http://adf.ly/2MJwvsalam cuan,

Andik
--- On Sun, 8/14/11, caknoval <[email protected]> wrote:

From: caknoval <[email protected]>
Subject: [saham] Saham Pilihan Satu Bulan ke Depan
To: [email protected]
Date: Sunday, August 14, 2011, 9:31 PM










        






 












Saham Pilihan Satu Bulan ke Depan
inilah.com/Agus PriatnaOleh:Pasar Modal - Senin, 15 Agustus 2011 | 10:10 WIB
INILAH.COM, Jakarta – Penutupan IHSG akhir pekan lalu yang kembali positif, 
membawa keyakinan bahwa indeks akan melanjutkan rebound hingga satu bulan 
mendatang. Saham-saham apa yang bisa dipilih?Pada perdagangan Jumat (12/8) 
kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 21,161 poin (0,54%) 
ke level 3.890,526. Penutupan di atas level low ini, menandakan IHSG akan 
rebound kembali pada dua pekan terakhir Agustus dan memasuki September," Target 
1 bulan IHSG berada di level 4.160," ujar Yuganur Wijanarko dari HD Capital 
dalam riset terbaru.Menurutnya, beberapa data ekonomi, seperti PDB dan inflasi, 
serta suku bunga yang bertahan, setidaknya hingga akhir tahun, kondusif untuk 
dana masuk dalam pasar yang sudah terkoreksi ini. Apalagi secara fundamental 
analisis, valuasi IHSG sekarang berada di PER 13 kali. "Biasanya di level ini, 
ada potensi untuk rebound kembali ke PER 16-18 kali (4.160-4.350)," katanya.Di 
tengah kondisi ini, Yuga menjagokan
 saham Astra International (ASII), Bank Central Asia (BBCA) dan Chareon 
Pokphand (CPIN), yang merupakan perwakilan permintaan domestik untuk mobil, 
kredit dan makanan (ayam). Selain Bumi Resources (BUMI) yang diuntungkan oleh 
kembalinya asing dalam sektor batu bara, menyusul membaiknya produksi pada 
musim kemarau ini.Saham ASII, yang merupakan emiten berkapitalisasi pasar 
terbesar dan memiliki core holding asing ini adalah penggerak utama IHSG untuk 
menuju 4.160 di September. Secara fundamental, target 12 bulan ASII tertinggi 
di Rp80.500 dan terendah di Rp45.000, bertahan di median Rp63.000.Ini berarti, 
potensi ASII kembali ke all time high Rp75.000 sangat mungkin. Apalagi outlook 
pendapatan terlalu konservatif dan berpotensi di upgrade. "Satu bulan ke depan, 
ASII akan berada di level Rp74.000,"ujarnya.Sementara BBCA menarik, karena 
meskipun cukup besar dan mahal, harga sahamnya dinilai seusai, dengan target 1 
bulan diperkirakan akan berada di level
 Rp8.750 per lembarnya.Kontribusi BBCA untuk sektor perbankan IHSG mencapai 
30%, dimana emiten ini menjadi kandidat utama asing, terutama dalam koreksi 
pasar, dimana biasanya saham dengan PER termahal yang pertama diburu. "Kendati 
memiliki PER termahal di seluruh sektor perbankan, namun NPM BBCA tertinggi 
dari loan portofolio, sehingga menjadi bank terefisien dan profitable di 
Indonesia," katanya.Adapun saham lapis dua CPIN memiliki target harga satu 
bulan di level Rp2.950. Biaya impor pangan terbantu penguatan dolar AS dan 
permintaan relatif inelastis namn akan lebih tinggi menjelang Ramadan. Selain 
itu, dengan produksi dan distribusi yang terintegrasi, CPIN merupakan pemain 
terbesar tanpa ada saingan berarti. "Kondisi ini mirip pola ASII untuk sektot 
otomotif,"ucapnya.Saham terakhir adalah BUMI, yang disebut Yuga sebagai saham 
terbesar sekaligus terburuk dengan target harga satu bulan dapat mencapai 
Rp3.150. Saat ini, sektor batu bara mengkontribusi
 28% IHSG, dimana kapitalisasi pasar terbesar dipegang oleh BUMI.Secara PER, 
emiten ini merupakan yang termahal (high valuation play), namun hal ini belum 
memperhitungkan upgrade pendapatan dari deleveraging. "Alhasil, saham ini 
secara fundamental (PBV/ROE) dan teknikal yang oversold, mempunyai potensi 
menguat besar, sebanding dengan risikonya." [mdr]









    
    







 


Kirim email ke