Buat orang_gila:

Ketika keluar dari rahim ibuku, menangislah aku keras2. Ingin berontak aku
rasanya, kenapa semuanya mendadak menjadi tidak nyaman? Aku menangis lagi
keras keras. Aku takut dan tidak menyukai dunia yang baru ini.

Orang2 di sana berhasil menenangkanku. Diberinya aku perawatan dan makanan,
dan pelan2 aku mulai bisa menikmatinya. Aku merasa sangat nyaman dengan apa
yang orang2 berikan kepadaku, hidup dengan kepastian bahwa orang
menyayangiku. Jikalau aku tidak suka, tinggal nangis dan berteriak,
datanglah mereka kepadaku. Jika aku pingin beol, keluarkan saja, biarkan
saja mereka yang mengganti popokku, dan membersihkan duburku. Dan aku
menikmatinya, dan semua keinginanku terpenuhi. Tak peduli waktu, tak peduli
dunia luar. Ah indahnya.

Dan ketika aku beranjak beberapa bulan, sadarlah aku kalau ada 'aku' yang
lain di sekelilingku. 'Apa yang mereka mau?' Bahkan tak kulemparkan
pertanyaan itu. Yang aku tau aku merasa terancam, tidak semua keinginanku
dipenuhi. Apa yang menggangguku aku benci. Apa yang menyenangkanku aku mau
lagi. Mereka mulai mengenalkanku pada kata2, warna2, dunia yang lebih indah
dari yang aku bayangkan. Semua tak lain membuatku ingin mengenyam lebih
banyak lagi, mempunyai lebih banyak waktu buat mainan2ku.

Aku tumbuh lagi dan senang untuk itu. Balita. Mulai kupahami kupahami, kalau
aku perlu mengalah kadang kepada adik2ku. Mengalah, tapi kulakukan semua
karena takut bentakan ibuku. Menekan keinginan-keinginanku, yang seringkali
lebih menang daripada hukuman ibu. Terkadang aku lebih suka 'menahan' diri,
supaya tidak dibentak, tapi kadang kenikmatan itu lebih merangsang inderaku
daripada kedamaian tanpa hukuman ibu. 

Ibuku mulai mengajarkan aku nilai norma. Manusia harus hidup berdampingan
satu sama lain. Yang aku tau, karena kalau tidak damai, ada perang, matilah
diriku. Manusia harus memberi, karena aku memang suka kalau suatu saat ada
orang yang tiba2 memberi. Manusia tidak boleh mencuri, karena aku pun tidak
suka propertiku diambil orang, tidak menghargai hasil usaha keringatku.

Ibuku mulai mengajarkan aku tentang Tuhan. Yang terasa aneh sekali bagiku.
Di mana yang namanya 'Tuhan' ini? aku tidak pernah melihatnya. Yang aku tau,
dia katanya maha kuasa, ada di mana-mana, tau aku sedang apa. Aku menjadi
takut, ternyata polisi bukan cuma yang berbaju cokelat hijau. Ternyata kalau
aku mengupil di kamar pun ada yang melihat. Ternyata ada yang namanya dosa.
Aku mulai mengerti kalau ada oknum yang bisa dimintai kesehatan, pekerjaan,
(atau pacar pas aku sudah gede).

Aku pun mulai diajak ke tempat namanya sekolah. Aku disuruh duduk berjam2 di
situ, tapi terkadang senang juga bertemu orang2 baru, ada yang lebih baik,
ada yang lebih nakal. Ada yang cantik (aku tau apa itu cantik!), ada yang
suka mukul. Aku dikenalkan ke aturan2. Tidak boleh ini, tidak boleh itu.
Harus begini, harus begitu. Ingin sekali aku untuk bolos sekolah, kadang2
berpura2 sakit di depan ibu, kadang2 ingin pergi ke ding-dong, main game di
tivi. Sekalipun mereka bilang 'semua ilmu itu akan berguna buat kamu', aku
tidak mau mendengar. Terus terang, kenikmatan2 itu jauh lebih menarik dari
duduk di sekolah dan mendengar. Seandainya aku tahu, bahwa ilmu itu bisa aku
pakai sekarang, supaya aku bisa jadi CEO dan mengeruk uang. Atau aku bisa
menemukan elemen baru di tabel periodik, bisa jadi ilmuwan yang terkenal di
masa depan, kenyamanan pasti lebih terjamin.

Dan aku sama sekali tidak sadar. Tuhan itu tidak hanya mulai ada ketika Dia
diperkenalkan oleh ibuku. Tidak pula aku sadar, Tuhan yang sama yang memberi
air susu, memberi didikan lewat kesulitan, memberi kasih sayang. Tapi yang
aku tahu, ini semua ada buat aku, dan mungkin keluargaku, dan kampungku, dan
mungkin bangsaku, dan mungkin speciesku, dan mungkin duniaku. Tapi tidak
untuk TUHANku (masih juga ditambahin 'ku' -_-'). Jadi sebenarnya aku ini
menyembah siapa?


Tidak ada yang benar, seorangpun tidak...tidak ada seorangpun yang mencari
Tuhan. 




-------Original Message-------
 
From: orang gila
Date: 04/30/05 15:04:58
To: [email protected]
Subject: RE: [Sarikata.com] kenapa Dia menciptakan Sisi jahat jika
sebenarnya Dia Bisa menghilangkan itu
 
Assalamualaikum!
 
 
 
Mmmh� langsung saja;
 
 
 
Jeme mahi: Mungkin ini pertanyaan bodoh....bahkan sangat bodoh...tapi saya
merasa
semakin bodoh jika tidak mempertanyakannya ..walaupun saya tidak akan
memperoleh jawaban yang memuaskan...tapi semoga tidak
 
 
 
Jem� Bukan pertanyaan bodoh kalau tak ada yang bisa menjawabnya. Terhitung
sejak anda pertama mengirimkannya (6 April) hingga ada yang mau sekadar
menanggapinya dengan ajakan untuk mendiskusikannya hari ini (30 April 2005),
itu berarti usia pertanyaan ini di milis ini sudah sekitar hampir 2 minggu
bukan?
 
 
 
Lalu, apakah betul ini pertanyaan bodoh? Ataukah kita semua terlalu bodoh
sehingga tidak bisa menjawab pertanyaan �filosofis� yang sodara Jem
lontarkan. Atau yang lebih mungkin sih, saya rasa kita terlalu sombong akan
diri kita sendiri. Karena merasa sudah tau jawabannya lalu kita merasa tidak
perlu lagi untuk mempertanyakannya sekali lagi. Hih.. Betapa terkutuknya
orang-orang seperti itu� Merasa sudah tau. �Orang yang paling bijaksana
adalah dia yang mengetahui dirinya tidak tau.� � Socrates.
 
 
 
Tapi, ya sudah� siapa tau saja dua kemungkinan di atas salah. Dan mari kita
berharap semoga kemungkinan di atas adalah salah. Semoga orang-orang di sini
bukan termasuk ke dalam dua kemungkinan di atas, khususnya kemungkinan yang
terakhir. Sebab jika �ya��jika kemungkinan yang terakhir ada di dalam diri
kita, menyedihkan sekali diri kita ini yang notabene diberi �tanggung jawab�
untuk mengurus kehidupan ini, tapi kita malah melalaikannya.
 
 
 
 
Jeme mahi: Mengapa Dia menciptakan sisi jahat pada diri Manusia dan
kelemahan
manusia untuk tergoda akan hal hal yang akan menyiksa manusia tersebut !
 
 
 
Pertama ijinkan saya balik bertanya dulu pada saudara Jem; apa anda yakin
manusia memang dilahirkan sebagai makhluk yang membawa sifat jahat?
 
Terus terang ya, sodara Jem. Saya pribadi sih mungkin mempunyai pemikiran
yang berbeda dengan anda. Yakni manusia dilahirkan hanya dengan sifat hati
bawaan yang �mulia-mulia�; kalau anda mengijinkan saya akan coba mulai
melihat permasalahan ini dari �sudut pandangnya� Al-Quran.
 
 
�Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan
kedalamnya ruh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud� (Al
Hijr:29)
 
 
 
��maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh Kami, dan dia
membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-KitabNya, dan dia adalah termasuk
orang-orang yang taat.� (At Tahrim:12)
 
 
 
�Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana
saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik)��
(Al Israa:110)
 
 
 
Oke, mari kita mulai;
 
 
 
Seperti sudah saya sebutkan sekilas di atas, bahwasanya saya percaya bahwa
sifat �asli� manusia adalah sifat-sifat yang mulia. Dan hal itu mengacu pada
ayat-ayat Quran yang beberapa di antaranya saya coba kutip di atas.
 
 
 
Apakah anda bernah berpikir bahwa kita adalah bagian dari Tuhan? Jikalau
memang tidak pernah maka saya sarankan, tanyakanlah hal itu. Tapi jika
memang pernah pertanyaan itu terbesit dalam benak anda dan anda masih berada
di dalam pencarian filosofis itu, maka bersyukurlah anda, sebab mungkin ini
saatnya anda mendapatkan semacam sintesis. Dan Allah sendiri lah yang
membawa sintesis itu pada anda di dalam Ayat suciNya yang seringkali kita
abaikan.
 
 
 
Allah telah meniupkan (sebagian) ruhNya ke dalam rahim ibu kita� apa
kira-kira maksud premis pertama itu? Bacalah dengan hati..
 
Ya.. Kita adalah bagian dari Tuhan. Sebab ruhNya ada di dalam diri kita.
Atau lebih ekstrim lagi, ruh kita ini adalah ruh Tuhan.
 
 
 
Premis yang kedua adalah: Allah mempunyai asmaul husna. Asmaul husna ada
yang mengartikan sebagai �Nama-nama baik yang dimiliki Allah� dan ada juga
yang mengatakan sebagai �Sifat-sifat Allah��
 
 
 
Apa yang bisa kita tarik dari premis pertama dan kedua?
 
Jikalau ruh kita adalah ruh Tuhan, maka sudah semestinya pula Sifat Tuhan
lah yang melekat dalam hati kita bukan?
 
 
 
Sifat-sifat Tuhan atau Asmaul Husna itu ada 99, dan akan saya coba sebutkan
yang sering kita dengar.
 
 
 
   ROHMAN (Pengasih)
   ROHIM (Penyayang)
   QUDDUS (Suci)
   LATHIIF (Lembut)
   SALAAM (Sejahtera)
 
 
 
Bisakah anda melihat itu dengan hati anda? Allah telah meniupkan
sifat-sifatNya itu pula pada kita. Tapi pertanyaannya kan adalah kenapa yang
kita lihat di dalam kehidupan, amat banyak hal-hal yang sungguh bertentangan
dari sifat-sifat itu justru dilakukan oleh manusia yang notabene memiliki
sifat-sifat Tuhan itu? Apakah ada faktor yang membuat �potensi baik� itu tak
dapat tersalurkan?
 
 
 
Cobalah anda renungkan sekali lagi. Apakah ada orang yang terlahir dengan
membawa senjata di tangannya? Apakah ada bayi yang ketika keluar dari rahim
bundanya langsung mengatakan: �Bangsat!!� Tidak bukan? Oh lalu anda mungkin
akan berpikir, jelas saja tidak� keadaan bayi adalah lemah dan tak berdaya.
 
 
 
Tapi pernahkah anda berpikir juga bahwa sesuatu yang ada dan terjadi di muka
bumi ini tak ada yang sia-sia. Semua terjadi begitu karena memang seharusnya
terjadi. Itu semua sudah ada di dalam garis order. Seperti planet-planet
berada di dalam garis edarnya masing-masing. Seperti proton, neutron dan
electron yang berada di agris orbitnya masing-masing. Seperti juga hal kecil
di atas; megapa manusia pun terlahir seperti itu? Dalam keadaan yang tidak
dapat berbicara, belum mampu berpikir dalam arti secara penuh menyadari
dirinya sebagai manusia seperti kita sekarang. Kenapa.. kenapa dan kenapa?
Kita akan selalu dihadapkan pada pertanyaan dalam hidup, sebab akal
ditinggalkan dalam keadaan tidak terkunci.
 
 
 
�Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang
mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan
dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia
mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi,
dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam
kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (Al An�aam:59)
 
 
 
�(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau
dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan
bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini
dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.�
(Ali Imran:191)
 
 
 
Jadi kelemahan bayi dan ketidak mampuan dia berbicara adalah sesuatu yang
memang semestinya terjadi. Dan pertanyaan �Supaya apa?� atau �Untuk apa?�
adalah tugas bagi kita untuk mencari hikmahnya.
 
 
 
>> �Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan
bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang
demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang
mengetahui.� (Ar Ruum:22)
 
 
 
�Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam
dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal� (Ali
Imran:190)<<
 
 
 
Tanda-tanda menjadi penting di sini� Karena kita ternyata hidup dikelilingi
oleh tanda-tanda, pertanda� Dan hanya orang-orang yang bisa membaca pertanda
itulah yang akan juga selalu bisa mengikuti apa yang hatinya katakan. (Baca
Novel �Sang Alkemis�, mungkin lebih bisa menjelaskan dengan bahasa sastra).
 
 
 
Lalu, apakah bayi mempunyai potensi untuk menjadi jahat sama dengan potensi
yang setiap bayi di dunia miliki untuk menjadi belum bisa berbicara ketika
baru keluar dari rahim bundanya?
 
 
 
Oke sebelum kita jauh dari peristiwa �kelahiran bayi� ini, mari kita sedikit
menggeser sudut pandang.. dari melihat bayi kita melihat sang bunda. Apakah
seorang perempuan mestilah mendapatkan sebuah pengajaran khusu tentang
bagaimana mengasihi anaknya sendiri? Atau� apakah hal itu mesti diajarkan?
Seperti: �Nanti kalau kamu sudah punya anak disayangi yah�� Begitu? Tidak
perlu kan? Sebab kasih sayang memang sudah melekat di dalam diri manusia
sejak pertama dilahirkan ke dunia.
 
 
 
Nah, berarti kasih sayang adalah POTENSI yang setiap manusia punyai. Ar
Rohman Ar Rohim (pengasih penyayang)�
 
 
 
Tapi kenapa ditengah perjalanan hidup seorang anak manusia, seakan-akan
potensi-potensi mulia itu bisa tidak tersalurkan?
 
Itu tak lain adalah karena bagaimana kita melihat dunia ini sendiri�
 
Hanya orang yang tidak mengenal dirinya sendiri dengan baiklah maka dia
tidak akan mengenal siapa Tuhannya. (pernah mendengar hadits seperti ini
kan?)
 
Lalu bagaimana dia mau memulai perjalanan menuju Tuhannya kalau dia sendiri
tidak memahami dirinya secara utuh? Tidak memahami dunianya dengan utuh?
Masih terdikotomi oleh persepsi-persepsi hidup. Masih terdikotomi idiologi.
Dll.
 
 
Jeme mahi: Dan kenapa lagi manusia yang di salahkan akan dosa dosa yang
sebenarnya
jika Dia mau dia bisa menghilangkan sisi jahat dari muka bumi ini !
 
 
 
Manusia diberi Free-Will tak lain agar dia bisa berpikir. Manusia diberi
kebebasan agar dia bisa bertanggung jawab pada apa yang telah dia pilih dan
lakukan. Sebab jika tidak� maka otak manusia tidak akan berkembang.
 
