KENAPA ISLAM HARAMKAN KHAMAR
Ismaily Bungsu
KETIKA Adam diturunkan ke bumi, maka malaikat bertanya kepada Allah “Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi ini orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpah darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”
“Sungguh aku maha mengetahui apa yang tak kau ketahui” Jawab Allah
“Kami lebih taat kepada-Mu daripada anak Adam” kata malaikat. Maka Allah berfirman kepada malaikat.
“Silalah kamu pilih dua malaikat untuk kamu uji bagaimana mereka akan berbuat”
Para malaikatpun berkata
“Ya tuhan ini kedua malaikat Harut dan marut”
Allah berfirman “turunlah kalian kedua ke bumi dengan dilengakpi syahwat yang ada pada anak adam”
Pada suatu hari tampak atas keduanya seorang wanita bernama Azzahrah yang sangat cantik. Maka kedua malaikat itu merayu Azzahrah, tetapi ditolak olehnya, kecuali keduanya bersedia memenuhi syarat yang dia ajukan, iaitu mengucap kalimat syirik. Maka keduanya berkata
“Demi Allah kami tidak akan mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun untuk selamanya” Kemudian Azzhrah membawa anak kecil dan berkata “Jika kalian mahu membunuh anak ini, maka saya bersedia memenuhi permintaan kalian”
“Demi Allah kami tidak akan membunuh manusia sesama”
maka pergilah Azzahrah, lalu datang lagi dengan membawa segelas khamar ini, maka diminumnya khamar itu itu oleh keduanya hingga mabuk, lalu berzina dcengan Azzahrah dan membunuh anak itu.lalu berkata Azzahrah.
“Demi Allah semua yang kamu tolak telah kamu perbuat dikala mabuk” maka keduanya diizinkan oleh Allah untuk memilih adzab dunia atau adzab akhirat. Maka keduanya memilih adzab dunia.
......Di Sabah, pembacaan puisi oleh Ismaily Bungsu dilakukan secara berteater/hal ini juga dilakukan oleh Prof Rahman Shari(UM),cuma Teater Puisi Rahman tidak banyak memperlihatkan kemajuan ke arah yang dimatlamatkanya.Ismaily penuh penghayatan sehingga mencapai tahap sebuah persembahan teater yang menyebabkan Prof Anuar Arai(UiTM) dan Tokoh Seniman Negara Syed Alwi menyatakan kekagumannya bila melihat Ismaily beraksi di pentas Universiti Utara Malaysia sempena Pertemuan Teater...........