He..he...he.....iya lihat sekilas.....yg penting apapun bsk yg terjadi ama ihsg baik merah atau ijo gak masalah......yg penting asii dan bbri lanjut ke utaranya.......:)
Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Jefry CHANG <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 29 Feb 2012 23:04:58 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] SPECIAL REPORT: Akankah Kenaikan Harga BBM Merontokkan Perekonomian Indonesia? (Part 1 of 2) Salah baca Pak??? atau cuma liat sekilas? Best Regards, Sastro Chang Sent from my iPad On Feb 29, 2012, at 7:19 PM, "taufik a.w" <[email protected]> wrote: > He...he....siplah....oke lah klo begitu pak......lanjut ijo bsk dah......biar > asii melaju ke 75rb :D > > > > > > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > From: "panda" <[email protected]> > Sender: [email protected] > Date: Wed, 29 Feb 2012 12:18:35 +0000 > To: <[email protected]> > ReplyTo: [email protected] > Subject: Re: [saham] SPECIAL REPORT: Akankah Kenaikan Harga BBM Merontokkan > Perekonomian Indonesia? (Part 1 of 2) > > > Waduh pak taw salah persepsi keliatannya > > Justru dengan beberapa fakta dibawah ga perlu worry lah, tinggal pilih > kedepannya > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > From: "taufik a.w" <[email protected]> > Sender: [email protected] > Date: Wed, 29 Feb 2012 11:59:48 +0000 > To: <[email protected]> > ReplyTo: [email protected] > Subject: Re: [saham] SPECIAL REPORT: Akankah Kenaikan Harga BBM Merontokkan > Perekonomian Indonesia? (Part 1 of 2) > > > Ah ini sih kompor biar IHSG anjlok lagi spt kmren lusa dan bisa beli saham > diharga murah........ > > *nakut2in aja......emang anak kecil ditakut2in biar panic selling...... > > > > > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > From: Rio Rizaldi <[email protected]> > Sender: [email protected] > Date: Wed, 29 Feb 2012 18:30:18 +0700 > ReplyTo: [email protected] > Subject: [saham] SPECIAL REPORT: Akankah Kenaikan Harga BBM Merontokkan > Perekonomian Indonesia? (Part 1 of 2) > > > 'SPECIAL REPORT: Akankah Kenaikan Harga BBM Merontokkan Perekonomian > Indonesia? (Part 1 of 2)' > > Note: Karena bahannya kepanjangan, jadi artikelnya dicicil dulu yah teman - > teman. Part 2 nyusul hehe. Info selengkapnya silahkan cek Disini. Oh iya > ditunggu komentar - komentarnya yah, siapa tahu ada masukan yang bermanfaat > bagi kita semua;) > > > Dear All, > > Beberapa kebijakan pemerintah dan perkembangan bursa komoditi global akhir – > akhir ini menjadi faktor – faktor yang mempengaruhi bursa saham Indonesia > dengan signifikan. Kebijakan BI menurunkan tingkat suku bunga dari 6.00% > menjadi 5.75% menyebabkan penurunan saham perbankan cukup dalam. Sebagai > sektor industri berkapitalisasi terbesar, penurunan sektor perbankan turut > menyeret IHSG ke level yang lebih rendah. Belum reda tekanan jual pada sektor > perbankan, rencana kenaikan BBM bersubsidi hingga sebesar Rp.1500 per liter > semakin menekan bursa saham yang pada kesempatan sebelumnya berpeluang untuk > Rally kembali ke level All Time High. Hal ini didorong oleh kekhawatiran akan > menurunnya daya beli masyarakat dan lonjakan inflasi. Kenaikan BBM Bersubsidi > dilakukan untuk menyesuaikan kenaikan harga minyak mentah dunia yang saat ini > mencapai level USD 110. > > Akankah level All Time High sebelum krisis 2008 di kisaran USD 147 kembali > tercapai? Akankah kenaikan BBM menggerus potensi pertumbuhan perekonomian > yang lebih baik di Indonesia? Akankah kenaikan BBM melemahkan daya beli > masyarakat sehingga pertumbuhan ekonomi yang 80% didorong oleh konsumsi dalam > negeri ini