke 4000 minggu ini.
>>>
>>> Untuk saham2, silakan lihat di twitter saya, @irwanariston
>>>
>>> Hari Rabu 23 Juni 2011, di Indovision channel 95, saya sudah
>>> memperkirakan IHSG ke 3900 dalam waktu dekat berikut dengan alasannya.
>>> Silakan dilihat rekamannya di
>>>
>>> http://www.youtube.com/watch?v=yYkP_fWkaH4
>>>
>>> Untuk account trading, sejak 23 Juni 2011 itu pun saya sudah 100% di
>>> saham. Seperti sejak awal saya sebutkan ketika saya 100% cash di account
>>> trading dan 100% cash di account investasi, untuk account trading, saya bisa
>>> masuk dan keluar kapanpun. Dan saya sempat menganggur tidak trading alias
>>> 100% cash selama sekitar 3 minggu sebelum akhirnya 100% saham di tanggal 23
>>> Juni tersebut. Dengan kesabaran menunggu arah lebih jelas untuk trading,
>>> ternyata hasilnya juga tidak terlalu mengecewakan, aset meningkat sekitar
>>> 13-14% dalam kurun waktu sejak 23 Juni 2011 sampai penutupan Jumat 1 Juli
>>> 2011.
>>>
>>> Yang ingin saya tunjukan adalah trading membutuhkan kesabaran. Tidak
>>> selalu harus 100% saham selamanya, dan juga tidak harus 100% cash selamanya.
>>> Trading ibarat dagang. Trading saat market rally, lebih gampang dibanding
>>> trading saat market sedang turun atau tidak jelas. Sama seperti dagang buah
>>> kurma, lebih mudah dagang buah kurma saat bulan puasa ketimbang dagang buah
>>> kurma di luar bulan puasa. :)
>>>
>>> Sesuaikanlah dengan toleransi resiko masing2, karena setiap orang bisa
>>> memiliki toleransi resiko yang berbeda.
>>>
>>> Untuk account investasi, saya masih di 50% rupiah dan 50% USD. Belum akan
>>> dirubah sampai di review sekitar lebaran nanti seperti yang sudah saya
>>> katakan sejak awal. Hal ini karena untuk account investasi, time frame nya
>>> adalah tahunan, bukan harian atau pun bulanan. Untuk investasi, saya akan
>>> kembali masuk ketika merasa situasi makro sudah kondusif lagi. Saat ini
>>> ancaman krisis di Yunani dan Eropa belum pudar. Data ISM Manufacturing Index
>>> di AS yg keluar tanggal 1 Juli 2011, angka kenaikannya positif dalam
>>> pengertian di atas perkiraan analis secara signifikan. Kebalikan dari
>>> tanggal 1 Juni 2011 ketika terjadi penurunan signifikan, jauh dibawah
>>> perkiraan analis sehingga saya mengambil sikap untuk bearish.
>>>
>>> Kalau diukur dengan tingkat kewaspadaan, ibaratnya peristiwa tanggal 1
>>> Juni 2011 baik di AS dan di Eropa serta di Indonesia itu masuk  kategori
>>> siaga 3. Sejak tanggal 23 Juni 2011, siaga 2. Dan sejak 1 Juli 2011, menjadi
>>> siaga 1. Yang perlu disiagakan saat ini adalah mengenai harga BBM, apakah
>>> akan dinaikan oleh pemerintah atau tidak. Belakangan mulai marak di
>>> bicarakan di media massa. Ada yg memberi perkiraan ke 6000, ada yang memberi
>>> perkiraan ke 5500, dst. Yang perlu diwaspadai besaran kenaikannya dan
>>> bagaimana masyarakat meresponnya, dan tentunya bagaimana pelaku pasar modal
>>> merespon hal tersebut. Kewaspadaan tetap perlu, demi terjaganya aset
>>> masing2.
>>>
>>> Untuk krisis di Eropa, biasanya setelah keluar bantuan seperti itu,
>>> dampaknya ke sektor riil bisa dilihat dalam 3-6 bulan ke depan. Bila dalam
>>> 3-6 bulan ke depan data makro kurang menunjukkan hasil seperti yg diharapkan
>>> (seperti di AS paska QE2 diluncurkan akhir tahun 2010), maka bisa jadi pasar
>>> akan bereaksi negatif kembali.
>>>
>>> Jadi, untuk masalah investasi atau trading, kita bukan bicara soal benar
>>> atau salah, tapi lebih kepada permasalahan perlindungan aset dari ancaman
>>> tergerus (prioritas utama), baru kemudian memikirkan soal pertumbuhan aset
>>> alias cuan. Ini prinsip saya yang bisa jadi berbeda dengan orang lain. Tidak
>>> aturan khusus karena setiap orang bisa berbeda toleransi dalam menerima
>>> resiko.
>>>
>>> jabat erat,
>>> Irwan Ariston Napitupulu****
>>> ****
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>
>>
>>
>  
>

Kirim email ke