Sejak kapan saham sebagai nomina atau benda bisa diberikan adjektiva/sifat baik atau buruk, nikmat atau laknat. Yang lebih tepat diatribusikan/diberikan sifat itu pengguna bendanya, yaitu pelaku pasarnya, untung atau sial, angpao atau apes.
Saham bergerak ke sana ke sini bukan karena sahamnya yang bergerak, Anda yang apes yang ikut menggerakkan, dan jangan lupa mereka di sana yang dapat angpao jadi mitra dagang Anda. Sahamnya sih begitu-begitu saja. Saham bukan untuk dicintai atau dibenci, tetapi dimanfaatkan. Beli kalau akan naik, Short-sell kalau akan turun. Dibicarakan dalam 'training' juga tidak ada pengaruh apa-apa. Yang menggerakan saham, pihak-pihak yang sudah lupa kapan terakhir kali ikut 'training', atau kalau masih perlu ikut 'training' tidak mungkin punya kapasitas dan akses ke dana yang besar untuk menggerakan saham. Anda yang apes justru yang menggerakan para 'trainer' untuk bisa melanjutkan kehidupannya at your training cost. Rugi dua kali dong ya, dari trading dan training. :d '+' 2011/11/24 Saham Jahanam <[email protected]> > ** > > > Mohon diwaspadai > http://pojoksaham.com/2010/01/19/6-saham-indonesia-paling-laknat/ + BORN > + STAR. > yang seperti ini gak bakal disebut dalam training saham manapun, hanya > pengalaman saja yg berbicara. > ------------------------------ > > * > * > > > > > > > -- Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo
