Yang beli obligasi dan bapepam bukan satu instansi yang sama. Jadi mau nya bapepam lebih ketat di bagian mana?
Mereka ga bisa larang perusahaan keluarin obligasi kalau ada yang mau beli. Dan ini yg default obligasi yah... Tadi liat sekilas salah satu obligasi nya bunga nya cukup tinggi di sekitar 15%. Mungkin para banker (atau pun investor individu/institusi) yang beli obligasi nya tertarik dengan bunga yang tinggi (biasa bunga tinggi resiko tinggi). Dan sudah ada hitung2nya sendiri. Banyak perusahaan yang belum profit tapi dengan adanya dana baru (misalnya untuk beli kapal) maka bisa jadi profit. Jadi perusahaan bukan cuman cari dana kalau hanya profit saja. Misalnya tambang baru dalam tahap explorasi. Mereka bisa saja beberapa tahun merugi. Dan selama ini selalu cari dana tambahan dengan bank loan, obligasi, right issue ataupun cara lain nya. MUNGKIN untuk kasus blta, untuk beli kapal. Tentu nya dengan harapan nanti bakal ada profit dari kapal ini. Dan akan lebih untung lagi. Sent from my BlackBerry® -----Original Message----- From: devit supriatno <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 27 Feb 2012 21:03:24 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] BLTA default Yang tidak masuk di pikiran adalah kenapa para banker masih mau kasih loan sebanyak itu apabila perusahaan tdk profit atau dalam kesulitan cash flow nya ? Untuk mendapatkan loan tdk mudah, biasanya loan hy dikucurkan 75 % dari nilai agun ________________________________ From: PH <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tuesday, February 28, 2012 11:47 AM Subject: Re: [saham] BLTA default Pak yang salah investor yg beli saham nya kan? Ada bukti mereka menyalah gunakan duit perusahaan? Kalau ada uda tindak kriminal... Boleh donk laporin ke polisi... Kalau ga ada yah salahin diri sendiri yah... Tadi ketik panjang lebar ada kata "resiko". Yah nama nya aja ada resiko mana bisa selalu untung. Kebetulan yang ini rugi.. Tau ga dulu utangnya untuk apa? Sudah di pelajari belum? Coba di share. Kalau belum di pelajari yah salah investor itu jg yah... Jadi sebenarnya sebelum salahin bapepam mungkin koreksi diri investor itu sendiri dulu... Apa investor sudah research lebih dalam tentang perusahaan nya? Kalau sudah dan masi salah. Dimana kesalahan nya? Apa informasi dari perusahaan tidak benar? Apa ada manipulasi di laporan keuangan? Apa informasi publik yang di sampaikan tidak sama dengan kenyataan? Apa dana obligasi tidak di lakukan seperti di prospektus? Maksudnya Bapepam harus lebih ketat itu gimana? Ikut campur dalam urusan bisnis suatu perusahaan publik? Atau gmn nih? Mungkin saya salah tangkep arti nya. Sent from my BlackBerry® ________________________________ From: devit supriatno <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 27 Feb 2012 18:26:25 -0800 (PST) To: [email protected]<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] BLTA default BLTA enak dan gampang saja bicara default... Dibalik semua ini pasti ada maksud-maksud yang tdk baik di management BLTA sendiri sepanjang perusahaan beroperasi, padahal perusahaan dikelola oleh org-org yg profesional di bidangnya. Logikanya dapat fund dari loan harusnya bisa diputar untuk operasional dan ekspansi dng memperhatikan segala "resiko". Selanjutnya uang ratusan juta USD dikemanain ? Terus bagaimana nasib para investor jika PT dipailitkan ? Jadi dapat disimpulkan owner dan management BLTA isinya orang bodoh dan koruptor. Bapepam harus lebih ketat mengawasi para emiten lain untuk antisipasi kejadian BLTA tdk terulang lagi di emiten yang lainnya. Bagaimana dng komentar teman - teman yang lainnya ? ________________________________ From: Fabianto Wangsamulya <[email protected]> To: Milis Saham <[email protected]> Sent: Tuesday, February 28, 2012 8:48 AM Subject: [saham] BLTA default Kemarin BLTA mengumumkan default 6 surat utangnya (obligasi dan sukuk). Total utang berikut bunga jatuh tempo yang seharusnya dibayar: 44.132.940 USD + 17.509.375.000 IDR, sekitar 414.7 milyar rupiah Ada 418 juta USD utangnya yang jatuh tempo pada tahun ini. Beritanya: http://www.reuters.com/article/2012/02/27/berlian-idUSL4E8DR7RT20120227?feedType=RSS&feedName=industrialsSector Surat resminya: http://www.idx.co.id/Portals/0/StaticData/NewsAndAnnouncement/ANNOUNCEMENTSTOCK/From_EREP/201202/D15FE4D4-8948-40FD-8DE0-AABE6ABBA73E.PDF Di beritanya sih gak disebutkan bank lokal yang kena dampaknya apa saja, bank asing semua kreditur terbesarnya. Lagian sahamnya masih suspen kan, gak bisa diapa-apakan juga. Pelajarannya: cek cashflow perusahaan, kalau lagi sekarat dan terancam default lebih baik jangan pegang sahamnya. --- Fabianto
