Kebiasaan saya malah tidak membeli buku sama sekali... :))

Tahun 1992, pertama kali saya akses ke usenet, disana sudah mulai banyak 
cuplikan2 dari buku yang ditulis secara elektonis.
Saya pikir kenapa harus membeli buku kertas, padahal informasi elektronis bisa 
disimpan. Dan sejak tahun 1992 saya nyaris tidak pernah membeli buku. Jauh 
sebelum ebook, saya coba berkaskan buku2 elektronis, catatan elektronis, riset 
dan diskusi elektronis. 

Karena kebiasaan saya gak sabaran, kalau cari informasi harus cepat dan 
instant, dan itu tidak bisa dipenuhi kalau saya mengkoleksi buku secara fisik.

Zaman sekarang semakin canggih, dengan adanya search engine, informasi akan 
cepat tersaji, cukup ingat keyword-nya. 


--- On Sun, 11/3/12, Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> wrote:

From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Subject: [saham] Membaca Buku (saham)
To: [email protected]
Received: Sunday, 11 March, 2012, 11:45 PM
















 



  


    
      
      
      Saya sering di waktu senggang suka membuka2 kembali buku2 saham baik

edisi cetak maupun edisi digital.



Untuk edisi cetak, 2-3 tahun belakangan ini saya suka membeli di gramedia.

Saya lihat banyak buku saham yg terpampang di gramedia. Beberapa

diantaranya saya beli, karena saya senang mengoleksi buku2 saham.

Walaupun isinya bila saya lihat secara sekilas sewaktu di toko buku,

sebagian besar saya sudah tahu dan paham, tapi tetap saja saya beli.

Setidaknya untuk koleksi. Apalagi kalau yg menulis buku itu adalah

teman saya, maka saya buru2 membelinya sebagai bentuk apresiasi saya

terhadap teman saya tersebut.  :)



Bagi saya, tidak ada ruginya mengeluarkan duit 50-100 ribu untuk

sebuah buku. Dan seringnya, walau sudah saya paham apa yang dibahas,

tetap saja ketika membaca buku tersebut, ada saja hal2 baru atau

inspirasi2 baru yang muncul. Kira2 sama seperti nonton film yang sudah

kita pernah saya tonton sebelumnya. Saya sering mendapat keasikan2

baru atau hal2 yg sebelumnya terlewat oleh saya ketika menonton

sebelumnya. Itu sebabnya, saya tidak pernah bosan menonton film2 bagus

yang sudah pernah saya tonton ketika disiarkan tv cable. Saya suka

menonton kembali, dan saya sering mendapatkan hal2 baru, inspirasi2

baru yg tidak saya dapat dari waktu menonton sebelumnya.



Hari ini saya kebetulan ke gramedia PI, dan saya direkomendasikan oleh

adik ipar saya, satu buku bagus menurut dia yg sampai membuat buku

tersebut layak ditaruh di wc. Harga bukunya 125 ribu, dan ditulis

dalam bahasa Indonesia terjemahan dari buku asing. Dia cerita, saat

ini hanya ada dua buku saham yg dia taruh di wc. Agar tidak salah

persepsi, bagi dia yg suka membaca buku saat di wc, hanyalah buku2 yg

menurut dia bagus yg layak di taruh di wc untuk dia baca saat ada di

wc. Jadi, kalau sampai buku tersebut dia taruh di wc, artinya buku

tersebut adalah buku bagus menurut dia.



Berbeda dengan adik ipar saya, bagi saya wc adalah tempat yg paling

strategis untuk berpikir dan mencari inspirasi.  Sementara tempat

tidur adalah lokasi paling strategis untuk membaca buku. Itu sebabnya,

saya menaruh buku2 yg sedang dan akan saya baca di samping tempat

tidur saya, termasuk ipad yg sudah saya isi buku2 elektronik

(jumlahnya ratusan buku saham elektronik).



Kembali ke soal membaca buku. Hal yang ingin saya sharingkan

sebenarnya bukanlah soal wc, tapi lebih ke soal ketika kita membeli

sebuah buku, jangan terlalu memikirkan apakah buku itu akan bermanfaat

atau tidak untuk kita, jangan berpikir buku itu bagus atau tidak

isinya. Kita tidak pernah akan tahu isinya bagus atau tidak sebelum

kita membaca. Bagi saya, sejelek2nya suatu buku ditulis, saya masih

yakin tetap saja ada manfaat yg bisa kita dapat walau sedikit. Dan

saya yakini manfaat yg kecil tersebut, nilainya bisa melebihi harga

buku yg sekitar 50-100 ribu tersebut. Kalaupun seapes2nya saya tidak

mendapatkan manfaat apapun dari membeli dan membaca suatu buku, maka

kerugian saya hanyalah 50-100 ribu saja, jauh lebih kecil dari

kerugian di saham dalam satu trading. :)



Semoga bisa menjadi inspirasi bagi para sahabat disini untuk rajin2

membaca buku, kali2 saja bisa dapat banyak inspirasi seperti yg saya

alami.

Dan sekarang saya mau melahap dulu buku yang saya beli hari ini, dan

semoga bisa habis saya baca dalam waktu singkat. :)



jabat erat,

Irwan Ariston Napitupulu



    
     

    
    






  








Kirim email ke