Ha3x... Ketahuan yg panik ternyata trader2 yg main margin call...

Kalau lukisan grafiknya cuma sebatas mengikuti 2008 ga seru Om positif01, itu 
cuma trend follower sejarah saja... Bikin yg lebih keren dong lukisan 
grafiknya, kalau ada istilah New High dalam tempo singkat skarang bikin dong 
kebalikannya bisa ga...? Challange nih buat CS and the ganks.... 

Kalau mainnya cuma rollercoaster anak SD sih juga bisa lah ga perlu orang2 
hebat yg jd BD... 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: positif01 <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 6 Aug 2011 22:45:34 
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] 11 september 2008-Kompas: Investor Jangan Panik

http://kesehatan.kompas.com/read/2008/09/11/0741204/Investor.Jangan.Panik

Kamis, 11 September 2008 | 07:41 WIB

JAKARTA, KAMIS - Indeks Harga Saham Gabungan kembali mengalami koreksi tajam
menyusul kuatnya sentimen negatif investor terhadap pelemahan harga
komoditas. Bursa Efek Indonesia mengimbau investor tidak panik karena
kondisi fundamental emiten dan perekonomian Indonesia sebenarnya cukup baik.
Pada penutupan perdagangan Rabu (10/9), IHSG kembali anjlok sebesar 73,70
poin atau turun 3,76 persen menjadi 1.885,04. Ini merupakan IHSG terendah
sejak tanggal 2 April 2007 yang tercatat sebesar 1.849,38. Penurunan IHSG
kemarin hampir menyamai penurunan IHSG Selasa lalu sebesar 79,24 (3,89
persen). Dengan demikian, dalam dua hari terakhir, IHSG telah terkoreksi
7,65 persen.
Menanggapi kondisi ini, Direktur Utama BEI Erry Firmansyah mengimbau
investor dan pelaku pasar modal Indonesia agar tidak panik. Menurutnya,
penurunan indeks pada hari Selasa dan Rabu lalu tidak hanya terjadi di
Indonesia, tetapi juga di bursa regional dan global.

Erry mengakui, koreksi terhadap IHSG selama dua hari itu jauh melebihi
koreksi yang terjadi pada indeks bursa regional dan global. Hal itu lebih
karena investor pasar modal Indonesia terlalu panik menyikapi turunnya harga
komoditas, di samping banyaknya investor yang harus melakukan margin call.
Margin call adalah situasi saat seorang investor harus menjual saham yang
dimilikinya agar dapat mengembalikan pinjaman dana yang diberikan perusahaan
sekuritas.
Menurut Erry, penurunan harga minyak dan crude palm oil (CPO) di pasar
internasional sebenarnya tidak perlu disikapi investor secara berlebihan.
Penurunan harga kedua produk itu justru akan berdampak positif pada
penguatan ekonomi regional dan global, termasuk Indonesia. Pelaku pasar
modal juga seharusnya bisa melihat bahwa kondisi fundamental perekonomian
Indonesia dan emiten-emiten di BEI cukup baik.
Saran untuk tidak bersikap panik juga disampaikan pengamat pasar modal,
Felix Sindhunata. Felix menyarankan agar investor mulai membangun perspektif
investasi jangka panjang, bukan jangka pendek yang cenderung spekulatif.
”Produk-produk pasar modal memang untuk investasi jangka panjang. Investor
yang spekulatif sebaiknya mulai bermain jangka panjang, jangan sampai
terjebak dan kemudian hanyut dengan kondisi bursa yang sedang sangat
berfluktuasi,” katanya.

Kirim email ke