problem sebenarnya tidak melulu di pihak bank seperti disinyalir, sebenarnya 
jika konsumen banyak sekali dan admin tidak rapi maka sekuritas kemungkinan 
bisa terlambat / terselip data nasabah, sehingga meskipun bapak mengirim sudah 
sebulan yang lalu namun sangat tergantung profesionalisme sekuritas tersebut 
apakah langsung dikirim ke bank atau ditumpuk dulu tunggu yang lain? itu kita 
asumsikan data bapak lengkap

kalau di bank mestinya proses pembukaan rekening (data lengkap) mungkin hanya 
perlu beberapa puluh menit saja!



________________________________
 Dari: ahmad saharjo <[email protected]>
Kepada: "[email protected]" <[email protected]> 
Dikirim: Rabu, 1 Februari 2012 13:07
Judul: Re: [saham] Bersabarlah Dengan Aturan Yang Baru
 

  
Bang Ian, memang yg tidak terkena suspend bisa nyaman, tetapi terus terang saya 
kecewa berat karena mengalami loss opportunity yg bcukup besar. Saya sudah 
memenuhi segala ketentuan dgn baik, saya sudah sampaikan dokumen RDI awal 
januari, tetapi toh juga di suspen. Saya tidak tahu bagaimana komitmen antara 
bapepam, perusahaan sekuritas dan bank kustodian, terinformasi bhw kalau 
nasabah sudah menyampaikan dokumen RDI maka bisa nyaman karena itu sudah 
tanggung jawab broker dan bank terkait dengan proses pembukaan RDI, tapi 
kenyatanya ? nasabah juga yg dirugikan dengan suspensi trading jual dan beli. 



________________________________
 From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Wednesday, February 1, 2012 12:57 PM
Subject: [saham] Bersabarlah Dengan Aturan Yang Baru
 

  
Aturan yang baru, memang lazimnya bisa membuat kenyamanan kita akan
terganggu. Tapi saya yakini sifatnya hanya sementara waktu saja.
Melihat fungsi dan kegunaannya, menurut saya kebijakan ini perlu di
dukung bersama. Kalaupun di awal2 ada hambatan karena masalah teknis,
bersabar sajalah, sambil terus berupaya mengurusnya agar cepat
selesai.

Semoga rekening2 para sahabat saham semua disini bisa lancar kembali
ya. Tetap semangat, tetap ceria. :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu



 

Kirim email ke