Born ya pak? Bisa 8000 :)
Regards... ZFQ -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sat, 5 Nov 2011 08:03:31 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Re: Berburu Saham Super Cuma 1 yg akan Naik extreme http://prediksisahambei.blogspot.com -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sat, 5 Nov 2011 07:56:03 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Re: Berburu Saham Super Mantap bro dimas, sy ada hold 3 dr 10 hehe Regards... ZFQ -----Original Message----- From: Dimas Yoga <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 5 Nov 2011 14:14:42 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Re: Berburu Saham Super Saham super versi small caps menurut saya : 1. ADMG 2. AMAG 3. ARNA 4. BORN 5. COWL 6. EKAD 7. ETWA 8. JAWA 9. SSIA 10. TBLA DISCLAIMER ON Salam, Dimas Pada 4 November 2011 23:39, Adiputra <[email protected]> menulis: > ** > > > Mungkin ada sesuatu yang dijanjiin sama BNBR ke BORN yang kita ga tau. > > > --- In [email protected], "tongnyangkong" <tongnyangkong@...> wrote: > > > > BNBR sendiri morat-morat memegang BUMI Plc. apalagi BORN. Jika BUMI Plc. > cukup menguntungkan, tidak mungkin utang BNBR tidak berkurang (bila tidak > mau dibilang mampu melunasi utang) setelah memegang BUMI Plc. > > > > Emas murni tak mungkin tak laku kecuali mas ijo. > > > > > > > > > > --- In [email protected], Made Surya Kumara <milisnya.kummy@> wrote: > > > > > > Berikut artikel dari investor daily per tgl 2 November 2011 tentang > > > BORN..unedited...jelas sumber keuangannya dari mana dan berapa lama... > > > memang untuk investasi, bagus aja ya.. untuk trading, risiko memang... > > > > > > -------- > > > Sejumlah analis menilai, pembelian saham Bumi Plc merupakan pertaruhan > > > besar bagi Borneo. Selain terlalu mahal, imbal hasil yang diperoleh > dari > > > transaksi ini tidak terlalu besar. Namun, manajemen Borneo menganggap > > > transaksi itu akan menjadikan Borneo perusahaan tambang kelas > dunia.Borneo > > > membeli saham Bumi Plc pada harga 10,91 poundsterling per saham, > premium > > > 48% dibandingkan penutupan 31 Oktober 2011. Harga itu juga premium 6% > dari > > > harga rata rata selama enam bulan terakhir.Kondisi itu membuat valuasi > > > saham BORN terpangkas. Imbasnya, sejumlah investor, terutama asing, > > > ramai ramai melepas saham BORN. > > > > > > Meski anjlok cukup tajam, saham BORN masih berpotensi menguat dalam 12 > > > bulan ke depan. Sebab, kinerja keuangan penghasil batubara kokas (hard > > > coking coal) cukup cemerlang. Tengok saja laba bersih Borneo yang > melejit > > > 408% menjadi Rp 1,3 triliun sampai kuartal III tahun ini. Sedangkan > > > pendapatan melejit 120% menjadi Rp 4,4 triliun. Bagaimanakah prospek > saham > > > BORN ke depan? > > > > > > Borneo menghabiskan US$ 1 miliar untuk membeli 23,8% saham Bumi Plc. > *Pembelian > > > itu dibiayai dari pinjaman Standard Chartered Bank senilai US$ 1 miliar > > > dengan tenor lima tahun*. Dengan membeli saham Bumi Plc, Borneo > memiliki > > > akses ke tambang batubara termal milik PT Bumi Resources Tbk (BUMI) > dan PT > > > Berau Coal Energy Tbk (BRAU). Bumi Plc adalah pengendali Bumi dan Berau > > > dengan kepemilikan 29% dan 85%. > > > > > > Perusahaan ini didirikanoleh bankir investasi kenamaan Inggris, > Nathaniel > > > Rotshchild. Sebelum melego saham ke Borneo, Grup Bakrie memegang 47% > saham > > > Bumi Plc. Adapun Nathaniel menguasai 10% saham. > > > Grup Bakrie akan menggunakan dana penjualan saham Bumi Plc untuk > melunasi > > > utang senilai US$ 1,35 miliar kepada 12 kreditor yang dipimpin Credit > > > Suisse (CS). Sebelumnya, kreditor meminta Grup Bakrie mempercepat > > > pembayaran utang, seiring kejatuhan harga saham Bumi Plc yang dijadikan > > > jaminan. > > > > > > Kepala Riset Etrading Securities Bertrand Raynaldi menyatakan, > pembelian > > > saham Bumi Plc menurunkan valuasi saham Borneo, karena harga pembelian > > > dinilai terlalu tinggi. Mengacu pada harga pembelian saham > > > Bumi Plc, harga saham Bumi Resources yang dibeli Borneo mencapai Rp > 3.200, > > > sedangkan Berau Rp 620. Harga itu premium dibandingkan penutupan > kemarin > > > masing-masing Rp 2.150 dan Rp 420. "Akibatnya, valuasi saham > > > Borneo terpangkas Rp 160 dari penutupan perdagangan kemarin," ujar dia > > > di Jakarta, Selasa (1/11). > > > > > > Dengan membeli Bumi Plc, Borneo secara tidak langsung memiliki 6% saham > > > Bumi Resources dan 20% saham Berau. Bumi adalah perusahaan batubara > > > terbesar di Indonesia sekaligus eksportir terbesar di Asia. > > > Sedangkan Berau dalam proses untuk mengejar kapasitas produksi sebesar > 30 > > > juta ton setahun pada 2014. Selain terlalu mahal, Bertrand menilai, > > > pengembalian investasi (return on investment/ROI) yang didapat > > > Borneo terlalu rendah dibandingkan dana yang digelontorkan. Dia > memprediksi > > > ROI Borneo dari transaksi itu hanya 7%. Padahal, ROI Borneo sendiri > jauh di > > > atas itu, yakni 22%. Dia menilai, investor asing tidak menyukai aksi > > > korporasi Borneo itu. Investor, kata dia, lebih mengapresiasi jika > Borneo > > > mengembangkan bisnis secara organik. Kalaupun ingin tumbuh secara > > > anorganik, Borneo sebaiknya menjadi mayoritas di pe- > > > rusahaan yang diakuisisi."Jadi jelas sekali pembelian saham Bumi Plc > > > merupakan berita yang mengejutkan. Apalagi pembelian saham Bumi Plc > > > dibiayai dari utang," papar dia. > > > > > > Sementara itu, Presiden Direktur Borneo Samin Tan menyatakan, transaksi > > > saham Bumi Plv akan menjadikan Borneo menjadi pemain utama pertambangan > > > dengan portofolio tambang batubara, mineral, dan metal terdiversifikasi > > > kelas dunia."Transaksi ini merupakan suatu pembentukan kemitraan antara > > > dua kelompok pemain utama pertambangan di Indonesia. memiliki akses ke > > > industri batubara termal kelas dunia," ujar Samin. > > > > > > DBS Vickers dalam laporan risetnya yang dirilis belum lama ini menilai, > > > tahun ini laba bersih per saham (EPS) Borneo bakal meningkat 81% > didorong > > > kenaikan produksi sebeasr 74% menjadi 3,4 juta ton. Sedangkan harga > jual > > > rata-rata (average selling price/ASP) meningkat 28% menjadi US$ 238 per > > > ton. DBS memprediksi pendapatan tahun ini melonjak 148% menjadi Rp 6,7 > > > triliun. Sedangkan laba bersih diprediksi mencapai Rp 1,9 triliun, > > > naik tajam dibandingkan tahun lalu Rp 349 miliar. EPS diproyeksikan > > > mencapai Rp 111, dari tahun lalu Rp 61. Bertrand merekomendasikan buy > on > > > weakness untuk saham BORN. Target harganya Rp 1.300, sesuai dengan > > > konsensus analis. Investor bisa masuk BORN ketika harga mendekati > level Rp > > > 800. Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada > > > menyatakan, posisi candle mendekati support Rp 820. Jika itu tertembus, > > > BORN bisa turun lebih dalam ke target support Rp 780. "Rekomendasi BORN > > > underperform karena pembelian saham BumiPlc. Tapi, karena > > > fundamentalnya baik, seharusnya BORN bisa menguat di atas Rp 1.000," > ujar > > > Reza. > > > > > > > > > > > > 2011/11/4 Bagya <bagyanugraha@> > > > > > > > ** > > > > > > > > > > > > ** Saya juga percaya...BORN memiliki potensi besar dalam batubara > kalori > > > > tinggi. > > > > > > > > TAPI, saya penasaran, siapa yg berada di belakangnya dalam pendanaan? > > > > Follow the money, katanya gitu. Jangan sampai pemilik lama BUMI > ternyata di > > > > belakang BORN juga...kalo itu sami mawon. > > > > > > > > Rasa penasaran saya ini anggap saja sebagai pertanyaan. Jika ada bisa > > > > menjawab rasa penasaran saya, silahkan. Saya senang banget; dari > kemarin, > > > > saya udah incar BORN, tapi kok masih ragu... > > > > > > > > > > > > > > > > Thanks, > > > > Bagya > > > > Powered by Telkomsel BlackBerryŽ > > > > ------------------------------ > > > > *From: * "aryo" <aryopurbo@> > > > > *Sender: * [email protected] > > > > *Date: *Fri, 4 Nov 2011 10:37:10 +0000 > > > > *To: *<[email protected]> > > > > *ReplyTo: * [email protected] > > > > *Subject: *Re: [saham] Berburu Saham Super > > > > > > > > > > > > > > > >
