Dapat dipastikan komunitas/milis penggemar saham mendadak sontak sepi bak kuburan pagi ini. Tidak ada distorsi pemberitaan dan percakapan semu yang marak hari ini. Tidak ada lalu lintas pesan tentang satu saham yang diulang-ulang di antara pelaku pasar/kelompoknya sendiri melalui berbagai akun dengan didahului pertanyaan *newbie* tentang saham dimaksud. Tidak ada usaha mengangkat pembicaraan ilmiah tentang suatu saham yang berujung dengan promosi *training*, seminar atau buku yang disampaikan melalui akun lain (padahal tidak ada yang berkepentingan dengan komersialisasi tersebut selain pelakunya sendiri). Tidak ada analis institusi yang begitu bersemangat memprovokasi saham tertentu, padahal jika rekomendasinya selalu akurat kenapa masih bekerja terima gaji hanya sebagai pegawai di sekuritas ( *risk < reward?*). Tidak ada pemanfaatan pers untuk mempermak laporan keuangan yang negatif secara kuartalan terakhir tetapi ditampilkan positif secara tahunan meski data kuartalan sebelumnya sudah direspon pasar. Tidak ada *non-sense* pemberitaan yang ujung-ujungnya berupaya untuk mengangkat minat beli pembaca karena yang bersangkutan belum dapat harga terbaik untuk *cut loss* (misalnya inflasi dan dampaknya sudah jelas tapi beritanya inflasi sekian tidak berpengaruh IHSG akan sekian).:d
Itulah dunia perdagangan dengan segala rupanya! Mengapa sepi bak kuburan? Mudah jawabnya. Karena takdirnya sudah jelas. Ibarat *dead man walking*atau terpidana mati yang tengah berjalan gontai menuju lapangan tembak eksekusi, tidak ada yang perlu dipercakapkan, tidak ada yang dapat di-distorsi, karena *simply* tidak ada harapan! Tidak ada harapan untuk suatu distorsi apapun. Kenapa tidak ada harapan? Sekali lagi mudah jawabnya. Pasar global sudah terintegrasi. Indikator prospek suatu bursa tidak hanya tergantung pada pergerakan instrumen pada bursa tersebut, tetapi juga instrumen yang diperdagangkan pada bursa lain. Dan untuk ini, 2 ETF berbasis big-caps Indo yang diperdagangkan di NYSE, Selasa, mengindikasikan apa yang akan terjadi. *No hope!* IDX yang merupakan ETF Indo terbesar yang diperdagangkan di luar Indonesia, dibuka langsung *gap down* -1,78% dan kemudian ditutup pagi ini -2,34%. Terkejut? Jangan dulu! Bukan besarnya penurunan yang penting untuk digarisbawahi. Tetapi lihatlah VOLUME perdaganganya. Tidak hanya volume yang naik drastis luar biasa mencapai 2,5 JUTA atau 6x rata-rata volume perdagangan 3 bulan, dan untuk kali pertama terjadi dalam 6 bulan terakhir menembus level 1 juta, tetapi juga volume raksasa yang mengindikasikan *institutional selling* tersebut terakhir kali terjadi pada 15 September 2011 ketika IDX, EIDO dan IHSG tumbang bersama semua indeks dunia di tengah krisis utang Eropa. Bagi IHSG massive selling pada IDX/EIDO bukan hanya institutional selling biasa, tetapi juga selling oleh *foreign institutions overseas*yang dipastikan akan menular kepada *local outflow* di Jakarta (lihat Grafik IDX) *Grafik*: IDX - Wow Volume traded in Millions! [image: Inline image 1] *Buying on the dip? Instead, your buying will be dipped.* Satu yang diingat pasar saat ini adalah kita bergerak menuju *ides March*atau 15 Maret menuju akhir Maret. Dan itu, *NO good sign* untuk V recovery. Masih banyak *black swan* atau peristiwa yang *least expected* yang akan muncul serta efek *seasonality* dari indeks global yang memang sudah mencapai *peak intermediat*e-nya menjadi katalis volatilitas terhadap pasar global. Dan, IHSG tidak imun terhadap ancaman itu. Lebih parahnya lagi, Indonesia justru memiliki katalis volatilitas ekstra dibandingkan bursa regional lain: pemangkasan subsidi BBM dan inflasi! Tidak hanya itu, dengan turunnya bursa regional maka penyesuaian valuasi ekuitas Indonesia yang sudah premium ini menjadi semakin sulit karena ekuitas regional yang juga turun dalam tetap menjadi lebih atraktif. -- '+' Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo Persetujuan *request followers* baru diberikan hanya satu kali tiap akhir kuartal maks 500 *request */ diskresi kami.
<<IDX (06mar2012).gif>>
