PBV 40x yang Pak Hendrik sebutkan itu adalah angka historikal. Sudahkan Pak Hendrik bedah sisi Aset dari neracanya? Sudahkan Pak Hendrik menilai ulang harga tanah yang dicatat di neraca, dulunya dicatat dengan harga berapa dan tahun berapa, sekarang berapa nilainya. Dulunya bangun gedung itu nilainya berapa, terus disusutkan untuk keperluan akuntansi, apakah yang dicatat masih sesuai atau perlu di revaluasi? Harga mesin yg sudah disusutkan, dst. Sudahkah dihitung hulang semuanya agar mendapatkan nilai aset yang wajar?
Selain itu, perhatikan karakter dari emiten ini. Emiten ini bisa dibilang sudah masuk tahapan cash cow, setidaknya beberapa tahun belakangan ini sehingga manajemen mengambil kebijakan membayar dividen hampir seluruh laba yang dihasilkan, bahkan ada tahun dimana dividend yg dibayarkan bisa lebih besar dari laba berjalan karena mengambil dari laba tahun sebelumnya sehingga akhirnya total equity nya jadi berkurang dibanding total equity tahun sebelumnya. UNVR jelas tidak cocok dinilai valuasinya dengan cara melihat PBV berdasarkan angka neraca yang disajikan. Semoga bisa membantu. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2012/10/30 Hendrik Limbono <[email protected]> > > > malam teman2 > apa ada yang punya metode menghitung book value sebagai dasar perhitungan > PBV > pada perusahaan2 yang mengandalkan brand/merek ??? > > misal UNVR, PBV hampir 40x namun kalau kita selidiki ternyata faktor brand > yang menjadi andalan UNVR > sulit dimasukan ke dalma perhitungan book value..mohon masukannya. > > bei5000.com > http://www.facebook.com/rhliembono > twritter : @bei5000 > > >
