Hati2, Big Bozz tadi udah saya suruh baca strategi ini...:) Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message----- From: HY <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 9 Oct 2012 23:08:01 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Ticker Saham ikut nimbrung ya bang... kalo menurut saya belakangan ini analisa TA sedikit dimelencengkan. pada saat TA mengeluarkan sinyal buy... satu candle berikutnya diberikan angin segar, dan pada candle berikutnya justru yang terjadi sebaliknya... mungkin trik bandar sudah mulai dirubah. *semoga para big boss ngga baca postingan saya... nanti bingung cari strategi lagi...* Dan pada saat harga saham umumnya sudah berada di area overbought terutama bluechip dan 2liner. mereka akan buang barang terus mainkan saham 3liner alias goreng-menggoreng. bagi saya pribadi, jika dana dialokasikan untuk swing maka kesampingkan FA cukup memakai TA. tapi kalo untuk mid & long term harus memakai keduanya baik FA maupun TA. itu pendapat saya bang... kalo salah mohon di ampura. " Hidupmu adalah Imajinasimu " ________________________________ From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wednesday, October 10, 2012 12:44 PM Subject: Re: [saham] Ticker Saham Saya pakai contoh saja ya, saya ambil dari komentar salah seorang sahabat FB saya atas status tsb. Dia memberikan contoh dengan saham BBRI dan BUMI. Kalau analisa TA di saham BBRI walaupun sinyalnya SELL, akan cenderung jadi hold atau malau berani nampung/beli. Tapi kalau analisa TA di saham BUMI sinyalnya BUY sekalipun, akan takut untuk beli karena sahamnya BUMI. Apesnya kita sebagai trader, hampir setiap ticker di BEI kita terlanjur tahu itu saham apa. :) Hanya sedikit yg kita mungkin tidak ketahui, dan lucunya, pas kita ngga tahu itu ticker saham apa, eh malah mencari2 tahu itu saham apaan dan bergerak di sektor apa. Ini masih terkait soal eksperimen grafik dari hasil lempar koin waktu itu. Ketika kita tidak ketahui itu grafik saham apa, maka analisa TA nya menjadi lebih murni. Level masuk dan keluarnya jadi lebih obyektif dan lengkap. Sebagian, malah ada yang penasaran dan mencoba mengait2kan dan mencari tahu kira2 itu bentuk grafik saham apaan atau di sektor apaan, lalu mulai membuat analisa TA dengan di pikirannya sudah terpateri itu kira2 saham apa atau sektor apa sehingga analisa TA nya jadi bias karena sudah mulai tercampur opini pribadi atas perkiraan prospek sektor tertentu. Lalu, ketika waktu itu saya sebutkan grafiknya berhubungan dengan logam (tidak saya sebutkan dengan industri logam atau saham logam), maka tampaknya ada yang terpengaruh dalam membuat analisanya jadi membuat perkiraan jangka panjang dari grafik tersebut berdasarkan pemahamannya tentang prospek saham pertambangan. :) Seberapa besar kita menjadi bias dalam analisa TA akibat mengetahui ticker nya, silakan di cek ke diri masing2 saja. Saya pribadi, terkadang masih suka bias karena terlanjur tahu sahamnya dari ticker tersebut. Sulit untuk tidak tahu sahamnya karena untuk analisa TA, memang harus ketik ticker nya agar bisa muncul di amibroker. Tinggal melatih diri mencoba masa bodoh dengan ticker/emiten ketika melakukan analisa TA. Saya belum 100% bebas dari pengaruh ticker, sedang terus berusaha agar bisa bebas 100% dari pengaruh ticker. Sejauh ini baru bisa sekitar 80-90% bebas pengaruh ticker saham. :) jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2012/10/10 Jumper <[email protected]> > >Cukup membuat bingung Bang Ian, bisa dijelaskan dgn bahas yang lebih sederhana >bang. > > >Ini asumsi saya, klu kita tau kode dari saham tsb artinya analisa kita untuk >mengetahui trend dari saham tsb akan menjadi 'diintervensi" oleh keberadaan >dari saham tsb, sehingga tidak full objective. > > >Akan lebih objective jk kita melihat & mengevaluasi dahulu chartnya yg kita >tdk tau persis ini chart dr saham apa, baru setelah yakin chart tersebut >trendnya cenderung turun atau naik...baru terakhir kita liat ini saham kode >apa? > > >Apakah betul gitu bang? > > > >@Jumper > > > >2012/10/9 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> > > >> >>"Hal yang bisa membuat seorang trader saham yang mengandalkan grafik >>menjadi bias analisa grafiknya adalah ketika dia mengetahui ticker >>(kode) dari saham tersebut." --- IAN --- >> >>jabat erat, >>Irwan Ariston Napitupulu >> > > >
