Masih banyak yg ngantri di 50 bro panda.. :D


Salam

-----Original Message-----
From: "panda" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 11 Oct 2011 06:05:55 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: SARA, was: Re: [saham] Pengrauh Grup Bakrie Terhadap BEI

Wah, jadi panjang ni thread, keknya sudah menyimpang jauh, maaf y buat yg ga 
berkenan
Mending ngomongin bnbr yang belum naik, yang lain udah pada melesat tuh, tanya 
kenapa??

Mdh2an sesi 2 brangkat, ayo bozz, hajar
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Vernichtung <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 11 Oct 2011 13:03:25 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: SARA, was: Re: [saham] Pengrauh Grup Bakrie Terhadap BEI

Kalau saya comment sih karena apa yg disampaikan adalah sesuatu
ketidak-benaran, a baseless misinformation yg bisa membawa persepsi orang ke
arah yg tidak benar.  Sesuatu yg sering dilakukan oleh cukup banyak orang di
negeri ini dimana idealisme sangat minim dan pesimisme dan korupsi pada
tingkat yg tinggi.  Kenapa? Karena kebiasaan untuk mencari kambing hitam dan
bukannya melihat fakta dan mencari solusi yang positif.  Sikap permisif
terhadap sesuatu yang tidak benar dan rendahnya disiplin diri dalam hidup
bermasyarakat.

Let there be differences (in peace) cos it makes life more interesting.


2011/10/11 Mikail <[email protected]>

>
>
> Kayaknya kalo udah ada kata "SARA", kenapa semua langsung pada sensi begitu
> sich? hehehe
> Biasa aja lagee... ato mungkin krn saya udah termasuk kategori yang "kebal"
> ya, karena di lingkungan saya sendiri, dari sejak dulu saya selalu kena
> imbas dari "sara". Betapa kita lihat dari mulai lingkungan sekolah sampai
> kantor, orang dengan suku yang sama cenderung berkumpul dan berbincang
> bersama, yang paling ngga enak adalah mereka memisahkan diri dan mengucilkan
> mereka yang berbeda. Fenomena: orang jawa hanya kumpul dengan jawa, cina
> dengan cina, batak dengan batak, sunda dengan sunda, bali dengan bali, etc.
> Demikian jg dgn agama, antar-golongan etc...
>
> Kenapa semua bisa begitu? jawabnya: karena manusia nya.
>
> Tergantung manusianya. tapi tidak sedikit saya temukan orang yang sama
> sekali tidak "sara".
>
> Jadi saya salut dan sangat respect pada orang yang menilai orang lain:
> 1. "Biarlah dia masuk komunitas kita, meski dia bukan orang cina..."
> 2. "Biarlah dia masuk komunitas kita, meski dia bukan orang jawa..."
> 3. "Biarlah dia masuk komunitas kita, meski dia bukan orang batak..."
> 4. "Biarlah dia masuk komunitas kita, meski dia bukan orang bali..."
> 5. "Biarlah dia masuk komunitas kita, meski dia bukan orang sunda..."
> 6. etc...
>
> Saya ragu di Indonesia kita bisa seperti ini, sebab orang Indonesia masih
> banyak yang menganut kesukuan, bukti: anda masih suka khan menggunakan
> bahasa daerah/asal/ras anda bahkan ketika berbicara di depan orang yang
> bukan bagian dari daerah/asal/ras anda, bukannya menggunakan bahasa
> persatuan bahasa Indonesia.
>
> Orang2 tanpa SARA rasanya utopis. Tapi saya berusaha ke arah itu...
> (Sori tidak bermaksud memojokkan siapa2).
>
> SARA mungkin inevitable,
> Tapi semua tergantung dari bagaimana kita, dimulai dari kita... ^_^
>
>
>
>

Kirim email ke