Manusia itu mahluk yang ndableg sih� Kita itu suka nggak sensitive. Kita
hanya akan menjadi berfikir apabila saat tertimpa musibah saja. Dan mungkin
itulah fungsi/hikmah dari musibah� agar manusia it merenung. Sebab dalam
perenungan terdapat proses evolusi diri. Menuju kea rah yang lebih baik..
tapi bisa juga menjadi makin mundur, karena ia tidak menemukan cara yang
terbaik untuk menghadapi masalahnya.
 
 
 
Dilihat dari �sudut pandang� Al Quran:
 
�Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari
sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya
berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau
Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di
hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah
orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" (Al A�raaf:172)
 
 
 
Di situ digambarkan bahwa Tuhan telah mencari konfirmasi dari makhluk
ciptaanNya. �Bukankah Aku ini Tuhanmu?� �Betul, kami bersaksi,� kata kita.
 
Jadi tidak ada alas an lagi bagi manusia saat nanti ditanya: �Kenapa kamu
lalai di dunia? Bukankah kamu sudah bersaksi?�
 
Apa yang mau kita jawab?
 
 
 
Wassalam
 
D.K.
 
 
 
Merry Natalia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Memang benar dia bisa aja
menciptakan semua yang benar dan baik..,tapi kalou hal  itu sudah terjadi..
berarti dunia ini tidak akan ada lagi sebab hari itu akan datang dimana dia
akan menghakimi kita satu sama lain..
Jikalau tidak ada yang baik dan jahat berarti kita tidak mempunyai rintangan
lagi didunia ini padahal dunia hanya sebentar kok..
Kita juga tidak bisa menumkiri bahwa dosa itu adalah dosa turunan dari nenek
moyang kita..
Lagian pada awalnya Dia menciptakan segala sesuatu itu baik tapi manusia
tidak tahan akan adanya godaan jadi mereka terjerumus dalam dosa.
Thanks
 
iyan hadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 
 
Prayudi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 
Salam!
 
Wah! Saudara Jame Bahi ini rendah hati sekali. Itu pertanyaan PINTAR,
SANGAT PINTAR!
 
Ada yang mau menanggapi?
 
Bisa jadi diskusi seru nih!
 
Salam!
Yudi pustakazahra
 
-----Original Message-----
From: jeme bahi [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, April 06, 2005 11:10 PM
To: [email protected]
Subject: [Sarikata.com] kenapa Dia menciptakan Sisi jahat jika
sebenarnya Dia Bisa menghilangkan itu
 
 
 
Mungkin ini pertanyaan bodoh....bahkan sangat bodoh...tapi saya merasa
semakin bodoh jika tidak mempertanyakannya ..walaupun saya tidak akan
memperoleh jawaban yang memuaskan...tapi semoga tidak
 
 
 
Mengapa Dia menciptakan sisi jahat pada diri Manusia dan kelemahan
manusia untuk tergoda akan hal hal yang akan menyiksa manusia tersebut !
 
Dan kenapa lagi manusia yang di salahkan akan dosa dosa yang sebenarnya
jika Dia mau dia bisa menghilangkan sisi jahat dari muka bumi ini !
 
 
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
 
[Non-text portions of this message have been removed]
 
 
 
 
Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga
!!
Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !!
Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
com
Yahoo! Groups Links
 
 
 
 
 
itulah yag di namakan rahasia tuhan, dan juga untuk menguji sejauh mana
kekuatan iman kita
 
 
 
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
 
[Non-text portions of this message have been removed]
 
 
 
Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !!
Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
com
 
 
 
---------------------------------
Yahoo! Groups Links
 
   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sarikata/
 
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
 
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
 
 
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
 
[Non-text portions of this message have been removed]
 
 
 
 
 
 
Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !!
Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
com
 
 
 
---------------------------------
Yahoo! Groups Links
 
   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sarikata/
 
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
 
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
 
 
 
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
 
[Non-text portions of this message have been removed]
 
 
 
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/wnIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
 
Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !!
Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
com
Yahoo! Groups Links
 
 
 
 
 
 
 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/wnIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Kirim kontribusi cerita Anda ke http://www.sarikata.com/ sekarang juga !!
Untuk Unsubscribe, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sarikata/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke