Mungkin ada sesuatu yang dijanjiin sama BNBR ke BORN yang kita ga tau. --- In [email protected], "tongnyangkong" <tongnyangkong@...> wrote: > > BNBR sendiri morat-morat memegang BUMI Plc. apalagi BORN. Jika BUMI Plc. > cukup menguntungkan, tidak mungkin utang BNBR tidak berkurang (bila tidak mau > dibilang mampu melunasi utang) setelah memegang BUMI Plc. > > Emas murni tak mungkin tak laku kecuali mas ijo. > > > > > --- In [email protected], Made Surya Kumara <milisnya.kummy@> wrote: > > > > Berikut artikel dari investor daily per tgl 2 November 2011 tentang > > BORN..unedited...jelas sumber keuangannya dari mana dan berapa lama... > > memang untuk investasi, bagus aja ya.. untuk trading, risiko memang... > > > > -------- > > Sejumlah analis menilai, pembelian saham Bumi Plc merupakan pertaruhan > > besar bagi Borneo. Selain terlalu mahal, imbal hasil yang diperoleh dari > > transaksi ini tidak terlalu besar. Namun, manajemen Borneo menganggap > > transaksi itu akan menjadikan Borneo perusahaan tambang kelas dunia.Borneo > > membeli saham Bumi Plc pada harga 10,91 poundsterling per saham, premium > > 48% dibandingkan penutupan 31 Oktober 2011. Harga itu juga premium 6% dari > > harga rata rata selama enam bulan terakhir.Kondisi itu membuat valuasi > > saham BORN terpangkas. Imbasnya, sejumlah investor, terutama asing, > > ramai ramai melepas saham BORN. > > > > Meski anjlok cukup tajam, saham BORN masih berpotensi menguat dalam 12 > > bulan ke depan. Sebab, kinerja keuangan penghasil batubara kokas (hard > > coking coal) cukup cemerlang. Tengok saja laba bersih Borneo yang melejit > > 408% menjadi Rp 1,3 triliun sampai kuartal III tahun ini. Sedangkan > > pendapatan melejit 120% menjadi Rp 4,4 triliun. Bagaimanakah prospek saham > > BORN ke depan? > > > > Borneo menghabiskan US$ 1 miliar untuk membeli 23,8% saham Bumi Plc. > > *Pembelian > > itu dibiayai dari pinjaman Standard Chartered Bank senilai US$ 1 miliar > > dengan tenor lima tahun*. Dengan membeli saham Bumi Plc, Borneo memiliki > > akses ke tambang batubara termal milik PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT > > Berau Coal Energy Tbk (BRAU). Bumi Plc adalah pengendali Bumi dan Berau > > dengan kepemilikan 29% dan 85%. > > > > Perusahaan ini didirikanoleh bankir investasi kenamaan Inggris, Nathaniel > > Rotshchild. Sebelum melego saham ke Borneo, Grup Bakrie memegang 47% saham > > Bumi Plc. Adapun Nathaniel menguasai 10% saham. > > Grup Bakrie akan menggunakan dana penjualan saham Bumi Plc untuk melunasi > > utang senilai US$ 1,35 miliar kepada 12 kreditor yang dipimpin Credit > > Suisse (CS). Sebelumnya, kreditor meminta Grup Bakrie mempercepat > > pembayaran utang, seiring kejatuhan harga saham Bumi Plc yang dijadikan > > jaminan. > > > > Kepala Riset Etrading Securities Bertrand Raynaldi menyatakan, pembelian > > saham Bumi Plc menurunkan valuasi saham Borneo, karena harga pembelian > > dinilai terlalu tinggi. Mengacu pada harga pembelian saham > > Bumi Plc, harga saham Bumi Resources yang dibeli Borneo mencapai Rp 3.200, > > sedangkan Berau Rp 620. Harga itu premium dibandingkan penutupan kemarin > > masing-masing Rp 2.150 dan Rp 420. "Akibatnya, valuasi saham > > Borneo terpangkas Rp 160 dari penutupan perdagangan kemarin," ujar dia > > di Jakarta, Selasa (1/11). > > > > Dengan membeli Bumi Plc, Borneo secara tidak langsung memiliki 6% saham > > Bumi Resources dan 20% saham Berau. Bumi adalah perusahaan batubara > > terbesar di Indonesia sekaligus eksportir terbesar di Asia. > > Sedangkan Berau dalam proses untuk mengejar kapasitas produksi sebesar 30 > > juta ton setahun pada 2014. Selain terlalu mahal, Bertrand menilai, > > pengembalian investasi (return on investment/ROI) yang didapat > > Borneo terlalu rendah dibandingkan dana yang digelontorkan. Dia memprediksi > > ROI Borneo dari transaksi itu hanya 7%. Padahal, ROI Borneo sendiri jauh di > > atas itu, yakni 22%. Dia menilai, investor asing tidak menyukai aksi > > korporasi Borneo itu. Investor, kata dia, lebih mengapresiasi jika Borneo > > mengembangkan bisnis secara organik. Kalaupun ingin tumbuh secara > > anorganik, Borneo sebaiknya menjadi mayoritas di pe- > > rusahaan yang diakuisisi."Jadi jelas sekali pembelian saham Bumi Plc > > merupakan berita yang mengejutkan. Apalagi pembelian saham Bumi Plc > > dibiayai dari utang," papar dia. > > > > Sementara itu, Presiden Direktur Borneo Samin Tan menyatakan, transaksi > > saham Bumi Plv akan menjadikan Borneo menjadi pemain utama pertambangan > > dengan portofolio tambang batubara, mineral, dan metal terdiversifikasi > > kelas dunia."Transaksi ini merupakan suatu pembentukan kemitraan antara > > dua kelompok pemain utama pertambangan di Indonesia. memiliki akses ke > > industri batubara termal kelas dunia," ujar Samin. > > > > DBS Vickers dalam laporan risetnya yang dirilis belum lama ini menilai, > > tahun ini laba bersih per saham (EPS) Borneo bakal meningkat 81% didorong > > kenaikan produksi sebeasr 74% menjadi 3,4 juta ton. Sedangkan harga jual > > rata-rata (average selling price/ASP) meningkat 28% menjadi US$ 238 per > > ton. DBS memprediksi pendapatan tahun ini melonjak 148% menjadi Rp 6,7 > > triliun. Sedangkan laba bersih diprediksi mencapai Rp 1,9 triliun, > > naik tajam dibandingkan tahun lalu Rp 349 miliar. EPS diproyeksikan > > mencapai Rp 111, dari tahun lalu Rp 61. Bertrand merekomendasikan buy on > > weakness untuk saham BORN. Target harganya Rp 1.300, sesuai dengan > > konsensus analis. Investor bisa masuk BORN ketika harga mendekati level Rp > > 800. Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada > > menyatakan, posisi candle mendekati support Rp 820. Jika itu tertembus, > > BORN bisa turun lebih dalam ke target support Rp 780. "Rekomendasi BORN > > underperform karena pembelian saham BumiPlc. Tapi, karena > > fundamentalnya baik, seharusnya BORN bisa menguat di atas Rp 1.000," ujar > > Reza. > > > > > > > > 2011/11/4 Bagya <bagyanugraha@> > > > > > ** > > > > > > > > > ** Saya juga percaya...BORN memiliki potensi besar dalam batubara kalori > > > tinggi. > > > > > > TAPI, saya penasaran, siapa yg berada di belakangnya dalam pendanaan? > > > Follow the money, katanya gitu. Jangan sampai pemilik lama BUMI ternyata > > > di > > > belakang BORN juga...kalo itu sami mawon. > > > > > > Rasa penasaran saya ini anggap saja sebagai pertanyaan. Jika ada bisa > > > menjawab rasa penasaran saya, silahkan. Saya senang banget; dari kemarin, > > > saya udah incar BORN, tapi kok masih ragu... > > > > > > > > > > > > Thanks, > > > Bagya > > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > > ------------------------------ > > > *From: * "aryo" <aryopurbo@> > > > *Sender: * [email protected] > > > *Date: *Fri, 4 Nov 2011 10:37:10 +0000 > > > *To: *<[email protected]> > > > *ReplyTo: * [email protected] > > > *Subject: *Re: [saham] Berburu Saham Super > > > > > > > > >
------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. [email protected] untuk berhenti dari milis saham [email protected] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