melambat? > > Kami mencoba flashback ke tahun 2005, dimana ketika itu harga BBM bersubsidi > naik hampir 2x lipat menjadi Rp. 4.500. Pasca kenaikan BBM tersebut, > perekonomian Indonesia ternyata tidak terlalu mendapat pengaruh negatif > bahkan terus tumbuh signifikan. Hal ini didukung oleh beberapa data menarik > di bawah ini: > > > > GDP & GDP Per Kapita > > > > GDP Indonesia tampak terus mengalami pertumbuhan, dengan GDP per Kapita di > tahun 2005 sebesar USD 1300 melonjak 2x lipat lebih menjadi USD 3000 di > tahun 2010. Tahun 2011 kemarin GDP Per Kapita mencapai level USD 3600! Hal > ini menunjukkan daya beli masyarakan terus tumbuh. GDP per kapita Indonesia > pada tahun 2005 berada pada kisaran USD 1300, pada tahun 2008 sebesar USD > 2250. Hal ini menunjukkan dengan kenaikan daya beli yang signifikan, kenaikan > BBM sebesar 33% diperkirakan hanya akan memberikan guncangan sesaat terhadap > konsumsi. > > > > Pertumbuhan Lapangan Kerja & Tingkat Pengangguran > > > > Kenaikan BBM pada tahun 2005 sempat mengakibatkan penurunan pertumbuhan > lapangan pekerjaan (Lapangan kerja baru tetap tumbuh walau ada sedikit > perlambatan) tetapi hal ini tetap kami lihat cukup positif dimana tingkat > pengangguran cenderung mengalami penurunan secara konsisten dari >11% di > tahun 2005 turun ke <7% pada tahun 2011. Kenaikan BBM di tahun 2005 tidak > mengakibatkan resesi, sebaliknya perekonomian terus mengalami pertumbuhan. > > > > Peringkat Utang > > > > Menaikkan BBM Bersubsidi berarti mengurangi beban anggaran pemerintah. Hal > ini menjadikan anggaran pemerintah semakin sehat sehingga penyaluran dana ke > proyek – proyek yang bersifat ekonomis & produktif semakin besar (Pendapatan > naik, beban turun. Alhasil peringkat utang Indonesia mendapat respon positif > dari 2 lembaga pemeringkat yakni Fitch Rating dan Moody’s dengan kenaikan > peringkat secara konsisten kembali ke Investment Grade. > > > > Kinerja Perbankan > > > > Kinerja Perbankan sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia sejak tahun > 2002 hingga 2010 menunjukkan pertumbuhan bisnis yang konsisten. Kenaikan > harga BBM yang hampir mencapai 100% di tahun 2005 tidak mempengaruhi > penyaluran kredit perbankan menjadi negatif. Dari tahun 2002 hingga 2010 > total kredit perbankan terus tumbuh positif. Bahkan sepanjang tahun 2005 – > 2006 paska kenaikan BBM tidak terjadi penurunan sama sekali. Pada tahun 2005 > total kredit tumbuh sebesar +24% dan pada tahun 2006 tumbuh sebesar +13%. > > > > Kesimpulan Fundamental: > > Dari beberapa indikator di atas yakni: 1. Pertumbuhan GDP & GDP Per Kapita, > 2. Pertumbuhan lapangan pekerjaan & tingkat pengangguran, 3. Credit Rating, > serta 4. penyaluran kredit perbankan, tampak bahwa kenaikan BBM tidak memberi > pengaruh negatif terhadap perekonomian dalam jangka menengah dan panjang > walau dalam jangka pendek memungkinkan terjadinya pelemahan pertumbuhan > sesaat. Melihat kondisi demikian, manfaatkan peluang penurunan pada IHSG > sementara ini untuk menyeleksi saham – saham potensial yang selanjutnya > berpeluang mencetak kinerja yang cemerlang. > > > > You may view the latest post at > http://galerisaham.com/2012/02/29/special-report-akankah-kenaikan-harga-bbm-merontokkan-perekonomian-indonesia-part-1-of-2/ > > -- > Best Regards, > > > > > > Rio Rizaldi > > > > Website: http://galerisaham.com > > Follow Twitter: @Galerisaham > > Facebook Page: http://www.facebook.com/galerisaham "Like Us" > > FREE Mailing List: (kirim email kosong ke) > [email protected] > > P Please consider the environment before printing this e-mail > > > > 3I4H<ãQòØýqÓ0´“DƒÎ5-
