Biasanya memang harus baca terbalik. Kali ini 50:50. -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sat, 6 Aug 2011 15:44:59 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] 11 september 2008-Kompas: Investor Jangan Panik
Bukannya justru seneng kalo dia nulis begini? Kan biasanya yg kejadian kebalikan dari yg dia omongin..hahahaaa :D Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone -----Original Message----- From: "taufik a.w" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 6 Aug 2011 15:57:23 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] 11 september 2008-Kompas: Investor Jangan Panik Agen bandar sedang beraksi lagi walau malam minggu gini yaakkk....he...he...he.... *gajinya pasti besar nih rela2 lembur browsing2 cari2 berita tahun 2008.....xixixixixixixixiiii....jgn lupa minum kopi tubruk biar gak ngantuk searching berita2 crash 2008* Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: positif01 <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 6 Aug 2011 22:45:34 Reply-To: [email protected] Subject: [saham] 11 september 2008-Kompas: Investor Jangan Panik http://kesehatan.kompas.com/read/2008/09/11/0741204/Investor.Jangan.Panik Kamis, 11 September 2008 | 07:41 WIB JAKARTA, KAMIS - Indeks Harga Saham Gabungan kembali mengalami koreksi tajam menyusul kuatnya sentimen negatif investor terhadap pelemahan harga komoditas. Bursa Efek Indonesia mengimbau investor tidak panik karena kondisi fundamental emiten dan perekonomian Indonesia sebenarnya cukup baik. Pada penutupan perdagangan Rabu (10/9), IHSG kembali anjlok sebesar 73,70 poin atau turun 3,76 persen menjadi 1.885,04. Ini merupakan IHSG terendah sejak tanggal 2 April 2007 yang tercatat sebesar 1.849,38. Penurunan IHSG kemarin hampir menyamai penurunan IHSG Selasa lalu sebesar 79,24 (3,89 persen). Dengan demikian, dalam dua hari terakhir, IHSG telah terkoreksi 7,65 persen. Menanggapi kondisi ini, Direktur Utama BEI Erry Firmansyah mengimbau investor dan pelaku pasar modal Indonesia agar tidak panik. Menurutnya, penurunan indeks pada hari Selasa dan Rabu lalu tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di bursa regional dan global. Erry mengakui, koreksi terhadap IHSG selama dua hari itu jauh melebihi koreksi yang terjadi pada indeks bursa regional dan global. Hal itu lebih karena investor pasar modal Indonesia terlalu panik menyikapi turunnya harga komoditas, di samping banyaknya investor yang harus melakukan margin call. Margin call adalah situasi saat seorang investor harus menjual saham yang dimilikinya agar dapat mengembalikan pinjaman dana yang diberikan perusahaan sekuritas. Menurut Erry, penurunan harga minyak dan crude palm oil (CPO) di pasar internasional sebenarnya tidak perlu disikapi investor secara berlebihan. Penurunan harga kedua produk itu justru akan berdampak positif pada penguatan ekonomi regional dan global, termasuk Indonesia. Pelaku pasar modal juga seharusnya bisa melihat bahwa kondisi fundamental perekonomian Indonesia dan emiten-emiten di BEI cukup baik. Saran untuk tidak bersikap panik juga disampaikan pengamat pasar modal, Felix Sindhunata. Felix menyarankan agar investor mulai membangun perspektif investasi jangka panjang, bukan jangka pendek yang cenderung spekulatif. ”Produk-produk pasar modal memang untuk investasi jangka panjang. Investor yang spekulatif sebaiknya mulai bermain jangka panjang, jangan sampai terjebak dan kemudian hanyut dengan kondisi bursa yang sedang sangat berfluktuasi,” katanya.
