Apa hubungannya pak keliling2 dengan sikap rasis? hehehe
Kalo fakta bahwa Indonesia itu plural saya paham sekali, fakta bahwa seluruh
dunia ini plural, saya paham :)

2011/10/11 Agus Surya <[email protected]>

> **
>
>
> ** Saran saya pak mikail..
> Kelilinglah Indonesia.. :)
>
> Saya beruntung krn bpk saya srg pindah2. Jadi bisa menikmati negeri kita..
> :)
>
>
> Salam
> ------------------------------
> *From: * Mikail <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Tue, 11 Oct 2011 12:17:54 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *SARA, was: Re: [saham] Pengrauh Grup Bakrie Terhadap BEI
>
>
>
> Kayaknya kalo udah ada kata "SARA", kenapa semua langsung pada sensi begitu
> sich? hehehe
> Biasa aja lagee... ato mungkin krn saya udah termasuk kategori yang "kebal"
> ya, karena di lingkungan saya sendiri, dari sejak dulu saya selalu kena
> imbas dari "sara". Betapa kita lihat dari mulai lingkungan sekolah sampai
> kantor, orang dengan suku yang sama cenderung berkumpul dan berbincang
> bersama, yang paling ngga enak adalah mereka memisahkan diri dan mengucilkan
> mereka yang berbeda. Fenomena: orang jawa hanya kumpul dengan jawa, cina
> dengan cina, batak dengan batak, sunda dengan sunda, bali dengan bali, etc.
> Demikian jg dgn agama, antar-golongan etc...
>
> Kenapa semua bisa begitu? jawabnya: karena manusia nya.
>
> Tergantung manusianya. tapi tidak sedikit saya temukan orang yang sama
> sekali tidak "sara".
>
> Jadi saya salut dan sangat respect pada orang yang menilai orang lain:
> 1. "Biarlah dia masuk komunitas kita, meski dia bukan orang cina..."
> 2. "Biarlah dia masuk komunitas kita, meski dia bukan orang jawa..."
> 3. "Biarlah dia masuk komunitas kita, meski dia bukan orang batak..."
> 4. "Biarlah dia masuk komunitas kita, meski dia bukan orang bali..."
> 5. "Biarlah dia masuk komunitas kita, meski dia bukan orang sunda..."
> 6. etc...
>
> Saya ragu di Indonesia kita bisa seperti ini, sebab orang Indonesia masih
> banyak yang menganut kesukuan, bukti: anda masih suka khan menggunakan
> bahasa daerah/asal/ras anda bahkan ketika berbicara di depan orang yang
> bukan bagian dari daerah/asal/ras anda, bukannya menggunakan bahasa
> persatuan bahasa Indonesia.
>
> Orang2 tanpa SARA rasanya utopis. Tapi saya berusaha ke arah itu...
> (Sori tidak bermaksud memojokkan siapa2).
>
> SARA mungkin inevitable,
> Tapi semua tergantung dari bagaimana kita, dimulai dari kita... ^_^
>   
>

Kirim email ke