Bacanya sampai selesai pak. Pak Rio menyimpulkan bhw untuk jangka menengah dan 
panjang kenaikan BBM tidak banyak berpengaruh, sedangkan dlm jangka pendek 
hanya berpengaruh sesaat terhadap pertumbuhan, salam cuan bro..... 



________________________________
 From: taufik a.w <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Wednesday, February 29, 2012 6:59 PM
Subject: Re: [saham] SPECIAL REPORT: Akankah Kenaikan Harga BBM Merontokkan 
Perekonomian Indonesia? (Part 1 of 2)
 

  
Ah ini sih kompor biar IHSG anjlok lagi spt kmren lusa dan bisa beli saham 
diharga murah........

*nakut2in aja......emang anak kecil ditakut2in biar panic selling......





Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

From:  Rio Rizaldi <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Wed, 29 Feb 2012 18:30:18 +0700
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: [saham] SPECIAL REPORT: Akankah Kenaikan Harga BBM Merontokkan 
Perekonomian Indonesia? (Part 1 of 2)
  
'SPECIAL REPORT: Akankah Kenaikan Harga BBM Merontokkan Perekonomian Indonesia? 
(Part 1 of 2)'

Note: Karena bahannya kepanjangan, jadi artikelnya dicicil dulu yah teman - 
teman. Part 2 nyusul hehe. Info selengkapnya silahkan cek Disini. Oh iya 
ditunggu komentar - komentarnya yah, siapa tahu ada masukan yang bermanfaat 
bagi kita semua;)


Dear All,
Beberapa kebijakan pemerintah dan perkembangan bursa komoditi global 
akhir – akhir ini menjadi faktor – faktor yang mempengaruhi bursa saham 
Indonesia dengan signifikan. Kebijakan BI menurunkan tingkat suku bunga 
dari 6.00% menjadi 5.75% menyebabkan penurunan saham perbankan cukup 
dalam. Sebagai sektor industri berkapitalisasi terbesar, penurunan 
sektor perbankan turut menyeret IHSG ke level yang lebih rendah. Belum 
reda tekanan jual pada sektor perbankan, rencana kenaikan BBM bersubsidi hingga 
sebesar Rp.1500 per liter semakin menekan bursa saham yang pada 
kesempatan sebelumnya berpeluang untuk Rally kembali ke level All Time 
High. Hal ini didorong oleh kekhawatiran akan menurunnya daya beli 
masyarakat dan lonjakan inflasi. Kenaikan BBM Bersubsidi dilakukan untuk 
menyesuaikan kenaikan harga minyak mentah dunia yang saat ini mencapai 
level USD 110.
Akankah level All Time High sebelum krisis 2008 di kisaran USD 147 
kembali tercapai? Akankah kenaikan BBM menggerus potensi pertumbuhan 
perekonomian yang lebih baik di Indonesia? Akankah kenaikan BBM 
melemahkan daya beli masyarakat sehingga pertumbuhan ekonomi yang 80% 
didorong oleh konsumsi dalam negeri ini melambat?
Kami mencoba flashback ke tahun 2005, dimana ketika itu 
harga BBM bersubsidi naik hampir 2x lipat menjadi Rp. 4.500. Pasca 
kenaikan BBM tersebut, perekonomian Indonesia ternyata tidak terlalu 
mendapat pengaruh negatif bahkan terus tumbuh signifikan. Hal ini 
didukung oleh beberapa data menarik di bawah ini:
 
GDP & GDP Per Kapita
GDP Indonesia tampak terus mengalami pertumbuhan, dengan GDP per 
Kapita di tahun 2005 sebesar USD  1300 melonjak 2x lipat lebih menjadi 
USD 3000 di tahun 2010. Tahun 2011 kemarin GDP Per Kapita mencapai level USD 
3600! Hal ini menunjukkan daya beli masyarakan terus tumbuh. GDP 
per kapita Indonesia pada tahun 2005 berada pada kisaran USD 1300, pada 
tahun 2008 sebesar USD 2250. Hal ini menunjukkan dengan kenaikan daya 
beli yang signifikan, kenaikan BBM sebesar 33% diperkirakan hanya akan 
memberikan guncangan sesaat terhadap konsumsi.
 
Pertumbuhan Lapangan Kerja & Tingkat Pengangguran
Kenaikan BBM pada tahun 2005 sempat mengakibatkan penurunan 
pertumbuhan lapangan pekerjaan (Lapangan kerja baru tetap tumbuh walau 
ada sedikit perlambatan) tetapi hal ini tetap kami lihat cukup positif 
dimana tingkat pengangguran cenderung mengalami penurunan secara 
konsisten dari >11% di tahun 2005 turun ke <7% pada tahun 2011. 
Kenaikan BBM di tahun 2005 tidak mengakibatkan resesi, sebaliknya 
perekonomian terus mengalami pertumbuhan.
 
Peringkat Utang
Menaikkan BBM Bersubsidi berarti mengurangi beban anggaran 
pemerintah. Hal ini menjadikan anggaran pemerintah semakin sehat 
sehingga penyaluran dana ke proyek – proyek yang bersifat ekonomis & produktif 
semakin besar (Pendapatan naik, beban turun. Alhasil 
peringkat utang Indonesia  mendapat respon positif dari 2 lembaga 
pemeringkat yakni Fitch Rating dan Moody’s dengan kenaikan peringkat 
secara konsisten kembali ke Investment Grade.
 
Kinerja Perbankan
Kinerja Perbankan sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia 
sejak tahun 2002 hingga 2010 menunjukkan pertumbuhan bisnis yang 
konsisten. Kenaikan harga BBM yang hampir mencapai 100% di tahun 2005 
tidak mempengaruhi penyaluran kredit perbankan menjadi negatif. Dari 
tahun 2002 hingga 2010 total kredit perbankan terus tumbuh positif. 
Bahkan sepanjang tahun 2005 – 2006 paska kenaikan BBM tidak terjadi 
penurunan sama sekali. Pada tahun 2005 total kredit tumbuh sebesar +24% 
dan pada tahun 2006 tumbuh sebesar +13%.
 
Kesimpulan Fundamental:
Dari beberapa indikator di atas yakni: 1. Pertumbuhan GDP & GDP 
Per Kapita, 2. Pertumbuhan lapangan pekerjaan & tingkat 
pengangguran, 3. Credit Rating, serta 4. penyaluran kredit perbankan, 
tampak bahwa kenaikan BBM tidak memberi pengaruh negatif terhadap 
perekonomian dalam jangka menengah dan panjang walau dalam jangka pendek 
memungkinkan terjadinya pelemahan pertumbuhan sesaat. Melihat kondisi 
demikian, manfaatkan peluang penurunan pada IHSG sementara ini untuk 
menyeleksi saham – saham potensial yang selanjutnya berpeluang mencetak 
kinerja yang cemerlang.

You may view the latest post at
http://galerisaham.com/2012/02/29/special-report-akankah-kenaikan-harga-bbm-merontokkan-perekonomian-indonesia-part-1-of-2/

-- 

Best Regards,
 
 
Rio Rizaldi
 
Website: http://galerisaham.com 
Follow Twitter: @Galerisaham
Facebook Page: http://www.facebook.com/galerisaham"Like Us"
FREE Mailing List: (kirim email kosong ke) [email protected]
 
PPlease consider the environment before printing this e-mail

 

Kirim email ke