Lha invest saham kok pake utang??? ya babak belur klo kondisi koreksi berat or crash spt th 2008 lah....jd inget temen gara2 trading saham pake utang segala dan malahan pake kredit card langsung ilang duit 150jtan pas ceritanya dia mainnya di BUMI......skrng dia tobat gak mau trading lg....bener2 kapok katanya....he...he....
Oalah yo...yo....yg happy pasti perusahaan sekuritasnya....kalah menang (merah atau hijau) tetep nyerek...... Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: "Faried" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 6 Aug 2011 15:54:07 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] 11 september 2008-Kompas: Investor Jangan Panik Ha3x... Ketahuan yg panik ternyata trader2 yg main margin call... Kalau lukisan grafiknya cuma sebatas mengikuti 2008 ga seru Om positif01, itu cuma trend follower sejarah saja... Bikin yg lebih keren dong lukisan grafiknya, kalau ada istilah New High dalam tempo singkat skarang bikin dong kebalikannya bisa ga...? Challange nih buat CS and the ganks.... Kalau mainnya cuma rollercoaster anak SD sih juga bisa lah ga perlu orang2 hebat yg jd BD... Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: positif01 <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 6 Aug 2011 22:45:34 Reply-To: [email protected] Subject: [saham] 11 september 2008-Kompas: Investor Jangan Panik http://kesehatan.kompas.com/read/2008/09/11/0741204/Investor.Jangan.Panik Kamis, 11 September 2008 | 07:41 WIB JAKARTA, KAMIS - Indeks Harga Saham Gabungan kembali mengalami koreksi tajam menyusul kuatnya sentimen negatif investor terhadap pelemahan harga komoditas. Bursa Efek Indonesia mengimbau investor tidak panik karena kondisi fundamental emiten dan perekonomian Indonesia sebenarnya cukup baik. Pada penutupan perdagangan Rabu (10/9), IHSG kembali anjlok sebesar 73,70 poin atau turun 3,76 persen menjadi 1.885,04. Ini merupakan IHSG terendah sejak tanggal 2 April 2007 yang tercatat sebesar 1.849,38. Penurunan IHSG kemarin hampir menyamai penurunan IHSG Selasa lalu sebesar 79,24 (3,89 persen). Dengan demikian, dalam dua hari terakhir, IHSG telah terkoreksi 7,65 persen. Menanggapi kondisi ini, Direktur Utama BEI Erry Firmansyah mengimbau investor dan pelaku pasar modal Indonesia agar tidak panik. Menurutnya, penurunan indeks pada hari Selasa dan Rabu lalu tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di bursa regional dan global. Erry mengakui, koreksi terhadap IHSG selama dua hari itu jauh melebihi koreksi yang terjadi pada indeks bursa regional dan global. Hal itu lebih karena investor pasar modal Indonesia terlalu panik menyikapi turunnya harga komoditas, di samping banyaknya investor yang harus melakukan margin call. Margin call adalah situasi saat seorang investor harus menjual saham yang dimilikinya agar dapat mengembalikan pinjaman dana yang diberikan perusahaan sekuritas. Menurut Erry, penurunan harga minyak dan crude palm oil (CPO) di pasar internasional sebenarnya tidak perlu disikapi investor secara berlebihan. Penurunan harga kedua produk itu justru akan berdampak positif pada penguatan ekonomi regional dan global, termasuk Indonesia. Pelaku pasar modal juga seharusnya bisa melihat bahwa kondisi fundamental perekonomian Indonesia dan emiten-emiten di BEI cukup baik. Saran untuk tidak bersikap panik juga disampaikan pengamat pasar modal, Felix Sindhunata. Felix menyarankan agar investor mulai membangun perspektif investasi jangka panjang, bukan jangka pendek yang cenderung spekulatif. ”Produk-produk pasar modal memang untuk investasi jangka panjang. Investor yang spekulatif sebaiknya mulai bermain jangka panjang, jangan sampai terjebak dan kemudian hanyut dengan kondisi bursa yang sedang sangat berfluktuasi,” katanya.
