Bang Irwan,
Mohon agar bisa di share kenapa ada beberapa saham bisa terjebak di 50. Saya membeli KARK pada harga 50, namun pada waktu itu tiap hari masih ada transaksi, masih ada bid di 50. Sebelum membeli saya lihat laporan keuangan terakhir semampu saya karena pengetahuan saya hanyalah otodidak, PER rendah, harga buku lebih tinggi, arus kas sepertinya tidak buruk2 sekali, tetapi beberapa saat setelah saya beli, saya tidak bisa jual lagi. Terakhir diberitakan eps 2011 tidak sebesar 2010, karena tidak memasukkan earning dari anak perusahaan yang akan IPO. Apakah mengeluarkan pendapatan dari suatu anak perusahaan dapat dilakukan begitu saja ? Kalau tidak salah harus melalui proses spin off, kalau tidak hal itu akan merugikan pemegang saham non pengendali termasuk pemegang saham retail. Mohon pencerahannya Bang, agar lain kali tidak terjebak lagi, terus terang sejak kasus KARK saya skeptic sekali terhadap laporan keuangan, apalagi ada beberapa perusahaan yang bisa mengalami kerugian selisih kurs setiap tahun dalam jumlah cukup besar, bahkan kadang-kadang kerugian selisih kursnya lebih besar dari laba bruto. --- On Fri, 8/17/12, Irwan <[email protected]> wrote: From: Irwan <[email protected]> Subject: Re: [saham] GTBO dan legalisasi fin statement orc acc engineering To: "[email protected]" <[email protected]> Date: Friday, August 17, 2012, 1:44 AM Ada yg bisa informasikan disini, bagian mana dari lapkeu GTBO yg tidak sesuai dengan prinsip pelaporan maupun adanya financial engineering?Atau tentang apanya yang dianggap tidak sesuai? Dengan adanya lapkeu GTBO yg seperti itu, terus terang malah saya jadi curiga denga perusahaan batubara lainnya yg mencatatkan laba yg kecil, bahkan ada yg merugi. Justru diperusahaan batubara yg seperti ini yg patut dicurigai adanya kecurangan seperti misal terjadinya tranfer pricing. Transfer pricingnya bisa dengan dua cara. pertama, dengan cara biaya2 dibengkakkan dgn teknik beberapa pekerjaan disub khan ke perusahaan lain (bukan perusahaan go public) yg sebenarnya masih kelompoknya dan dgn biaya yg tingg, atau suplier menggunakan perusahaan kelompoknya sendiri ( bukan perusahaan go public) sehingga perusahaan batubara tsb untungnya jadi kecil. Cara kedua adalah dengan menjual batubara ke perusahaan perantara (bukan end userr) dgn harga kontrak yg rendah dgn jangka waktu yg panjang (biasanya kontrak jangka panjang dibuat saat harga batubara lagi rendah). Perusahaan perantara itu yg nantinya menjual ke end user dgn harga normal. Cara ini membuat pendapatan perusahaan batubara yg sudah go public itu menjadi rendah sehingga laba perusahaan menjadi rendah. Untuk GTBO, saya melihat justru mereka tidak aneh2, sangat simple saja bisnisnya. Orang pajak justru jadi senang karena laba yg tinggi berarti bayar pajaknya juga jadi besar. GTBO jual batubaranya denga teknik yg tidak biasanya. Dia menjual batubara dgn cara menjual hak memperoleh sejumlah volume tertentu dimana pembeli yg harus menggali sendiri dengan biaya sendiri, segala pajak yg berhubungan dengan batubara tsb jadi tanggungan pembeli. Pembayaran dilakukan untuk kontrak per 12 bulan, dimana tidak bisa dibatalkan. Sehingga secara akuntansi situasi seperti ini sudah bisa diakui sebagai pendapatan perusahaan. Jadi sejauh ini saya belum melihat ada keanehan di laporan keuangan GTBO. Memang lapkeunya cukup mengejutkan krn tidak seperti biasanya lapkeu perusahaan batubara lainnya, tapi secara akuntansi, belum ada prinsip akuntansinyg dilanggar juga logika transaksinya saya lihat masih wajar dan malah menarik ygnseharusnya bisa dicontoh oleh perusahaan batubara lainnya yg sudah go public tapi tidak mampu mencetak laba yg baik. Entah karena manajemennya yang kinerjanya payah,matau malah mungkin otak manajernya yg terlalu jenius sehingga sangat pintar melakukan financial engineering untuk membuat labanya jadi kecil. Itulah yg saya lihat sejauh ini. Bila ada yang melihat lain, silakan disharingkan saja opininya disini. :) catatan: Saya sudah tidak memiliki saham GTBO saat ini. jabat erat,Irwan Ariston Napitupulu Sent from my iPad2 On Aug 17, 2012, at 10:58 AM, frans suwardi <[email protected]> wrote: Memang Mss Katrin, BEI atau Bapepam atau instansi manapun yang seharusnya berkewajiban melindungi investor retail, entah dgn suatu tujuan tertentu entah dgn suatu alasan tertentu, menutup mata atau sangat toleran atau kuatir terganggu eksistensinya atau ngapain susah2, nggak kerja aja gaji masuk terus. Financial statement/ Accounting engineering seperti ini menjadi legal. Paradox, mau meningkatkan jumlah investor pasar modal, namun rekayasa laporan keuangan dibiarkan. Berapa banyak korban PSMD, MYOH, TMPI dulu, KARK, STAR dll ? --- On Tue, 8/14/12, katrin <[email protected]> wrote: From: katrin <[email protected]> Subject: Re: [saham] GTBO To: [email protected] Date: Tuesday, August 14, 2012, 11:23 PM Hehehehe he one of the trickiest financial/accounting engineering :d Maybe only in IDX, only in Indonesia....:d sent with love®From: "hakitrader" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 15 Aug 2012 10:13:55 +0700To: <[email protected]>ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [saham] GTBO GTBO FA nya bagus ROE > 148% EPS > 751 <fa2012-08-13-14-50-32.png> ----- Original Message ----- From: Harry To: [email protected] Sent: Wednesday, August 15, 2012 9:58 AM Subject: Re: [saham] Kark GTBO hebat juga sampai sekarang masih di atas 5000, kirain bakal bernasib sama seperti MYOH. 2012/8/15 hakitrader <[email protected]> Kalo ngomongin Kark ganti judulnya Smmt hari ini naik lagi > 3%, confirm jadi the next GTBO
