Anda ga salah dan sebagian besar orang kek gitu, termasuk saya juga, sy lebih 
suka memilih kata adaptasi, ini sifat dasar manusia yang diberikan keberkahan 
kesempurnaan
Cth kecil masalah tertib lalu lintas, sy tidak berusaha membenarkan apa yang 
salah, tapi sering saya naik motor dan berusaha tertib berhenti dibelakang 
garis putih, diblakang dah teriak2, woi majuan masih lega di depan, liat 
kebelakang sy malah jadi penghambat macet, akhirnya ya majuan ngelewatin garis, 
mau idealis tapi lingkungan ga mendukung, akhirnya coba beradaptasi

Sy sebenarnya miris lihat solusi2 yang disampaikan pemerintahan terkait masalah 
kendaraan dan subsidi bbm, pdhal solusinya simpel, bangun infrastruktur mass 
transp. Tapi lucunya yang dibangun malah jalan layang, jalan tol, malah bikin 
pengguna kendaraan pribadi makin kesenengan, sy yakin tetap macet, krn pemilik 
kendaraan akan makin banyak, bayangin subsidi bbm makin bengkak, la wong 
pemerintah sendiri yang bikin kek gitu

Again ini bisnis besar, perlu tangan otoriter dan lurus utk mengatasi masalah 
ini, udah kaya lingkaran setan
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: "tocyocty" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 01 Apr 2012 06:45:35 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [saham] Re: OOT: Subsidi BBM vs Subsidi Sembako Fakir Miskin

Hi,
Selamat hari minggu,


Ada yang tahu kah master plan kebijakan energy untuk 25 tahun kedepan.
Lambat laun cadangan minyak dan batubara Indo akan habis.
Apakah kita sudah bersiap-siap?

Saya setuju dengan pak IAN, pengamatan sepintas masih ada saja kita yang 
menggunakan BBM bersubsidi untuk kendaraan yang mengkonsumsi 1 liter untuk 10 
km untuk satu orang, (termasuk saya juga pernah, oooh so sweet joy) sementara 
orang lain menggunakan BBM bersubsidi untuk kendaraan yang mengkonsumsi 1 liter 
untuk 50 km untuk dua orang(saya pun pernah melakukannya , hehheee peace.)

Dengan adanya subsidi BBM maka:

1. Saya lebih suka naik mobil dengan BBM bersubsidi dari pada naik motor atau 
angkutan umum
2. Ada peluang untuk mengambil keuntungan dari perbedaan harga tersebut 
3. Industri bio fuel dan energy alternative sulit berkembang karena sulit 
bersaing dengan BBM bersubsidi
4. Kita tidak siap bila minyak dan batubara benar-benar habis

OK
Back to Saham ada yang pegang SAFE.Jk kah?Saya naksir nii, apakah masih aman? 
atau ada gejala unloading?
Saya suka TRAM KAEF CTRS LPKR JSMR, apakah masih bagus prospeknya?

