Siap siap borong indomie buat sahur :p Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message----- From: "caknoval" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 19 Jul 2011 10:34:09 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Re: Faisal Basri: Ekonomi Indonesia Tidak "Bubble", [investor domestiknya ditakut-takuti isu bubble] Wah mantabb...alhamdulillah. Ramadhan bisa khusyuk ibadah nih sampai menjelang lebaran tinggal mencairkan THR :-) --- In [email protected], Mikail <yehuu2006@...> wrote: > > *Sengaja saya bold dan perbesar :D > > JAKARTA, KOMPAS.com *— Pengamat ekonomi, Faisal Basri, meyakini bahwa > pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini tidak dalam kondisi *bubble*. Namun > sayang, kondisi ini lebih banyak dinikmati investor asing. > > "Perekonomian Indonesia saat ini tumbuh secara alami dan tidak ada indikasi > *bubble*. Kalau *bubble* itu perkembangan ekonominya jauh melampaui > penguatan fondasi. Kalau di Indonesia tidak seperti itu," ujar dia di > sela-sela diskusi "Market Outlook Kuartal Tiga 2011" di Jakarta, Senin > (18/7/2011) malam. > > Ia mengatakan, investor yang ingin menempatkan dananya pada suatu negara > juga akan berhati-hati. Mereka akan melihat sejauh mana pertumbuhan negara > yang dituju. "Investor juga tidak bodoh untuk menempatkan dananya. Kondisi > yang terjadi saat ini, Indonesia mempunyai pertumbuhan yang positif," > katanya. > > Ditambahkan, masuknya dana asing saat ini didorong oleh pertumbuhan ekonomi > dalam negeri yang baik. Salah satunya dapat dilihat dari pertumbuhan pasar > modal. "Jadi, kalau saya punya uang, lebih baik saya menempatkan dana > semuanya pada saham. Pada negara yang positif pertumbuhannya, ditinggal > tidur saja saham akan naik," kata dia. > > Namun, kata dia, sangat disayangkan bahwa positifnya pasar modal Indonesia > saat ini, sebanyak 70 persen dinikmati pelaku asing. "Masalahnya adalah > penikmat-penikmat membaiknya saham di Indonesia, 70 persen adalah orang > asing karena *investor domestiknya ditakut-takuti isu bubble*," ujar dia. > > Ia menambahkan, besaran pendapatan per kapita masyarakat Indonesia yang di > atas 3.000 dollar AS juga merefleksikan kemajuan pembangunan suatu negara. > Dalam empat tahun ke depan, lanjut dia, ekonomi Indonesia masih akan terus > tumbuh. Diprediksi pula bahwa total dana asing yang masuk (*capital inflow*) > hingga akhir tahun 2011 dapat mencapai 25 miliar dollar AS sehingga dapat > menambah devisa negara. > > "Empat tahun ke depan ekonomi Indonesia akan terus ekspansi. Total *capital > inflow *bisa mencapai 25 miliar dollar AS sehingga dapat membuat devisa kita > bertambah," kata pengamat dari Universitas Indonesia itu. > > Ia menambahkan, kuatnya cadangan devisa dalam negeri akan menopang > stabilitas kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar. "Derasnya *capital > inflow *akan membuat cadangan devisa kita kuat. Dengan demikian, hal itu > akan membuat penguatan rupiah terhadap dollar AS," ucapnya. > Sumber: > http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/07/19/06111940/Faisal.Basri.Ekonomi.Indonesia.Tidak.Bubble >
