Pernyataan yang

EXCELLENT

Sejak awal ngaku investor, begitu harga jatuh teriak maki sana sini
sampai menghujat dan menuduh yang bukan-bukan padahal adalah kesalahan
diri sendiri, investor harga saham turun kok teriak.

investor teriak kalau perusahaan yang dibeli bangkrut tidak sesuai
dengan yang dipublikasikan.

Buang sampah aza sembarangan, lampu merah asal terobos, gitu aza kok
bicara nasionalisme.




--- In [email protected], positif01 <positif01@...> wrote:
>
> Pernyataan-pernyataan ini menarik karena bisa dijadikan ajang refleksi
> untuk mengukur kelayakan menjadi investor/trader profesional atau
hanya
> kelas amatir. Kalau penulisnya 'newbie' tentu akan dimaklumi.
>
> Poin pernyataan: Bangkitlah bangsaku jangan biarkan pelaku pasar asing
> menjatuhkan pasar kita. Bodoh kalau pelaku pasar domestik ikut
menjatuhkan
> harga saham-saham. Jangan mau dibodohi asing.
>
> Respon pertama: tersenyum geli dahulu.
> Respon berikut: mencerna
> Respon selanjutnya: menanggapi rasional
>
> 1) Biasanya pernyataan klise seperti itu keluar ketika saham/indeks
> bergerak turun. Lucu dan ironisnya, sejak IHSG berada di level 200
> pasca-krisis Asia kemudian tertekan kembali krisis finansial global,
hingga
> saat ini IHSG di level 4.000 yang berarti naik lebih dari 1.000%,
kondisi
> itu bisa terjadi berkat siapa? KSEI selaku otoritas kustodian saham
> Indonesia menyatakan bahwa kepemilikan asing terhadap ekuitas
Indonesia
> 65%. So, tidak mungkin sisa 35% yang mendorong kenaikan fantastis
tersebut
> ya.
>
> 2). Lebih bodoh mana, investor domestik yang ikut melepas porto aset
> domestiknya, atau investor asing yang memilih menanamkan dana di pasar
di
> luar negaranya? Logika pernyataan klise semestinya investor asing itu
yang
> lebih bodoh, dan lebih kejamnya lagi tidak nasionalis. Kenyataannya,
apakah
> benar mereka bodoh, atau siapa yang sebenarnya lebih bodoh?
>
> 3) Kalau investor asing itu "pintar" menurut logika klise itu, justru
Anda
> yang menyesal karena tidak ada yang membantu kenaikan pasar domestik
Anda,
> bukan?
>
> Jadi, permasalahannya bukan nasionalisme atau tidaknya investor,
tetapi
> apakah posisi porto Anda naik atau turun. Ketika turun maka frustrasi
yang
> ditumpahkan kepada pasar yang tidak bisa dilawan itu, paling mudah
dengan
> membawa-bawa bendera nasionalisme.
>
> Sampai di sini, mudah mengukur level dan kualitas pola pikir dan
mental
> traders/investors, sejauhmana Anda sering mengacu kepada nasionalisme,
> ketimbang mengacu kepada pasar dan berteman dengan pasar.
>
> Trader/investor profesional mengacu kepada yang terakhir, pasar.
Karena
> nilai uang tidak memiliki kewarganegaraan, mata uang yang memiliki
> kebangsaan, dan pelaku pasar hanya perduli kepada nilai atau 'value'.
>
> '+'
>
> 2011/12/9 HY h16y07@...
>
> > **
> >
> >
> > Kan sudah dibilang....
> > Ada moment naik ragu2... giliran mau turun baru semangat buat
naik... :)
> > Nanti perbandingannya bursa amerika dan eropa stabil... balik ke
100%
> > Nah Indonesia tinggal 50%... Jadi skenario dibuat untuk menjatuhkan
nilai
> > bursa Asia... terutama Indonesia.
> >
> > Karena mereka menilai perkembangan ekonomi Indonesia cukup baik dan
> > pesat... mereka mau memiliki.
> > Tapi apa mereka mau beli di harga yang sudah tinggi ? NO WAY...
mereka
> > akan bikin anjlok serendah-rendahnya untuk mereka borong.
> >
> > Bagaimana ? Apakah kita masih mau dibodohi dengan ikut menjatuhkan
harga2
> > saham perusahaan nasional kita ?
> > Be Smart... Indonesia bukan bangsa yang bodohkan ?
> > Jadi stop cutloss jangan jual rendah pertahankan portfolio anda.
jual
> > semahal-mahalnya... agar mereka tidak bisa beli...
> > Jika mereka nekad beli... otomatis harga saham kita akan semakin
melaju
> > tinggi.
> >
> > Itu baru namanya mencari laba sekaligus memajukan nilai perusahaan2
dalam
> > negeri dimata dunia.
> >
> >
> > " Hidupmu adalah Imajinasimu "
> >
> >
> >
>
>
>
> --
> Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo
>




------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

SEMUA POSTING DI MILIS INI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM EMAIL DAN BUKAN ADMIN MILIS. 
SEMUA POSTING DI MILIS INI BUKAN UNTUK MENGAJAK MEMBELI ATAU MENJUAL EFEK. 
SETIAP KEPUTUSAN INVESTASI MENJADI TANGGUNG JAWAB PIHAK PEMILIK INVESTASI ATAU 
PEMILIK MODAL.

[email protected] untuk berhenti dari milis saham
[email protected] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke