Mungkin kl kita bisa berkontribusi dengan melepas saham asii. Just kidding... Harris
-----Original Message----- From: "hakitrader" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 1 Apr 2012 20:07:54 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] OOT: Subsidi BBM vs Subsidi Sembako Fakir Miskin Semua negara bekas jajahan Inggris satu persatu menjadi makmur, misalnya Canada Australia New Zealand Hongkong Malaysia Singapore Amerika India Sedangkan bekas jajahan Belanda rakyatnya masih susah. http://www.facebook.com/hakie1 ----- Original Message ----- From: Oguds To: Irris k Sent: Sunday, April 01, 2012 1:34 PM Subject: Re: [saham] OOT: Subsidi BBM vs Subsidi Sembako Fakir Miskin Saya baru dapat link ini di facebook: "Inilah Sisi Lain Kemajuan Negara Malaysia" http://www.fimadani.com/inilah-sisi-lain-kemajuan-negara-malaysia Akurasinya kurang tahu, tapi yg memposting teman dulu yg sekarang tinggal di sana. Sebagian besar katanya benar. Hal yg patut dicermati, begitu banyak subsidi langsung di sana. Malah ada yg kurang, yaitu lulusan minimal S1 bisa meminjam uang tanpa bunga. Bayangkan itu. Sedangkan di sini, banking bisa meraup laba puluhan hingga ratusan persen, karena prakteknya yg mirip lintah darat. MRT sebenarnya sudah ada, misalnya busway dan KRL. Tentu tidak ada busway yg berangkatnya dari garasi rumah, harus berjalan dulu ke halte terdekat. Saya sebalnya orang2 di sini, ngelah-ngeluh tidak jelas. Di LN saya pernah baca, orang berjalan kiloan meter sebelum sampai MRT. Saya sebagai pengguna KRL, merasa akhir2 ini sudah jauh lebih baik. Namun saya setuju, jaringan MRT ini masih sangat kurang, harus diperluas lagi. Pajak (beli) kendaraan juga sudah tinggi, lihat saja di STNK. Toh, ada mobil yg dipakainya seminggu sekali. Di Jakarta ada wacana, mengenakan pajak melewati jalan2 protokol. Saya lebih setuju ini. Hanya DPR/DPRD selalu berakrobatik politik, ditunda2 terus. Barangkali sudah kutukan, bangsa ini turunan Ken Arok, hobinya saling tebas satu sama lain. Tidak bisa melihat visi jauh ke depan. Di milis ini khan juga begitu, saling ejek satu sama lain. Pusing lah kepala. Sunday, April 1, 2012, 1:01:55 PM, you wrote: Ik> Kalau menu rut saya sebenarnya kuncinya hanya satu yaitu Ik> pemerintah harus menyediakan angkutan masa(MRT) sehingga Ada Ik> alternative buat pemilik mobil. Di negara maju para eksekutif Ik> perusahaan sukarela naik MRT karen a Aman Dan nyaman selain itu di Ik> kantor juga Lahan parker terbatas. Ik> Jadi pemerintah tidak hanya melarang tetepi hrs memberikan solusi Ik> Dan alternative, sy yakin kok kondisi saat ini orang naik mobil Ik> bukan lagi untuk gengsi ttp krn kebutuhan (terpaksa). Ik> On Apr 1, 2012, at 12:55, "panda" <[email protected]> wrote: Ik> Ini bener, cuma tujuannya bukan pendapatan lari ke siapa, tapi Ik> bikin orang hitung2an kalau mau punya mobil ke2 dstnya, shingga Ik> makin menikmatin subsidi bbm lebih banyak Ik> Seandainya pajak kendaraan mobil ke 2 setengah harga dari Ik> mobilnya, bayangkan yang pengen coba2 :p, agak ekstrem tapi itulah solusi tepat menurut saya Ik> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! Ik> From: Irris k <[email protected]> Ik> Sender: [email protected] Ik> Date: Sun, 1 Apr 2012 13:44:05 +0800 (SGT) Ik> To: <[email protected]> Ik> ReplyTo: [email protected] Ik> Subject: Re: [saham] OOT: Subsidi BBM vs Subsidi Sembako Fakir Miskin Ik> Ik> Just info pak, pajak kendaraan itu jatahnya pemerintah daerah, Ik> On Apr 1, 2012, at 1:34, [email protected] wrote: Ik> Ik> Kalo subsidi bbm yang diuntungkan para pemilik kendaraan, kenapa Ik> ga dihantam aja para pemilik kendaraan pribadi ini, misalnya Ik> dengan kena pajak mobil tahunan yg tinggi. Ik> Misalkan asumsi pemakaian bensin 100 liter sebulan , kalau Ik> subsidi yang dinikmati setara 4rb per liter bensin berarti satu Ik> mobil dalam sebulan menikmati subsidi 400rb , dalam setaon 4.8juta Ik> , nah pajak mobil tahunan dibikin aja diatas 5juta minimal.. Kayaknya lebih tepat sasaran... Ik> Jd yg tereak cuma para pemakai mobil doang kan ? ( Yang notabene Ik> yg jd penikmat subsidi yang salah sasaran =) ) Ik> Solusi yang cukup cerdas ga bung ian ?? Ik> Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! Ik> From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> Ik> Sender: [email protected] Ik> Date: Sat, 31 Mar 2012 22:31:50 +0700 Ik> To: <[email protected]> Ik> ReplyTo: [email protected] Ik> Subject: [saham] OOT: Subsidi BBM vs Subsidi Sembako Fakir Miskin Ik> Ik> Subsidi BBM vs Subsidi Sembako Fakir Miskin Ik> Saya lebih memilih subsidi sembako bagi fakir miskin ketimbang subsidi Ik> BBM bagi pemilik kendaraan. Jangan langgar UUD pasal 33 dan UUD pasal Ik> 34. Pasal 34 mengatakan fakir miskin dan anak terlantar dipelihara Ik> oleh negara. Pasal 33 mengatakan bahwa kekayaan SDA Indonesia dikuasai Ik> oleh negara dan digunakan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat. Ik> Jadi, minyak yang kita miliki walau jumlahnya sedikit dan masih harus Ik> impor akibat kebutuhan minyak dalam negeri lebih besar dari produksi Ik> minyak dalam negeri, harus digunakan sepenuhnya untuk kemakmuran Ik> rakyat khususnya atau prioritasnya adalah rakyat kecil dan bukan Ik> kemakmuran para pemilik kendaraan. Ik> Bila jumlah fakir miskin ada 40 juta orang, dan mereka sebulan Ik> diberikan Rp300 ribu per bulan, lebih besar 2x dari yang direncanakan Ik> pemerintah yaitu Rp150 ribu per bulan. Maka akan dibutuhkan dana Ik> subsidi sebesar Rp144 triliun. Bandingkan dengan jumlah anggaran untuk Ik> mensubsidi BBM senilai Rp138 triliun atau bahkan yg diusulkan oleh Ik> PDIP sebesar Rp178 triliun, bukankah sebenarnya terlihat memberikan Ik> subsidi BBM telah salah sasaran. Seharusnya dana subsidi BBM sebesar Ik> Rp138 triliun bisa dialihkan semuanya untuk 40 juta orang fakir miskin Ik> sehingga mereka mendapatkan uang yang cukup untuk tidak jadi miskin Ik> lagi. Ik> Untuk itu, maka seharusnya BBM tidak perlu diberikan subsidi karena Ik> orang2 yg punya kendaraan cukup mampu untuk membelinya dan bisa Ik> bertahan hidup dengan masih layak, ketimbang para fakir miskin yang Ik> tidak punya kendaraan dan pendapatan per bulannya juga sangat rendah Ik> sehingga sulit mereka memenuhi kebutuhan hidupnya. Ik> Mudah2an para sahabat FB disini bisa melihat poin saya yang selama ini Ik> anti terhadap subsidi BBM yang suka saya sebut dengan istilah BLT Ik> Kendaraan. Saatnya ketika kita bicara pro rakyat miskin, ketika bibir Ik> kita bicara pro rakyat miskin, hati kita, aksi kita, semangat dari Ik> dalam diri kita juga menggambarkan pro rakyat miskin dan bukan pro Ik> rakyat mampu atau pro rakyat tidak miskin yang memiliki kendaraan. Ik> Sungguh sangat tidak masuk akal bagi saya, orang yang memiliki 3 mobil Ik> atau lebih bisa menikmat subsidi anggaran untuk BBM yang diberikan Ik> oleh APBN melalui harga minyak yang didiskon habis2an, jauh lebih dari Ik> mereka yang hanya memiliki 1 mobil, dan jauh sangat besar dibanding Ik> mereka yang hanya memiliki satu motor, dan jauh sangat besar banget Ik> deh dibanding dengan mereka yang tidak memiliki kendaraan. Adilkah Ik> ini? Bagi saya ini sangat tidak adil, dan mencederai semangat dasar Ik> dari UUD pasal 33 dan UUD pasal 34. Ik> Saatnya rakyat miskin berteriak meminta bantuan dari rakyat, meminta Ik> jatah subsidi atau uang dari pemerintah karena saat ini DPR lebih Ik> berpihak kepada pemilik kendaraan ketimbang berpihak kepada fakir Ik> miskin. Ik> APBN tahun 2013 harus mengurangi subsidi BBM dan menambah alokasi Ik> bantuan langsung ke fakir miskin sesuai dengan amanat UUD pasal 34. Ik> Besaran subsidi BBM harus dikurangi secara bertahap dan dalam 5 tahun Ik> harus bisa di NOL khan, dan dananya digunakan untuk membantu fakir Ik> miskin di Indonesia. Ik> Sayangnya, para fakir miskin tidak mainan facebook. Hanya orang mampu Ik> saja yang mainan facebook. Setidaknya dengan tulisan ini saya mencoba Ik> menggugah para pembuat kebijakan, menggugah para profesional, Ik> menggugah para pengusaha, menggugah para mahasiswa, menggunakan semua Ik> elemen masyarakat agar bersatu padu mewujudkan amanat UUD pasal 34 dan Ik> UUD pasal 33 demi Indonesia yang lebih adil terhadap fakir miskin. Ik> Bila di AS saja ada kebijakan bantuan langsung ke fakir miskin seperti Ik> food stamp, masa Indonesia yang katanya memiliki kepedulian yang jauh Ik> lebih tinggi, koq bisa kalah dalam membuat kebijakan yang pro fakir Ik> miskin. Ik> Silakan sebarkan tulisan ini bila setuju, agar makin banyak orang yang Ik> menjadi lebih cerdas dalam melihat situasi, lebih cerdas dalam membuat Ik> kebijakan, lebih cerdas dalam mencari jalan keluar, lebih cerdas dalam Ik> fokus pada pihak yang sebenarnya lebih berhak untuk dibantu, dalam hal Ik> ini fakir miskin. Ik> ttd. Ik> Irwan Ariston Napitupulu Ik> Ketua FOKUS (Forum Kecerdasan Untuk Semua) -- Tertanda, Oguds [960000031]
