Suatu hal yg lazim klu pada saat menuju bottom condition, para fund
investment melakukan profit taking dari saham-saham yang sdh dihold lama.
Kemudian fund investment itu pula akan siap2 beli kembali untuk membentuk
frame baru dari saham-saham yang memiliki fundamental baik.

So, ikutan dan nikmati wave nya aja. Riding over the wave. Slurp....seperti
para peselancar di pantai Dream Land Bali yang menikmati naik turunnya
gelombang.


salam,

@Jumper

On Wed, Mar 7, 2012 at 8:10 AM, positif01 <[email protected]> wrote:

> **
>
>
> Dapat dipastikan komunitas/milis penggemar saham mendadak sontak sepi bak
> kuburan pagi ini. Tidak ada distorsi pemberitaan dan percakapan semu yang
> marak hari ini. Tidak ada lalu lintas pesan tentang satu saham yang
> diulang-ulang  di antara pelaku pasar/kelompoknya sendiri melalui berbagai
> akun dengan didahului pertanyaan *newbie* tentang saham dimaksud. Tidak
> ada usaha mengangkat pembicaraan ilmiah tentang suatu saham yang berujung
> dengan promosi *training*, seminar atau buku yang disampaikan melalui
> akun lain (padahal tidak ada yang berkepentingan dengan komersialisasi
> tersebut selain pelakunya sendiri). Tidak ada analis institusi yang begitu
> bersemangat memprovokasi saham tertentu, padahal jika rekomendasinya selalu
> akurat kenapa masih bekerja terima gaji hanya sebagai pegawai di sekuritas (
> *risk < reward?*). Tidak ada pemanfaatan pers untuk mempermak laporan
> keuangan yang negatif secara kuartalan terakhir tetapi ditampilkan positif
> secara tahunan meski data kuartalan sebelumnya sudah direspon pasar. Tidak
> ada *non-sense* pemberitaan yang ujung-ujungnya berupaya untuk mengangkat
> minat beli pembaca karena yang bersangkutan belum dapat harga terbaik untuk
> *cut loss* (misalnya inflasi dan dampaknya sudah jelas tapi beritanya
> inflasi sekian tidak berpengaruh IHSG akan sekian).:d
>
> Itulah dunia perdagangan dengan segala rupanya!
>
> Mengapa sepi bak kuburan?
>
> Mudah jawabnya. Karena takdirnya sudah jelas. Ibarat *dead man walking*atau 
> terpidana mati yang tengah berjalan gontai menuju lapangan tembak
> eksekusi, tidak ada yang perlu dipercakapkan, tidak ada yang dapat
> di-distorsi, karena *simply* tidak ada harapan! Tidak ada harapan untuk
> suatu distorsi apapun.
>
> Kenapa tidak ada harapan?
>
> Sekali lagi mudah jawabnya. Pasar global sudah terintegrasi. Indikator
> prospek suatu bursa tidak hanya tergantung pada pergerakan instrumen pada
> bursa tersebut, tetapi juga instrumen yang diperdagangkan pada bursa lain.
> Dan untuk ini, 2 ETF berbasis big-caps Indo yang diperdagangkan di NYSE,
> Selasa, mengindikasikan apa yang akan terjadi. *No hope!*
>
> IDX yang merupakan ETF Indo terbesar yang diperdagangkan di luar
> Indonesia, dibuka langsung *gap down* -1,78% dan kemudian ditutup pagi
> ini -2,34%. Terkejut? Jangan dulu! Bukan besarnya penurunan yang penting
> untuk digarisbawahi. Tetapi lihatlah VOLUME perdaganganya. Tidak hanya
> volume yang naik drastis luar biasa mencapai 2,5 JUTA atau 6x rata-rata
> volume perdagangan 3 bulan, dan untuk kali pertama terjadi dalam 6 bulan
> terakhir menembus level 1 juta, tetapi juga volume raksasa yang
> mengindikasikan *institutional selling* tersebut terakhir kali terjadi
> pada 15 September 2011 ketika IDX, EIDO dan IHSG tumbang bersama semua
> indeks dunia di tengah krisis utang Eropa. Bagi IHSG massive selling pada
> IDX/EIDO bukan hanya institutional selling biasa, tetapi juga selling oleh
> *foreign institutions overseas* yang dipastikan akan menular kepada *local
> outflow* di Jakarta (lihat Grafik IDX)
>
> *Grafik*: IDX - Wow Volume traded in Millions!
>
> [image: Inline image 1]
>
>
> *Buying on the dip? Instead, your buying will be dipped.*
>
> Satu yang diingat pasar saat ini adalah kita bergerak menuju *ides March*atau 
> 15 Maret menuju akhir Maret. Dan itu,
> *NO good sign* untuk V recovery. Masih banyak *black swan* atau peristiwa
> yang *least expected* yang akan muncul serta efek *seasonality* dari
> indeks global yang memang sudah mencapai *peak intermediat*e-nya menjadi
> katalis volatilitas terhadap pasar global. Dan, IHSG tidak imun terhadap
> ancaman itu. Lebih parahnya lagi, Indonesia justru memiliki katalis
> volatilitas ekstra dibandingkan bursa regional lain: pemangkasan subsidi
> BBM dan inflasi! Tidak hanya itu, dengan turunnya bursa regional maka
> penyesuaian valuasi ekuitas Indonesia yang sudah premium ini menjadi
> semakin sulit karena ekuitas regional yang juga turun dalam tetap menjadi
> lebih atraktif.
> --
> '+'
>
> Follow positif01indo on Twitter: https://twitter.com/#!/positif01indo
>
> Persetujuan *request followers* baru diberikan hanya satu kali tiap akhir
> kuartal maks 500 *request */ diskresi kami.
>
>   
>

<<IDX (06mar2012).gif>>

Kirim email ke