Menghitung nilai brand, sebetulnya bisa sederhana maupun bisa kompleks. Sederhana bila kita mau menerima nilai pasar sebagai nilai brand. Nilai pasar merupakan agregat persepsi dari pelaku pasar.
Kompleks tergantung asumsi yang digunakan, semisal apakah penjualan dari brand tersebut dapat meningkat secara konstan dari tahun ke tahun? Apakah perusahaan mampu menangani persaingan? Apakah kondisi ekonomi ke depan memungkinkan? Variabelnya bisa banyak sekali, tetapi yang lebih sulit diperkirakan adalah bagaimana respons pasar dalam menghadapi perubahan variabel. Contohnya, seperti yang dibahas dalam bukunya Malcolm Gladwell, Tipping Point, di mana brand Hush Puppies yang pertumbuhan sebelumnya sudah negatif, tiba-tiba melejit dalam waktu singkat. Apabila menghitung valuasinya setahun sebelum melejit, brand tersebut mungkin sudah kurang bernilai. Tetapi bagaimana memperkirakan respons konsumen yang membuat brand tersebut melejit kembali? Akhirnya akan kembali ke bagaimana kita memandang pasar. Apakah rasional? irrasional? bounded rational? atau adaptif? Atau sebaiknya kembali percaya pada harga pasar? :D Salam, BK Wibowo 2012/10/30 Hendrik Limbono <[email protected]> > ** > > > Spertinya jawaban pak irwan agak melenceng dr apa yg sy tanyakan > > > Sent from Yahoo! Mail on Android > > ------------------------------ > * From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>; > * To: * <[email protected]>; > * Subject: * Re: [saham] Tingkat Akurasi Penggunaan PBV pada UNVR > * Sent: * Tue, Oct 30, 2012 1:46:44 PM > > > > PBV 40x yang Pak Hendrik sebutkan itu adalah angka historikal. Sudahkan > Pak Hendrik bedah sisi Aset dari neracanya? Sudahkan Pak Hendrik menilai > ulang harga tanah yang dicatat di neraca, dulunya dicatat dengan harga > berapa dan tahun berapa, sekarang berapa nilainya. Dulunya bangun gedung > itu nilainya berapa, terus disusutkan untuk keperluan akuntansi, apakah > yang dicatat masih sesuai atau perlu di revaluasi? Harga mesin yg sudah > disusutkan, dst. Sudahkah dihitung hulang semuanya agar mendapatkan nilai > aset yang wajar? > > Selain itu, perhatikan karakter dari emiten ini. Emiten ini bisa dibilang > sudah masuk tahapan cash cow, setidaknya beberapa tahun belakangan ini > sehingga manajemen mengambil kebijakan membayar dividen hampir seluruh laba > yang dihasilkan, bahkan ada tahun dimana dividend yg dibayarkan bisa lebih > besar dari laba berjalan karena mengambil dari laba tahun sebelumnya > sehingga akhirnya total equity nya jadi berkurang dibanding total equity > tahun sebelumnya. > > UNVR jelas tidak cocok dinilai valuasinya dengan cara melihat PBV > berdasarkan angka neraca yang disajikan. > > Semoga bisa membantu. > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > > > 2012/10/30 Hendrik Limbono <[email protected]> > >> >> >> malam teman2 >> apa ada yang punya metode menghitung book value sebagai dasar perhitungan >> PBV >> pada perusahaan2 yang mengandalkan brand/merek ??? >> >> misal UNVR, PBV hampir 40x namun kalau kita selidiki ternyata faktor >> brand yang menjadi andalan UNVR >> sulit dimasukan ke dalma perhitungan book value..mohon masukannya. >> >> bei5000.com >> http://www.facebook.com/rhliembono >> twritter : @bei5000 >> >> >> > >
