Siip bang... Trim's... siap laksanakan.

:)
---
Hidupmu Adalah Imajinasimu
---
The Best Online Forex 4 Indonesian People.
http://instaforex.com/index.php?x=ESXC
Join Us ...
---
Regards,

HAI
... sent from my BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 10 Oct 2012 13:31:15 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Ticker Saham

Diatur saja mana yang terbaik menurut gaya trading masing2  :)
Karena dalam dunia trading, yang dilihat pada akhirnya adalah berapa profit
yg didapat, dan target pribadi yang diraih.

Soal sinyal buy di TA, ada banyak tekniknya, bukan soal candlestick semata.
:)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2012/10/10 HY <[email protected]>

>
>
> ikut nimbrung ya bang...
> kalo menurut saya belakangan ini analisa TA sedikit dimelencengkan.
> pada saat TA mengeluarkan sinyal buy... satu candle berikutnya diberikan
> angin segar,
> dan pada candle berikutnya justru yang terjadi sebaliknya... [image: :D
> big grin]
>
> mungkin trik bandar sudah mulai dirubah.
> *semoga para big boss ngga baca postingan saya... nanti bingung cari
> strategi lagi...*
>
> Dan pada saat harga saham umumnya sudah berada di area overbought terutama
> bluechip dan 2liner.
> mereka akan buang barang terus mainkan saham 3liner alias
> goreng-menggoreng.
>
> bagi saya pribadi, jika dana dialokasikan untuk swing maka kesampingkan FA
> cukup memakai TA.
> tapi kalo untuk mid & long term harus memakai keduanya baik FA maupun TA.
>
> itu pendapat saya bang... kalo salah mohon di ampura.
>
>
> " Hidupmu adalah Imajinasimu " <http://thepowerofwe.webs.com/> 
> <http://thepowerofwe.webs.com/>
>
>   ------------------------------
> *From:* Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Wednesday, October 10, 2012 12:44 PM
> *Subject:* Re: [saham] Ticker Saham
>
>
> Saya pakai contoh saja ya, saya ambil dari komentar salah seorang sahabat
> FB saya atas status tsb. Dia memberikan contoh dengan saham BBRI dan BUMI.
> Kalau analisa TA di saham BBRI walaupun sinyalnya SELL, akan cenderung
> jadi hold atau malau berani nampung/beli.
> Tapi kalau analisa TA di saham BUMI sinyalnya BUY sekalipun, akan takut
> untuk beli karena sahamnya BUMI.
>
> Apesnya kita sebagai trader, hampir setiap ticker di BEI kita terlanjur
> tahu itu saham apa. :)
> Hanya sedikit yg kita mungkin tidak ketahui, dan lucunya, pas kita ngga
> tahu itu ticker saham apa, eh malah mencari2 tahu itu saham apaan dan
> bergerak di sektor apa.
>
> Ini masih terkait soal eksperimen grafik dari hasil lempar koin waktu itu.
> Ketika kita tidak ketahui itu grafik saham apa, maka analisa TA nya
> menjadi lebih murni. Level masuk dan keluarnya jadi lebih obyektif dan
> lengkap. Sebagian, malah ada yang penasaran dan mencoba mengait2kan dan
> mencari tahu kira2 itu bentuk grafik saham apaan atau di sektor apaan, lalu
> mulai membuat analisa TA dengan di pikirannya sudah terpateri itu kira2
> saham apa atau sektor apa sehingga analisa TA nya jadi bias karena sudah
> mulai tercampur opini pribadi atas perkiraan prospek sektor tertentu.
> Lalu, ketika waktu itu saya sebutkan grafiknya berhubungan dengan logam
> (tidak saya sebutkan dengan industri logam atau saham logam), maka
> tampaknya ada yang terpengaruh dalam membuat analisanya jadi membuat
> perkiraan jangka panjang dari grafik tersebut berdasarkan pemahamannya
> tentang prospek saham pertambangan. :)
>
> Seberapa besar kita menjadi bias dalam analisa TA akibat mengetahui ticker
> nya, silakan di cek ke diri masing2 saja. Saya pribadi, terkadang masih
> suka bias karena terlanjur tahu sahamnya dari ticker tersebut. Sulit untuk
> tidak tahu sahamnya karena untuk analisa TA, memang harus ketik ticker nya
> agar bisa muncul di amibroker. Tinggal melatih diri mencoba masa bodoh
> dengan ticker/emiten ketika melakukan analisa TA. Saya belum 100% bebas
> dari pengaruh ticker, sedang terus berusaha agar bisa bebas 100% dari
> pengaruh ticker. Sejauh ini baru bisa sekitar 80-90% bebas pengaruh ticker
> saham. :)
>
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
> 2012/10/10 Jumper <[email protected]>
>
>
>
> Cukup membuat bingung Bang Ian, bisa dijelaskan dgn bahas yang lebih
> sederhana bang.
>
> Ini asumsi saya, klu kita tau kode dari saham tsb artinya analisa kita
> untuk mengetahui trend dari saham tsb akan menjadi 'diintervensi" oleh
> keberadaan dari saham tsb, sehingga tidak full objective.
>
> Akan lebih objective jk kita melihat & mengevaluasi dahulu chartnya yg
> kita tdk tau persis ini chart dr saham apa, baru setelah yakin chart
> tersebut trendnya cenderung turun atau naik...baru terakhir kita liat ini
> saham kode apa?
>
> Apakah betul gitu bang?
>
>
> @Jumper
>
>
> 2012/10/9 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>
> **
>
>  "Hal yang bisa membuat seorang trader saham yang mengandalkan grafik
> menjadi bias analisa grafiknya adalah ketika dia mengetahui ticker
> (kode) dari saham tersebut." --- IAN ---
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke