Terima Kasih Pak Made, 
Mulai terang nih..

Waktunya buang habis yang tersisa, mengikis modal kerja.

Ntar temanan lagi sama si born kalau dia sudah ngga bandel lagi.. :-)

Discl. Mode On..

Happy weekend.

Salam,
+Rudi+


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: Made Surya Kumara <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 4 Nov 2011 19:24:20 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Berburu Saham Super

Berikut artikel dari investor daily per tgl 2 November 2011 tentang
BORN..unedited...jelas sumber keuangannya dari mana dan berapa lama...
memang untuk investasi, bagus aja ya.. untuk trading, risiko memang...

--------
Sejumlah analis menilai, pembelian saham Bumi Plc merupakan pertaruhan
besar bagi Borneo. Selain terlalu mahal, imbal hasil yang diperoleh dari
transaksi ini tidak terlalu besar. Namun, manajemen Borneo menganggap
transaksi itu akan menjadikan Borneo perusahaan tambang kelas dunia.Borneo
membeli saham Bumi Plc pada harga 10,91 poundsterling per saham, premium
48% dibandingkan penutupan 31 Oktober 2011. Harga itu juga premium 6% dari
harga rata rata selama enam bulan terakhir.Kondisi itu membuat valuasi
saham BORN terpangkas. Imbasnya, sejumlah investor, terutama asing,
ramai ramai melepas saham BORN.

Meski anjlok cukup tajam, saham BORN masih berpotensi menguat dalam 12
bulan ke depan. Sebab, kinerja keuangan penghasil batubara kokas (hard
coking coal) cukup cemerlang. Tengok saja laba bersih Borneo yang melejit
408% menjadi Rp 1,3 triliun sampai kuartal III tahun ini. Sedangkan
pendapatan melejit 120% menjadi Rp 4,4 triliun. Bagaimanakah prospek saham
BORN ke depan?

Borneo menghabiskan US$ 1 miliar untuk membeli 23,8% saham Bumi Plc. *Pembelian
itu dibiayai dari pinjaman Standard Chartered Bank senilai US$ 1 miliar
dengan tenor lima tahun*. Dengan membeli saham Bumi Plc, Borneo memiliki
akses ke tambang batubara termal milik PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT
Berau Coal Energy Tbk (BRAU). Bumi Plc adalah pengendali Bumi dan Berau
dengan kepemilikan 29% dan 85%.

Perusahaan ini didirikanoleh bankir investasi kenamaan Inggris, Nathaniel
Rotshchild. Sebelum melego saham ke Borneo, Grup Bakrie memegang 47% saham
Bumi Plc. Adapun Nathaniel menguasai 10% saham.
Grup Bakrie akan menggunakan dana penjualan saham Bumi Plc untuk melunasi
utang senilai US$ 1,35 miliar kepada 12 kreditor yang dipimpin Credit
Suisse (CS). Sebelumnya, kreditor meminta Grup Bakrie mempercepat
pembayaran utang, seiring kejatuhan harga saham Bumi Plc yang dijadikan
jaminan.

Kepala Riset Etrading Securities Bertrand Raynaldi menyatakan, pembelian
saham Bumi Plc menurunkan valuasi saham Borneo, karena harga pembelian
dinilai terlalu tinggi. Mengacu pada harga pembelian saham
Bumi Plc, harga saham Bumi Resources yang dibeli Borneo mencapai Rp 3.200,
sedangkan Berau Rp 620. Harga itu premium dibandingkan penutupan kemarin
masing-masing Rp 2.150 dan Rp 420. “Akibatnya, valuasi saham
Borneo terpangkas Rp 160 dari penutupan perdagangan kemarin,” ujar dia
di Jakarta, Selasa (1/11).

Dengan membeli Bumi Plc, Borneo secara tidak langsung memiliki 6% saham
Bumi Resources dan 20% saham Berau. Bumi adalah perusahaan batubara
terbesar di Indonesia sekaligus eksportir terbesar di Asia.
Sedangkan Berau dalam proses untuk mengejar kapasitas produksi sebesar 30
juta ton setahun pada 2014. Selain terlalu mahal, Bertrand menilai,
pengembalian investasi (return on investment/ROI) yang didapat
Borneo terlalu rendah dibandingkan dana yang digelontorkan. Dia memprediksi
ROI Borneo dari transaksi itu hanya 7%. Padahal, ROI Borneo sendiri jauh di
atas itu, yakni 22%. Dia menilai, investor asing tidak menyukai aksi
korporasi Borneo itu. Investor, kata dia, lebih mengapresiasi jika Borneo
mengembangkan bisnis secara organik. Kalaupun ingin tumbuh secara
anorganik, Borneo sebaiknya menjadi mayoritas di pe-
rusahaan yang diakuisisi.“Jadi jelas sekali pembelian saham Bumi Plc
merupakan berita yang mengejutkan. Apalagi pembelian saham Bumi Plc
dibiayai dari utang,” papar dia.

Sementara itu, Presiden Direktur Borneo Samin Tan menyatakan, transaksi
saham Bumi Plv akan menjadikan Borneo menjadi pemain utama pertambangan
dengan portofolio tambang batubara, mineral, dan metal terdiversifikasi
kelas dunia.“Transaksi ini merupakan suatu pembentukan kemitraan antara
dua kelompok pemain utama pertambangan di Indonesia. memiliki akses ke
industri batubara termal kelas dunia,” ujar Samin.

DBS Vickers dalam laporan risetnya yang dirilis belum lama ini menilai,
tahun ini laba bersih per saham (EPS) Borneo bakal meningkat 81% didorong
kenaikan produksi sebeasr 74% menjadi 3,4 juta ton. Sedangkan harga jual
rata-rata (average selling price/ASP) meningkat 28% menjadi US$ 238 per
ton. DBS memprediksi pendapatan tahun ini melonjak 148% menjadi Rp 6,7
triliun. Sedangkan laba bersih diprediksi mencapai Rp 1,9 triliun,
naik tajam dibandingkan tahun lalu Rp 349 miliar. EPS diproyeksikan
mencapai Rp 111, dari tahun lalu Rp 61. Bertrand merekomendasikan  buy on
weakness untuk saham BORN. Target harganya Rp 1.300, sesuai dengan
konsensus analis. Investor bisa masuk BORN ketika harga mendekati level Rp
800. Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada
menyatakan, posisi candle mendekati  support Rp 820. Jika itu tertembus,
BORN bisa turun lebih dalam ke target  support Rp 780. “Rekomendasi BORN
 underperform karena pembelian saham BumiPlc. Tapi, karena
fundamentalnya baik, seharusnya BORN bisa menguat di atas Rp 1.000,” ujar
Reza.



2011/11/4 Bagya <[email protected]>

> **
>
>
> ** Saya juga percaya...BORN memiliki potensi besar dalam batubara kalori
> tinggi.
>
> TAPI, saya penasaran, siapa yg berada di belakangnya dalam pendanaan?
> Follow the money, katanya gitu. Jangan sampai pemilik lama BUMI ternyata di
> belakang BORN juga...kalo itu sami mawon.
>
> Rasa penasaran saya ini anggap saja sebagai pertanyaan. Jika ada bisa
> menjawab rasa penasaran saya, silahkan. Saya senang banget; dari kemarin,
> saya udah incar BORN, tapi kok masih ragu...
>
>
>
> Thanks,
> Bagya
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * "aryo" <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Fri, 4 Nov 2011 10:37:10 +0000
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [saham] Berburu Saham Super
>
>

Kirim email ke