bagi yang berduit segudang, jumlah lot tidak ada masalahnya. Mau 500 kek
atau 1000 unit  kek tidak masalah

bagi yang  duitnya tidak segudang (pemula, mahasiswa), pengurangan menjadi
100 unit/LOT unit bisa menjadi usulan yang sangat menarik.


lagi pula, dengan pengurangan 100 unit/LOT tidak akan merubah chart sama
sekali.



2012/6/21 kangduren <[email protected]>

>
>
> kajian ngawur, mo saham likuid pake cara turunin jumlah lot, stock split
> masih boleh lah.....
> saham murah dan terjangkau ga jamin likuid, contoh depan mata KARK, LMAS,
> JPRS, ALMI, ADES, ULTJ dll.
> yg betul sih ini udah kehabisan trader buat dibantai, makanya diupayakan
> trader2 baru yg pikir bisa MAIN2 di saham......
> ane pengen tau respon BEI dijawab naikin jumlah deposit 100 jt,
> wkwkwkwk........
> kata BEI dalam hati, boro2 nambah jumlah account yg ada pada kabur semua,
> wkwkwkwk.....
>
>
> --- In [email protected], "heru" <herusaham@...> wrote:
> >
> > Jgn2 om yg naik ojek, salah baca betulan tuh, coba baca ulang :p
> >
> >
> >
> > Sent from my BlackBerry®
> > powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Oguds <oguds@...>
> > Sender: [email protected]
> > Date: Thu, 21 Jun 2012 17:20:10
> > To: <[email protected]>
> > Reply-To: [email protected]
> > Subject: [saham] Kajian Turunkan Jumlah 1 Lot Saham Dikritisi
> >
> > Hello Saham,
> >
> > Muncul wacana dari BEI, menurunkan jumlah 1 lot menjadi 100 lembar
> > saham. Bagaimana menurut rekan2 di sini? Menurut saya, ini positif.
> > Dulu saya pernah ulas di milis ini, kenapa beli saham harus dibuat per
> > lot segala, hapus saja jadi per lembar. Stock split bukan solusi,
> > karena historis harga yg hilang akibat saham yg sering dipecah2. Ini
> > mengacaukan data banyak pihak, termasuk software2 analisis saham.
> >
> > Namun tanggapan sejumlah pihak kok malah negatif ya? Contohnya di
> > bawah, Satrio Utomo. Komentarnya malah ibarat jaka sembung naik ojek.
> > Dia menolak mengurangi jumlah lot, karena hanya menguntungkan saham2
> > dengan fundamental baik. Lho, bukankah itu tujuannya? Saham2 yg bagus
> > biasanya sudah mahal, kurang terjangkau bagi investor2 kecil. Malah
> > minta minimal Rp 100jt untuk investasi. Ini saran yg aneh, tipikal MI
> > yg ogah lahannya berkurang.
> >
> > Saya ada sedikit reksadana, gile, dari awal 2008 s/d hari ini, masih
> > rugi banyak. Luar biasa. Jangan2 ditinggal kabur MI-nya. Nah, kalau
> > begini, masih valid gak tuh saran beli reksadana saja ?
> >
> >
> > ---
> >
> >
> http://bisnis.vivanews.com/news/read/327873-analis-tak-setuju-bei-turunkan-lot-saham
> >
> > VIVAnews - Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) menilai rencana PT
> > Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengurangi jumlah saham dalam satu
> > lot tidak perlu dilakukan.
> >
> > "Kalau tujuannya menguatkan likuiditas, tidak perlu menurunkan jumlah
> > saham dalam satu lot. Stock split (memecah nominal saham) saja," kata
> > Sekretaris Jenderal AAEI, Pardomuan Sihombing, saat berdiskusi dengan
> > wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis 21 Juni 2012.
> >
> > Menurut dia, rencana otoritas bursa untuk mengurangi jumlah saham
> > dalam satu lot harus dilakukan kajian lebih lanjut. Sebab, hingga
> > kini, jumlah 500 saham untuk satu lot dianggap cukup. Selain itu,
> > penguatan basis investor serta memperbanyak emiten, justru dianggap
> > lebih baik untuk menaikkan likuiditas saham.
> >
> > Pardomuan mencontohkan pelaksanaan stock split yang dilakukan PT
> > Astra International Tbk di kisaran Rp6.800 per saham dari harga
> > sebelumnya sekitar Rp60 ribu per unit. "Sekarang, semua orang bisa
> > memiliki saham Astra, karena sudah murah," ujarnya.
> >
> > Sementara itu, analis PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo
> > menambahkan, rencana pengurangan jumlah saham per satu lot hanya
> > menguntungkan saham yang memiliki fundamendal kurang baik. Sementara
> > itu, saham dengan fundamental baik tidak terlalu diuntungkan.
> >
> > Dia menyarankan, batas minimal investasi awal di pasar modal Rp100
> > juta. Sedangkan investasi di bawah nilai itu disarankan mengalihkan
> > investasi ke reksa dana, sehingga lebih aman bagi investor.
> >
> > "Kalau memaksakan hanya Rp10 atau Rp15 juta, kesulitannya tinggi.
> > Sedangkan saham Astra mungkin bisa dijadikan contoh bagaimana stock
> > split berhasil," katanya.
> >
> > Dengan memperhatikan saham yang berkinerja baik, Satrio melanjutkan,
> > potensi investor meraih untung lebih besar dibanding membeli saham
> > dengan harga murah dengan fundamental jelek.
> >
> > "Kalau fundamental saham tidak baik, pilih reksa dana saham saja,"
> > katanya.
> >
> > Sebelumnya, BEI berencana menurunkan jumlah saham dalam satu lot di
> > bawah 500 unit. Dengan pengurangan itu, diharapkan mampu membangkitkan
> > gairah investor di pasar modal, khususnya dari kalangan lokal. (art)
> >
> >
> > --
> > Tertanda,
> > Oguds [960000031]
> >
>
>  
>

Kirim email ke