Bni sek pernah koq analisa bni dan kasih rekomen target harga, harusnya sih 
G̶̲̥̅̊ª.. masalah kali ya, kan pengurusnya beda
Best Regards,
ßµđΨ☀Đα®♏αωαƞ☺™

-----Original Message-----
From: papa danesh <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 30 Nov 2011 21:35:50 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Re: Harga Wajar VS Harga Riil

Sepertinya kalau perusahaan group sendiri, ada semacam aturan tidak bisa di
cover karena takutnya ada konflik of interest.
Contohnya Mandiri Sek, BNI Sek sepertinya tdk pernah bikin analisa suruh
Buy BMRI dan BNI.
Cmiiw
On Nov 30, 2011 6:11 PM, "tongnyangkong" <[email protected]> wrote:

> **
>
>
> makanya Pak, saya sudah pernah beberapa kali ngusulin dalam berbagai forum
> kepada beberapa teman di forum terbuka tentang pasar modal tetapi
> sepertinya tidak ada respons.
>
> Pikiran sederhana saya semua program promosi tentang bagaimana kiat
> memilih dan berinvestasi apakah sudah terjadi pada saham group mereka
> sendiri ?
>
> mereka boleh berbicara growth, earning, dan seterusnya pada perusahaan
> orang lain tetapi terhadap nilai saham perusahaan group sendiri tercermin
> di pasar. menjadi pertanyaan kembali apakah rumus yang mereka pakai untuk
> menganalisa perusahaan pihak lain masih cukup efektif untuk menilai saham
> group sendiri ?
>
> group sendiri yang mau dibilang apapun pasti mereka ketahui lebih jelas
> ketimbang mereka membeli perusahaan orang lain yang mungkin hanya mereka
> dapatkan setelah keterbukaan informasi plus ketajaman analisis.
>
> --- In [email protected], Hendrik Limbono <hendrik_lwww@...> wrote:
> >
> > iya begitulah peraturannya, dan kita sebagai pemegang saham minoritas
> gak bisa berbuat apa2...
> > suara kita gak akan dianggap dalam RUPS..
> >
> > punya 10% total saham pun tapi kalau yang  50% saham gak mau bagi
> dividen ya gak bagi juga...
> > Â
> > =======================================
> > bei5000.com
> >
> >
> > ________________________________
> > From: tongnyangkong <tongnyangkong@...>
> > To: [email protected]
> > Sent: Wednesday, November 30, 2011 12:09 PM
> > Subject: [saham] Re: Harga Wajar VS Harga Riil
> >
> >
> > Â
> > UU PT tahun 2007 perusahaan diwajibkan membayarkan deviden yang
> besarannya ditentukan oleh RUPS
> >
> > kalau tidak salah UU Pasar Modal tahun 1995 setiap perusahaan tbk wajib
> membagikan deviden minimal sekali dalam 3 tahun yang besarannya juga
> ditentukan oleh RUPS.
> >
> > --- In [email protected], Hendrik Limbono <hendrik_lwww@> wrote:
> > >
> > > stuju pak, Bapapem  sih ada bikin UU nya
> > > Perusahaan wajib bayar dividen tapi saya lupa gimana persisnya
> > >
> > > kalau perusahaan JARANG byaar dividen ada pOTENSI labanya cuman
> akal2an..
> > > tapi gak selalu...
> > >
> > > Bener pak, semua tergantung timeframe pribadi...
> > > kalau PNLF saya kira time frame minimal harus 2-5 tahun..
> > > sapa tau di tengah jalan dia bagikan semua  laba yang dia kumpulkan
> (retained earning) selama 5 tau terakhir,ÂÂ
> > > bisa kaya mendadak anda,hehe..ÂÂ
> > >
> > > =======================================
> > > bei5000.com
> > >
> > >
> > > ________________________________
> > > From: tongnyangkong <tongnyangkong@>
> > > To: [email protected]
> > > Sent: Wednesday, November 30, 2011 11:32 AM
> > > Subject: [saham] Re: Harga Wajar VS Harga Riil
> > >
> > >
> > > ÂÂ
> > > Kalau cuma deviden saya kira itu agak dilematis namun saya sangat
> setuju bahkan bila perlu dikeluarkan suatu surat edaran atau undang2 yang
> mewajibkan deviden perusahaan dibayarkan setiap tahun dengan angka minimal
> sekian persen bukan lagi tergantung RUPS.
> > >
> > > Bagi saya yang paling utama soal deviden adalah konsistensi
> pertumbuhan perusahaan sejalan dengan pertumbuhan hidup pemegang sahamnya,
> jangan perusahaan bertambah jaya sementara pemegang sahamnya harus terus
> ikat pinggang kencang krn tidak dibayarkan deviden.
> > >
> > > Dan yang paling utama adalah kebenaran akan laporan keuangan, otoritas
> pasar modal dan otoritas pajak harus lebih extra pada perusahaan yang tidak
> pernah bagi deviden atau membagikan deviden sangat jarang dan kecil,
> padahal dikatakan perusahaan tumbuh berkembang terus.
> > >
> > > Rekayasa laporan keuangan dan akhirnya berujung bangkrutnya perusahaan
> kalau boleh saya bilang banyak terjadi pada perusahaan yang jarang atau
> hampir tidak pernah membayar deviden walaupun saya tidak menuduh semua
> perusahaan yg tidak bayar deviden curang, tetapi celah tersebut menurut
> saya banyak digunakan pihak "nakal" untuk merekayasa laporan keuangan,
> sampai pernah saya baca "laporan keuangan bisa direkayasa, namun deviden
> kas tidak atau sangat sulit direkayasa".
> > >
> > > Kembali ke soal harga wajar dengan harga riil, menurut saya itu cuma
> masalah waktu. Barang bagus pasti akan kembali ke harga wajar meski
> menunggunya terasa menyebalkan. Saya sudah pernah dan sering mengalaminya,
> saham dengan PER dan growth tinggi bukankah jaminan ke depan pasti akan
> demikian adanya, namun satu hal yang pasti bagi saya, saya tidak mau
> membayar risk atas kegagalan growth tinggi. Contoh yang pernah terjadi pada
> PGAS sekitar tahun 2005 atau 2006 sewaktu autorejection down atas proyeksi
> delaynya SSWJ walaupun akhirnya bisa tercapai dengan sedikit delay. Pada
> saat itu PER PGAS sekitar 40-50x dan terkoreksi hingga setengahnya padahal
> saham lainnya tidak mengalami hal serupa.
> > >
> > > Perdebatan soal harga wajar dan riil sudah lama terjadi bahkan
> sepertinya sudah jauh lama terjadi di wallstreet termasuk yang pernah di
> alami oleh YM. Warren Buffet, alhasil hari ini YM. Warren Buffet tercatat
> masih menjadi no. 2 terkaya menurut Forbes padahal harusnya para fund atau
> orang yang memperdebatkannya bisa lebih kaya krn menurut mereka cara YM.
> Warren Buffet salah.
> > >
> > > --- In [email protected], Hendrik Limbono <hendrik_lwww@> wrote:
> > > >
> > > > Ada perbedaan yang cukup besar antara harga wajar dengan harga
> riil...
> > > > atau gampangnya, :
> > > >
> > > > Kenapa sih ada saham yang dihargai dengan PBV3x dan ada yang hanya
> mampu dihargai dengan PBV 1x,
> > > > atau kenapa ada saham yang PE cuman 3x tapi gak naik2, tapi ada juga
> saham yang PE30x tapi naik terus ???
> > > >
> > > > Pada dasarnya udah aja, saham bisa dihargai mahal karena ada yang
> mau beli lebih mahal lagi
> > > > dan saham udah murah bisa makin murah, karena gak ada yang mau beli
> mahal, pada mau beli lebih murah lagi
> > > >
> > > > atau bisa aja mahal karena lagi fase distribusi bandar
> > > > dan murah bisa karena faktor akumulasi bandar,
> > > > tapi masalah bandar2an saya mundur deh, saya gak tau bandar geraknya
> seperti apa...
> > > >
> > > > Dan kenapa kok suatu saham bisa dibeli dengan harga mahal??
> > > > beberapa alsan :
> > > > 1. Bagi dividen
> > > > 2. Secara TA trend nya Bullish
> > > > 3. prospek ke depannya bagus
> > > > 4. Manajemen punya kebijakan menjaga harga saham misal dengan aksi
> buyback saham, dividen dan Corporate Action lainnya
> > > > 5. Ada isu akuisisi dll..
> > > >
> > > > Jadi perusahaan bisa dihargai mahal bukan hanya sekedar dari
> fundamentalnya bagus, ini hanya salah satu faktor saja
> > > > namun ada juga faktor lain, yaitu faktor kebijakan emiten dalam
> menjaga harga saham dan juga faktor optimisme pelaku
> > > > pasar akan prospek masa depan perusahaanÂÂ
> > > >
> > > > maknaya saya agak alergi sama saham yang TERLALU murah, karena bisa
> jadi murahan...
> > > > tapi uga gak suka yang semahal UNVR, karena potensi gainnya tidak
> seberapa
> > > > saya sukanya yang menengah PER Range antara 7-11 buat dijual di PE
> 15x
> > > >
> > > > dan memeng trend TA lagi naik..simpel aja..
> > > >
> > > > =======================================
> > > > bei5000.com
> > > >
> > >
> >
>
>  
>

Kirim email ke