Saya pakai contoh saja ya, saya ambil dari komentar salah seorang sahabat
FB saya atas status tsb. Dia memberikan contoh dengan saham BBRI dan BUMI.
Kalau analisa TA di saham BBRI walaupun sinyalnya SELL, akan cenderung jadi
hold atau malau berani nampung/beli.
Tapi kalau analisa TA di saham BUMI sinyalnya BUY sekalipun, akan takut
untuk beli karena sahamnya BUMI.

Apesnya kita sebagai trader, hampir setiap ticker di BEI kita terlanjur
tahu itu saham apa. :)
Hanya sedikit yg kita mungkin tidak ketahui, dan lucunya, pas kita ngga
tahu itu ticker saham apa, eh malah mencari2 tahu itu saham apaan dan
bergerak di sektor apa.

Ini masih terkait soal eksperimen grafik dari hasil lempar koin waktu itu.
Ketika kita tidak ketahui itu grafik saham apa, maka analisa TA nya menjadi
lebih murni. Level masuk dan keluarnya jadi lebih obyektif dan lengkap.
Sebagian, malah ada yang penasaran dan mencoba mengait2kan dan mencari tahu
kira2 itu bentuk grafik saham apaan atau di sektor apaan, lalu mulai
membuat analisa TA dengan di pikirannya sudah terpateri itu kira2 saham apa
atau sektor apa sehingga analisa TA nya jadi bias karena sudah mulai
tercampur opini pribadi atas perkiraan prospek sektor tertentu.
Lalu, ketika waktu itu saya sebutkan grafiknya berhubungan dengan logam
(tidak saya sebutkan dengan industri logam atau saham logam), maka
tampaknya ada yang terpengaruh dalam membuat analisanya jadi membuat
perkiraan jangka panjang dari grafik tersebut berdasarkan pemahamannya
tentang prospek saham pertambangan. :)

Seberapa besar kita menjadi bias dalam analisa TA akibat mengetahui ticker
nya, silakan di cek ke diri masing2 saja. Saya pribadi, terkadang masih
suka bias karena terlanjur tahu sahamnya dari ticker tersebut. Sulit untuk
tidak tahu sahamnya karena untuk analisa TA, memang harus ketik ticker nya
agar bisa muncul di amibroker. Tinggal melatih diri mencoba masa bodoh
dengan ticker/emiten ketika melakukan analisa TA. Saya belum 100% bebas
dari pengaruh ticker, sedang terus berusaha agar bisa bebas 100% dari
pengaruh ticker. Sejauh ini baru bisa sekitar 80-90% bebas pengaruh ticker
saham. :)


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2012/10/10 Jumper <[email protected]>

>
>
> Cukup membuat bingung Bang Ian, bisa dijelaskan dgn bahas yang lebih
> sederhana bang.
>
> Ini asumsi saya, klu kita tau kode dari saham tsb artinya analisa kita
> untuk mengetahui trend dari saham tsb akan menjadi 'diintervensi" oleh
> keberadaan dari saham tsb, sehingga tidak full objective.
>
> Akan lebih objective jk kita melihat & mengevaluasi dahulu chartnya yg
> kita tdk tau persis ini chart dr saham apa, baru setelah yakin chart
> tersebut trendnya cenderung turun atau naik...baru terakhir kita liat ini
> saham kode apa?
>
> Apakah betul gitu bang?
>
>
> @Jumper
>
>
> 2012/10/9 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>
>> **
>>
>>
>> "Hal yang bisa membuat seorang trader saham yang mengandalkan grafik
>> menjadi bias analisa grafiknya adalah ketika dia mengetahui ticker
>> (kode) dari saham tersebut." --- IAN ---
>>
>> jabat erat,
>> Irwan Ariston Napitupulu
>>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke