Penyebab Ekonomi Global makin buruk karena : 1. Fundamen perusahaan tidak kuat. 2. Banyaknya pengangguran. 3. Investor banyak bermain di Bursa sehingga sektor riil tidak jalan
________________________________ From: caknoval <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tuesday, October 18, 2011 9:53 AM Subject: [saham] Re: Agus Marto: Ekonomi Global Makin Buruk Sudah masuk UGD tuh. Darahnya berceceran dimana-mana...... --- In [email protected], "Stanly Tandris" <stanlytandris@...> wrote: > > Wah..bisa Gawat Darurat nih IHSG ? > > > > > > From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Hery > Sent: Tuesday, October 18, 2011 9:21 AM > To: [email protected] > Subject: Re: [saham] Agus Marto: Ekonomi Global Makin Buruk > > > > > > Dari Asia, Amerika, Eropa... dan terakhir Timur Tengah... serem amat yah.... > > 2011/10/18 sinta sari <sintasars@...> > > > > Oh, apakah kiamat sudah tiba... > > > > Agus Marto: Ekonomi Global Makin Buruk > > Detik.com, Jakarta - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan kondisi > perekonomian global makin buruk dibandingkan 3 pekan lalu. Pertumbuhan > ekonomi dunia direvisi dari 4,4% menjadi 4%. > > "Kondisi sekarang ini lebih buruk dibandingkan 3 minggu lalu," ujarnya dalam > rapat koordinasi penyelesaian RUU APBN 2012 di Gedung Dhanapala Kementerian > Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (17/10/2011). > > Dalam pertemuan G20 di Paris, Agus mengatakan, selain revisi pertumbuhan > ekonomi dunia, pertumbuhan ekonomi di negara maju berada pada kisaran 1,5% > dan negara berkembang sekitar 6%. > > "Bahkan kemunginan perekonomian dunia hanya 1% dikoreksi dari 4%," tegasnya. > > Dikatakan Agus ada 5 peringatan dini yang harus diwaspadai akibat krisis > perekonomian global. > > Untuk itu, Agus menyatakan ada 5 peringatan dini (early warning signal) yang > perlu diwaspadai. Pertama, intensifikasi risiko di Eropa. > > "Intensifikasinya akan sangat menjadi-jadi karena pengelolaan fiskal, > perbankan, likuiditas, dan juga secara politik di negara Eropa bersatu harus > menyetujui program-program penyelamatan," ujarnya. > > Kedua, Perlambatan ekonomi di Amerika karena kelambatan public debt, house > hold debt, fiskal, mortgage dan belum selesainya perumahan di negara Paman > Sam tersebut. Ketiga, Shock global Soverign debt. > > "Negara-negara global sovereign bonds akan koreksi. Di global SUN atau SBN > bisa berpengaruh. Itupun bisa pengaruh ke Indonesia," jelasnya. > > Keempat adalah ancaman overheating negara-negara berkembang. Kelima, risiko > perekonomian Timur Tengah. > > "Ini harus diwaspadai," pungkasnya. >
