Apakah LKH punya akses ke manajemen sebelum menginvestasikan dananya ke
saham tersebut?
Khan ngga juga toh. Ada banyak cara koq untuk bisa kira2 satu perusahaan
itu memiliki GCG atau tidak. :)
Kalau kita di awal saja sudah ketakutan, ya mana berani melangkah untuk
maju.

Kalau saya mau invest perusahaan di AS, apa saya harus juga punya akses ke
perusahaan di AS hanya untuk tahu kira2 apakah mereka GCG atau tidaknya.
EXXON belum bangkrut, perusahaan minyak AS ini masih ada dan masih besar
koq. Market cap nya sekitar 370 milyar dolar berdasarkan penutupan harga
subuh tadi :)

Untuk tahu GCG jangan menggantungkan hanya pada rating AAA saja. Perhatikan
saja laporan keuangannya, perhatikan umur perusahaan, perhatikan
industrinya, perhatikan produk/jasa yg diberikan oleh emiten tersebut, dst.
Akan terlihat koq kira2nya perusahaan itu oke atau ngga nya untuk jangka
panjang. :)

Untuk investasi itu, sudah jelas harus di riset dulu karena sifatnya jangka
panjang. Dan kalau sudah berencana investasi jangka panjang, tentunya juga
dananya adalah dana nganggur jangka panjang. Saya pikir soal ini harusnya
sudah sepikiran. Khan jadi ngga fair dong, kalau kita sudah bicara
investasi, lalu actionnya beli tanpa riset, beli dengan dana jangka pendek.

Soal keuntungan, khan sudah saya sebutkan juga relatif sifatnya. Kalau LKH
katakan cuan 500% karena nahan 8 tahun, sementara orang lain hanya 300%
karena hanya nahan 5 tahun, apa iya kita mau sebut orang yg nahan 5 tahun
itu ngga sukses dalam berinvestasi? Khan ngga juga toh, mengingat ukuran
sukses dalam investasi itu ya tergantung masing2 orang. Tidak harus sama
persis  dengan orang lain, karena memang untuk bisa sama persis itu hampir
tidak mungkin. Dan saya pikir kita sudah sepaham bahwa kita tidak sedang
membahas hasil yg sama persis, tapi lebih kepada bagaimana bisa berhasil
dalam investasi di saham. :)

Semoga bisa ditangkap poin2 dasarnya ya.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu



2011/11/10 Hendrik Limbono <[email protected]>

>
>
> Maslaah GCG sendiri kalau kita investor kecil dan gak punya akses ke
> manajemen
> bagaiman akita tau perusahaan itu punya GCG yang baik???
>
> mungkin kalau perudshaaannya seperti BUMI dan grup bakrie kita jadi tau
> lah, kalau suka Corporate Action
> tapi ada pula perusaan seperti EXXON yang bener2 diyakini bagus, eh
> bangkrut juga..
> AIG, Lehman Brother, yang kredit ratingnya *AAA, *ternyata jatuh juga...
>
> Intinya
> saya cman ingin menyampaikan bahwa,
> Slepping Investor itu bagus,
> TAPI jangan telan mentah2 aja
> sebab bagi yang awam, akan berpandangan cuman ;
> 1. Beli saham bagus
> 2. Tinggal tidur.
>
> padahal mungkin perlu diselidiki lagi lebih lanjut mengenai suatu
> perusahan sebelum dibeli dan ditinggal tidur...
> perlu diselidiki lebih lanjut sebelum menggunakan metode yang dianggap
> bagus
>
> ingatlag bahwa RESIKO berada dalam diri sendiri
> bukan pada saham ataupun metode..
>
> 2 orang yang berbeda membeli saham yang sama dengan metode yang sama
> bisa menghasilkan hasil yang berbeda...
>
> yang 1 seperti LKH yang 1 lagi juga sama sepeti LKH hanya saja yang 1
> gunakan dana yang bener2 nganggur
> yang 1 lagi pas sahamnya lagi turun (karena semua saham bisa turun), jual
> karena kepept butuh duit...
>
>
> =======================================
> bei5000.com
> ------------------------------
> *From:* Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Wednesday, November 9, 2011 11:15 PM
>
> *Subject:* Re: [saham] Syarat Keberhasilan Metode Lo Kheng Hong
>
>
> GCG itu banyak ukurannya. Tapi kalau saya sebagai investor, paling saya
> pakai filternya, adalah sbb:
> - apakah manajemennya bisa diandalkan dan dipercaya atau tidak?
> - apakah manajemennya suka ngakalin investor kecil atau tidak?
> - apakah manajemennya suka keluarga kebijakan2 yg membingungkan kita atau
> tidak?
>
> Nah, kalau ada emiten yg manajemennya suka keluarin corp action yg
> sifatnya berakrobatik sehingga membuat kita sebagai investor bingung
> sendiri maksudnya apa, belum lagi utak atik kepemilikan yg bikin kita sulit
> memahaminya, bagi saya itu sudah ngga GCG.
> Kalau manajemennya pelit kasih dividend, padahal katanya labanya besar,
> dan juga usahanya tidak lagi ekspansi2 banget, maka saya anggap
> manajemennya cuma bisa ngomong untung di atas kertas alias ada unsur
> kosmetiknya di lapkeu, tapi kemungkinan sebenarnya duitnya ngga ada karena
> bayar dividend nya kekecilan. Saya anggap kurang GCG.
>
> Dan tentunya ada hal2 tambahan lainnya tapi kira2 garis besarnya adalah
> apakah manajemennya bisa kita percaya atau tidak.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
>
> 2011/11/9 Harya <[email protected]>
>
> **
>
>
> Bang, GCG atau tidaknya perusahaan apakah ada ciri2nya? Atau ada list GCG
> companies?
> Sering bingung bang...
>
>
>
> Powered by Telkomsel BlackBerryŽ
> ------------------------------
> *From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Wed, 9 Nov 2011 22:43:45 +0700
> *To: *<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Subject: *Re: [saham] Syarat Keberhasilan Metode Lo Kheng Hong
>
>
> Sebenarnya ngga harus sampai persis seperti itu sih.
> Khan tingkat keberhasilan itu sifatnya relatif untuk setiap orangnya :)
>
> Kalau prinsip untuk investasi, garis2 besar yg disampaikan oleh LKH,
> menurut saya sudah umum dan standard. Hanya saja, kebanyakan dari kita
> ingin investasi di saham, tapi maunya instant. Tidak berani tahan 5 tahun
> atau lebih ketika trend harga sahamnya naik. Tapi kalau tahan 5 tahun
> karena sahamnya merugi, malah tahan. Karena umumnya khan ngga mau cut loss.
> Nanti setelah BEP atau dekat2 harga modal, baru jual. Akibatnya, investasi
> untuk BEP. Atau istilah yg sering saya gunakan di pelatihan adalah trading
> untuk cari BEP, bukan trading untuk cari cuan/profit :)
>
> Sementara di sisi lain, kalau di deposito, kita berani sampai tahunan,
> bahkan sampai 10 tahun walau sifatnya rollover setiap tahunnya atau setiap
> bulannya. Dan hanya dapat bunga sekitar 5-7% setelah potong pajak per
> tahunnya.
>
> Itu sebabnya, saya sering memberikan motivasi agar lebih mau invest di
> saham untuk jangka waktu yg lebih panjang dan jangan terlalu dipikirkan.
> Selama tentunya beli sahamnya adalah perusahaan2 yg prospeknya bagus,
> industrinya masih bertumbuh, dan juga memiliki GCG.
> Hasilnya lumayan koq, setidaknya jauh di atas bunga bank kalau bersabar.
>
> Mental atau psikologis kita sebenarnya sudah ada di dalam diri masing2
> untuuk pegang lama. Sebenarnya bisa pegang lama, hanya saja seringnya
> berani pegang lamanya hanya ketika harga sahamnya merugi walaupun sudah
> tahu perusahaannya ngga bagus. Tapi ketika harga sahamnya naik dan untung,
> malah ngga siap pegang lama walaupun sudah tahu perusahaannya bagus.
> Tinggal di switch saja sebenarnya. Atau bisa juga dengan cara memanipulasi
> diri sendiri yaitu, ketika pegang saham bagus untuk investasi, lalu
> harganya naik, tinggal bilang saja ke diri sendiri, masih rugi, karena
> harga wajarnya di 10 ribu misalkan bila saat ini harga sahamnya di 7000 yg
> dibeli di 5000 bbrp waktu lalu. Dengan cara demikian, maka bisa mencegah
> untuk menjual saham tersebut.
>
> Istilah LKH untuk investor, sleeping partner, menurut saya sudah tepat.
> Jadi, anggap saja investasi di saham itu sebagai deposito. Kalau deposito,
> bank yang bekerja untuk kita walau hasilnya sudah dibatasi. Kalau investasi
> di saham, direksi dan karyawan perusahaan itu yg bekerja untuk kita
> menghasilkan keuntungan yg tidak dibatasi :)
>
> Semoga bermanfaat.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
>
> 2011/11/9 Hendrik Limbono <[email protected]>
>
>
>
> Metoda yang digunakan oleh Lo Kheng Hong hanya bisa berhasil jika yang
> menggunakan adalah orang yang sama,
>  dengan psikologis yang sama,
> dana yang sama,
> mengetahui informasi yang sama,
> serta timeframe yang sama...
>
> =======================================
> bei5000.com
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke