Saham apa aja kira2 diluar LQ-45 yang dipegang sama LKH ya... Yang udah pasti : MBAI Tebak2an : GMTD, INDR,ASRI.LPCK ??
--- On Wed, 11/9/11, Marcello Djunaidy <[email protected]> wrote: From: Marcello Djunaidy <[email protected]> Subject: Re: [saham] Syarat Keberhasilan Metode Lo Kheng Hong To: [email protected] Date: Wednesday, November 9, 2011, 8:19 PM Yang menarik, seingat saya, LKH bilang dia gak punya saham LQ45. Nah, harusnya kan itu saringan awal ? MD On 11/9/11, Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> wrote: > Sebenarnya ngga harus sampai persis seperti itu sih. > Khan tingkat keberhasilan itu sifatnya relatif untuk setiap orangnya :) > > Kalau prinsip untuk investasi, garis2 besar yg disampaikan oleh LKH, > menurut saya sudah umum dan standard. Hanya saja, kebanyakan dari kita > ingin investasi di saham, tapi maunya instant. Tidak berani tahan 5 tahun > atau lebih ketika trend harga sahamnya naik. Tapi kalau tahan 5 tahun > karena sahamnya merugi, malah tahan. Karena umumnya khan ngga mau cut loss. > Nanti setelah BEP atau dekat2 harga modal, baru jual. Akibatnya, investasi > untuk BEP. Atau istilah yg sering saya gunakan di pelatihan adalah trading > untuk cari BEP, bukan trading untuk cari cuan/profit :) > > Sementara di sisi lain, kalau di deposito, kita berani sampai tahunan, > bahkan sampai 10 tahun walau sifatnya rollover setiap tahunnya atau setiap > bulannya. Dan hanya dapat bunga sekitar 5-7% setelah potong pajak per > tahunnya. > > Itu sebabnya, saya sering memberikan motivasi agar lebih mau invest di > saham untuk jangka waktu yg lebih panjang dan jangan terlalu dipikirkan. > Selama tentunya beli sahamnya adalah perusahaan2 yg prospeknya bagus, > industrinya masih bertumbuh, dan juga memiliki GCG. > Hasilnya lumayan koq, setidaknya jauh di atas bunga bank kalau bersabar. > > Mental atau psikologis kita sebenarnya sudah ada di dalam diri masing2 > untuuk pegang lama. Sebenarnya bisa pegang lama, hanya saja seringnya > berani pegang lamanya hanya ketika harga sahamnya merugi walaupun sudah > tahu perusahaannya ngga bagus. Tapi ketika harga sahamnya naik dan untung, > malah ngga siap pegang lama walaupun sudah tahu perusahaannya bagus. > Tinggal di switch saja sebenarnya. Atau bisa juga dengan cara memanipulasi > diri sendiri yaitu, ketika pegang saham bagus untuk investasi, lalu > harganya naik, tinggal bilang saja ke diri sendiri, masih rugi, karena > harga wajarnya di 10 ribu misalkan bila saat ini harga sahamnya di 7000 yg > dibeli di 5000 bbrp waktu lalu. Dengan cara demikian, maka bisa mencegah > untuk menjual saham tersebut. > > Istilah LKH untuk investor, sleeping partner, menurut saya sudah tepat. > Jadi, anggap saja investasi di saham itu sebagai deposito. Kalau deposito, > bank yang bekerja untuk kita walau hasilnya sudah dibatasi. Kalau investasi > di saham, direksi dan karyawan perusahaan itu yg bekerja untuk kita > menghasilkan keuntungan yg tidak dibatasi :) > > Semoga bermanfaat. > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > > 2011/11/9 Hendrik Limbono <[email protected]> > >> >> >> Metoda yang digunakan oleh Lo Kheng Hong hanya bisa berhasil jika yang >> menggunakan adalah orang yang sama, >> dengan psikologis yang sama, >> dana yang sama, >> mengetahui informasi yang sama, >> serta timeframe yang sama... >> >> ======================================= >> bei5000.com >> >> >> > -- Sent from my mobile device
