ada yang tahu kenapa saham ini terus turun.
________________________________ Dari: tongnyangkong <[email protected]> Kepada: [email protected] Dikirim: Jumat, 9 Desember 2011 14:31 Judul: Re: Bls: [saham] Lupakan harapan untung bagi trader di IHSG... :) bukannya hidup dipasar modal harus selalu melihat ke atas alias uptren cuy, kalau terus lihat kebawah, downtren itu semua bukan kata saya loh, tapi kata-kata mereka wkwkwkwkwkwkwkwk --- In [email protected], AB <asepbuhori@...> wrote: > > "Melihat kebawah untuk lebih bersyukur atas nikmat yg telah dicapai > sampai saat ini. Melihat keatas sebagai motivasi agar lebih > berkembang." > > like this like this... >  > Salam, > > > Asep Buhori > > > ________________________________ > Dari: D Wijaya <stocksucker@...> > Kepada: [email protected] > Dikirim: Jumat, 9 Desember 2011 12:34 > Judul: Re: [saham] Lupakan harapan untung bagi trader di IHSG... :) > > Melihat kebawah untuk lebih bersyukur atas nikmat yg telah dicapai > sampai saat ini. Melihat keatas sebagai motivasi agar lebih > berkembang. > > Selagi masih bisa bernafas, gas sampai tingkat maksimum. > > > On 12/9/11, Yhoji Gambler <gambler100percent@...> wrote: > > Kalo saya kebalik pak, berkaca kebawah memotivasi saya utk bekerja lebih > > keras supaya nasib saya lebih baik dari yang dibawah. > > > > Berkaca keatas memotivasi saya utk bekerja lebih keras agar saya bisa > > melebihi mereka yang ada diatas diatas saya. > > > > > > Regard's > > Yhoji® > > > > It's okay to disagree. But do it elegantly, with manners. > > > > In Greed We Trust™ > > Don't follow me coz I don't know where > > I'm going™ > > > > Powered by FA (Feeling Analysis) > > > > -----Original Message----- > > From: HY <h16y07@...> > > Sender: [email protected] > > Date: Thu, 8 Dec 2011 21:05:44 > > To: [email protected]<[email protected]> > > Reply-To: [email protected] > > Subject: Re: [saham] Lupakan harapan untung bagi trader di IHSG... :) > > > > Lihat kenyataannya bung... > > > > Apakah perbandingan nilai rupiah terhadap dollar telah kembali ke 2000 / > > 5000 ? > > Apakah hal tersebut bisa dibilang bahwa Indonesia jadi semakin baik ? > > Lihat harga2 kebutuhan pokok, harga semakin naik... nilai valuasi rupiah > > semakin turun. > > > > Contoh : > > > > Th. 1997 berapa biaya masuk kuliah ? Bandingkan dengan sekarang ? > > Th. 1997 berapa harga beras per liter ? Bandingkan dengan sekarang ? > > > > Apakah ada artinya nilai salary pekerja dibandingkan dengan besarnya nilai > > kebutuhan hidup dari dulu hingga sekarang ? > > Valuasi kenaikan barang2 kebutuhan pokok tidak sebanding dengan valuasi > > salary pekerja/pegawai. > > > > Berkacalah ke bawah... banyak rakyat semakin menderita terutama golongan > > bawah. > > > > Jika anda berkaca ke atas pastilah anda berpendapat lain, bahwa hidup ini > > semakin enak. > > > > Coba lihat bangsa kita di pedalaman, sudahkan mereka hidup layak ? sudahkah > > pembangunan adil dan merata ? > > Bila jawaban anda ya ... itu bohong besar. > > > > Yang ada yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin, kenapa ? > > Karena yang kaya hanya memikirkan diri sendiri tanpa memikirkan saudara2nya > > yang masih dalam kondisi menderita. > > > > Belum lama ada tayangan stasiun TV... di daerah Banten yang jaraknya sangat > > dekat dengan Jakarta sebagai Ibukota negara > > masih belum terjamah Listrik, Air Bersih, Sekolah Dasar gratis, dll. > > > > Bukalah sekali2 mata hati anda. > > > > " Hidupmu adalah Imajinasimu " > > > > > > > > ________________________________ > > From: positif01 <positif01@...> > > To: [email protected] > > Sent: Friday, December 9, 2011 10:18 AM > > Subject: Re: [saham] Lupakan harapan untung bagi trader di IHSG... :) > > > > > > > > Pernyataan-pernyataan ini menarik karena bisa dijadikan ajang refleksi untuk > > mengukur kelayakan menjadi investor/trader profesional atau hanya kelas > > amatir. Kalau penulisnya 'newbie' tentu akan dimaklumi. > > > > Poin pernyataan: Bangkitlah bangsaku jangan biarkan pelaku pasar asing > > menjatuhkan pasar kita. Bodoh kalau pelaku pasar domestik ikut menjatuhkan > > harga saham-saham. Jangan mau dibodohi asing. > > > > Respon pertama: tersenyum geli dahulu. > > Respon berikut: mencerna > > Respon selanjutnya: menanggapi rasional > > > > 1) Biasanya pernyataan klise seperti itu keluar ketika saham/indeks bergerak > > turun. Lucu dan ironisnya, sejak IHSG berada di level 200 pasca-krisis Asia > > kemudian tertekan kembali krisis finansial global, hingga saat ini IHSG di > > level 4.000 yang berarti naik lebih dari 1.000%, kondisi itu bisa terjadi > > berkat siapa? KSEI selaku otoritas kustodian saham Indonesia menyatakan > > bahwa kepemilikan asing terhadap ekuitas Indonesia 65%. So, tidak mungkin > > sisa 35% yang mendorong kenaikan fantastis tersebut ya. > > > > 2). Lebih bodoh mana, investor domestik yang ikut melepas porto aset > > domestiknya, atau investor asing yang memilih menanamkan dana di pasar di > > luar negaranya? Logika pernyataan klise semestinya investor asing itu yang > > lebih bodoh, dan lebih kejamnya lagi tidak nasionalis. Kenyataannya, apakah > > benar mereka bodoh, atau siapa yang sebenarnya lebih bodoh? > > > > 3) Kalau investor asing itu "pintar" menurut logika klise itu, justru Anda > > yang menyesal karena tidak ada yang membantu kenaikan pasar domestik Anda, > > bukan? > > > > Jadi, permasalahannya bukan nasionalisme atau tidaknya investor, tetapi > > apakah posisi porto Anda naik atau turun. Ketika turun maka frustrasi yang > > ditumpahkan kepada pasar yang tidak bisa dilawan itu, paling mudah dengan > > membawa-bawa bendera nasionalisme. > > > > Sampai di sini, mudah mengukur level dan kualitas pola pikir dan mental > > traders/investors, sejauhmana Anda sering mengacu kepada nasionalisme, > > ketimbang mengacu kepada pasar dan berteman dengan pasar. > > > > Trader/investor profesional mengacu kepada yang terakhir, pasar. Karena > > nilai uang tidak memiliki kewarganegaraan, mata uang yang memiliki > > kebangsaan, dan pelaku pasar hanya perduli kepada nilai atau 'value'. > > > > '+' > > > > > > 2011/12/9 HY <h16y07@...> > > > > > >> > >>Kan sudah dibilang.... > >>Ada moment naik ragu2... giliran mau turun baru semangat buat naik... :) > >>Nanti perbandingannya bursa amerika dan eropa stabil... balik ke 100% > >>Nah Indonesia tinggal 50%... Jadi skenario dibuat untuk menjatuhkan nilai > >> bursa Asia... terutama Indonesia. > >> > >> > >>Karena mereka menilai perkembangan ekonomi Indonesia cukup baik dan > >> pesat... mereka mau memiliki. > >>Tapi apa mereka mau beli di harga yang sudah tinggi ? NO WAY... mereka akan > >> bikin anjlok serendah-rendahnya untuk mereka borong. > >> > >> > >>Bagaimana ? Apakah kita masih mau dibodohi dengan ikut menjatuhkan harga2 > >> saham perusahaan nasional kita ? > >>Be Smart... Indonesia bukan bangsa yang bodohkan ? > >>Jadi stop cutloss jangan jual rendah pertahankan portfolio anda. jual > >> semahal-mahalnya... agar mereka tidak bisa beli... > >>Jika mereka nekad beli... otomatis harga saham kita akan semakin melaju > >> tinggi. > >> > >> > >>Itu baru namanya mencari laba sekaligus memajukan nilai perusahaan2 dalam > >> negeri dimata dunia. > >> > >> > >> > >> " Hidupmu adalah Imajinasimu " > >> > > > > > > -- > > Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo > > > > > > > > > ------------------------------------ > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. > > SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN > MILIS. SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL > EFEK. SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK > INVESTASI ATAU PEMILIK MODAL. > > [email protected] untuk berhenti dari milis saham > [email protected] untuk bergabung ke milis saham > Yahoo! Groups Links > > > >   http://docs.yahoo.com/info/terms/ >
