BLTA enak dan gampang saja bicara default...
Dibalik semua ini pasti ada maksud-maksud yang tdk baik di management BLTA 
sendiri sepanjang perusahaan beroperasi, padahal perusahaan dikelola oleh 
org-org yg profesional di bidangnya. Logikanya dapat fund dari loan harusnya 
bisa diputar untuk operasional dan ekspansi dng memperhatikan segala 
"resiko". Selanjutnya uang ratusan juta USD dikemanain ? Terus bagaimana nasib 
para investor jika PT dipailitkan ? Jadi dapat disimpulkan owner dan management 
BLTA isinya orang bodoh dan koruptor. Bapepam harus lebih ketat mengawasi para 
emiten lain untuk antisipasi kejadian BLTA tdk terulang lagi di emiten yang 
lainnya.  
Bagaimana dng komentar teman - teman yang lainnya ? 


________________________________
From: Fabianto Wangsamulya <[email protected]>
To: Milis Saham <[email protected]> 
Sent: Tuesday, February 28, 2012 8:48 AM
Subject: [saham] BLTA default


  
Kemarin BLTA mengumumkan default 6 surat utangnya (obligasi dan sukuk).
Total utang berikut bunga jatuh tempo yang seharusnya dibayar:
44.132.940 USD + 17.509.375.000 IDR, sekitar 414.7 milyar rupiah

Ada 418 juta USD utangnya yang jatuh tempo pada tahun ini.

Beritanya:
http://www.reuters.com/article/2012/02/27/berlian-idUSL4E8DR7RT20120227?feedType=RSS&feedName=industrialsSector 


Surat resminya:
http://www.idx.co.id/Portals/0/StaticData/NewsAndAnnouncement/ANNOUNCEMENTSTOCK/From_EREP/201202/D15FE4D4-8948-40FD-8DE0-AABE6ABBA73E.PDF


Di beritanya sih gak disebutkan bank lokal yang kena dampaknya apa saja, bank 
asing semua kreditur terbesarnya.
Lagian sahamnya masih suspen kan, gak bisa diapa-apakan juga.
Pelajarannya: cek cashflow perusahaan, kalau lagi sekarat dan terancam default 
lebih baik jangan pegang sahamnya.

---
Fabianto

Kirim email ke