Terimakasih
+tc=





--- In [email protected], Irris k <iwl_ayu@...> wrote:
>
> Kalau menu rut saya sebenarnya kuncinya hanya satu yaitu pemerintah harus 
> menyediakan angkutan masa(MRT) sehingga Ada alternative buat pemilik mobil. 
> Di negara maju para eksekutif perusahaan sukarela naik MRT karen a Aman Dan 
> nyaman selain itu di kantor juga Lahan parker terbatas.  
> 
> Jadi pemerintah tidak hanya melarang tetepi hrs memberikan solusi Dan 
> alternative, sy yakin kok kondisi saat ini orang naik mobil bukan lagi untuk 
> gengsi ttp krn kebutuhan (terpaksa). 
> 
> 
> 
> 
> 
> On Apr 1, 2012, at 12:55, "panda" <panda.kuswadi@...> wrote:
> 
> Ini bener, cuma tujuannya bukan pendapatan lari ke siapa, tapi bikin orang 
> hitung2an kalau mau punya mobil ke2 dstnya, shingga makin menikmatin subsidi 
> bbm lebih banyak
> Seandainya pajak kendaraan mobil ke 2 setengah harga dari mobilnya, bayangkan 
> yang pengen coba2 :p, agak ekstrem tapi itulah solusi tepat menurut saya
> 
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
> Teruuusss...!
> From: Irris k <iwl_ayu@...>
> Sender: [email protected]
> Date: Sun, 1 Apr 2012 13:44:05 +0800 (SGT)
> To: <[email protected]>
> ReplyTo: [email protected]
> Subject: Re: [saham] OOT: Subsidi BBM vs Subsidi Sembako Fakir Miskin
> 
>  
> Just info pak, pajak kendaraan itu jatahnya pemerintah daerah, 
> 
> 
> 
> 
> On Apr 1, 2012, at 1:34, robbie168@... wrote:
> 
>  
> Kalo subsidi bbm yang diuntungkan para pemilik kendaraan, kenapa ga dihantam 
> aja para pemilik kendaraan pribadi ini, misalnya dengan kena pajak mobil 
> tahunan yg tinggi. 
> 
> Misalkan asumsi pemakaian bensin 100 liter sebulan , kalau subsidi yang 
> dinikmati setara 4rb per liter bensin berarti satu mobil dalam sebulan 
> menikmati subsidi 400rb , dalam setaon 4.8juta , nah pajak mobil tahunan 
> dibikin aja diatas 5juta minimal.. Kayaknya lebih tepat sasaran... 
> Jd yg tereak cuma para pemakai mobil doang kan ? ( Yang notabene yg jd 
> penikmat subsidi yang salah sasaran =) )
> 
> Solusi yang cukup cerdas ga bung ian ??
> 
> 
> 
> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
> Teruuusss...!
> From: Irwan Ariston Napitupulu <irwanariston@...>
> Sender: [email protected]
> Date: Sat, 31 Mar 2012 22:31:50 +0700
> To: <[email protected]>
> ReplyTo: [email protected]
> Subject: [saham] OOT: Subsidi BBM vs Subsidi Sembako Fakir Miskin
> 
>  
> Subsidi BBM vs Subsidi Sembako Fakir Miskin
> 
> Saya lebih memilih subsidi sembako bagi fakir miskin ketimbang subsidi
> BBM bagi pemilik kendaraan. Jangan langgar UUD pasal 33 dan UUD pasal
> 34. Pasal 34 mengatakan fakir miskin dan anak terlantar dipelihara
> oleh negara. Pasal 33 mengatakan bahwa kekayaan SDA Indonesia dikuasai
> oleh negara dan digunakan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat.
> 
> Jadi, minyak yang kita miliki walau jumlahnya sedikit dan masih harus
> impor akibat kebutuhan minyak dalam negeri lebih besar dari produksi
> minyak dalam negeri, harus digunakan sepenuhnya untuk kemakmuran
> rakyat khususnya atau prioritasnya adalah rakyat kecil dan bukan
> kemakmuran para pemilik kendaraan.
> 
> Bila jumlah fakir miskin ada 40 juta orang, dan mereka sebulan
> diberikan Rp300 ribu per bulan, lebih besar 2x dari yang direncanakan
> pemerintah yaitu Rp150 ribu per bulan. Maka akan dibutuhkan dana
> subsidi sebesar Rp144 triliun. Bandingkan dengan jumlah anggaran untuk
> mensubsidi BBM senilai Rp138 triliun atau bahkan yg diusulkan oleh
> PDIP sebesar Rp178 triliun, bukankah sebenarnya terlihat memberikan
> subsidi BBM telah salah sasaran. Seharusnya dana subsidi BBM sebesar
> Rp138 triliun bisa dialihkan semuanya untuk 40 juta orang fakir miskin
> sehingga mereka mendapatkan uang yang cukup untuk tidak jadi miskin
> lagi.
> 
> Untuk itu, maka seharusnya BBM tidak perlu diberikan subsidi karena
> orang2 yg punya kendaraan cukup mampu untuk membelinya dan bisa
> bertahan hidup dengan masih layak, ketimbang para fakir miskin yang
> tidak punya kendaraan dan pendapatan per bulannya juga sangat rendah
> sehingga sulit mereka memenuhi kebutuhan hidupnya.
> 
> Mudah2an para sahabat FB disini bisa melihat poin saya yang selama ini
> anti terhadap subsidi BBM yang suka saya sebut dengan istilah BLT
> Kendaraan. Saatnya ketika kita bicara pro rakyat miskin, ketika bibir
> kita bicara pro rakyat miskin, hati kita, aksi kita, semangat dari
> dalam diri kita juga menggambarkan pro rakyat miskin dan bukan pro
> rakyat mampu atau pro rakyat tidak miskin yang memiliki kendaraan.
> 
> Sungguh sangat tidak masuk akal bagi saya, orang yang memiliki 3 mobil
> atau lebih bisa menikmat subsidi anggaran untuk BBM yang diberikan
> oleh APBN melalui harga minyak yang didiskon habis2an, jauh lebih dari
> mereka yang hanya memiliki 1 mobil, dan jauh sangat besar dibanding
> mereka yang hanya memiliki satu motor, dan jauh sangat besar banget
> deh dibanding dengan mereka yang tidak memiliki kendaraan. Adilkah
> ini? Bagi saya ini sangat tidak adil, dan mencederai semangat dasar
> dari UUD pasal 33 dan UUD pasal 34.
> 
> Saatnya rakyat miskin berteriak meminta bantuan dari rakyat, meminta
> jatah subsidi atau uang dari pemerintah karena saat ini DPR lebih
> berpihak kepada pemilik kendaraan ketimbang berpihak kepada fakir
> miskin.
> 
> APBN tahun 2013 harus mengurangi subsidi BBM dan menambah alokasi
> bantuan langsung ke fakir miskin sesuai dengan amanat UUD pasal 34.
> Besaran subsidi BBM harus dikurangi secara bertahap dan dalam 5 tahun
> harus bisa di NOL khan, dan dananya digunakan untuk membantu fakir
> miskin di Indonesia.
> 
> Sayangnya, para fakir miskin tidak mainan facebook. Hanya orang mampu
> saja yang mainan facebook. Setidaknya dengan tulisan ini saya mencoba
> menggugah para pembuat kebijakan, menggugah para profesional,
> menggugah para pengusaha, menggugah para mahasiswa, menggunakan semua
> elemen masyarakat agar bersatu padu mewujudkan amanat UUD pasal 34 dan
> UUD pasal 33 demi Indonesia yang lebih adil terhadap fakir miskin.
> 
> Bila di AS saja ada kebijakan bantuan langsung ke fakir miskin seperti
> food stamp, masa Indonesia yang katanya memiliki kepedulian yang jauh
> lebih tinggi, koq bisa kalah dalam membuat kebijakan yang pro fakir
> miskin.
> 
> Silakan sebarkan tulisan ini bila setuju, agar makin banyak orang yang
> menjadi lebih cerdas dalam melihat situasi, lebih cerdas dalam membuat
> kebijakan, lebih cerdas dalam mencari jalan keluar, lebih cerdas dalam
> fokus pada pihak yang sebenarnya lebih berhak untuk dibantu, dalam hal
> ini fakir miskin.
> 
> ttd.
> Irwan Ariston Napitupulu
> Ketua FOKUS (Forum Kecerdasan Untuk Semua)
>



Kirim email ke